jangan mengirimkan naskah seperti ini ke penerbit

Jangan Mengirimkan Naskah Seperti Ini ke Penerbit

Jangan Mengirimkan Naskah Seperti Ini ke Penerbit – Ada pemaparan yang asik dari Dan Poynter, seorang pakar perbukuan di AS, bahwa tak semua penerbit bisa mendeteksi “kekuatan dahsyat” sebuah buku, karena memang bisa jadi sebuah penerbit menolak naskahmu hanya disebabkan berbeda dengan visi dan misi penerbit tersebut. Oleh karena itu, ada sebuah saran dari Dan Poynter, bahwa saat penerbit menolak naskah kita, berarti itulah kesempatan kita untuk menerbitkannya sendiri, atau biasa juga disebut dengan self-publishing.

Akan tetapi, untuk membuat keputusan besar menerbitkan naskah sendiri atau self-publishing, memerlukan energi yang sangat banyak. Baik energi waktu, juga energi dalam bentuk gelontoran biaya. Saran saya, berusahalah dulu semaksimal mungkin untuk menembus penerbit. Bentuk mentalmu dulu. Nggak usah keburu nafsu karena ingin bergaya sudah berhasil menerbitkan buku.

Setiap penerbit memiliki persyaratan sendiri dalam menerima naskah yang masuk. Namun, secara umum, penerbit akan memberlakukan penolakan terhadap naskah-naskah yang seperti ini.

Satu, memiliki banyak kesalahan dalam penulisan. Cek dulu naskahmu secara keseluruhan. Pastikan tidak ada salah tik. Kalau satu-dua sih tidak apa-apa, kalau lebih dari seratus, kan ya kebangetan juga. Ketahuan banget, kok, antara seseorang yang berniat menjadi penulis dan yang tidak. Dan setiap penulis yang “niat”, pasti akan berusaha membuat naskahnya sesempurna mungkin—yah walaupun memang pada kenyataannya tidak ada naskah yang sempurna. Akan tetapi, dia akan berusaha untuk membuat naskahnya serapi mungkin, dan jauh dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Dan salah satu bentuk kesalahan yang tidak perlu itu adalah salah tik, salah ejaan, dan penempatan kata yang tidak pada tempatnya.

Dua, jangan mengirimkan naskah skripsi, disertasi, ataupun tesis ke penerbit, dan berharap mereka langsung menerbitkannya. Tim editorial akan langsung menendang naskah seperti ini. Untuk naskah buku, ada aturannya tersendiri. Ada syarat kelengkapan dan aturan mainnya. Untuk kamu yang ingin menerbitkan buku dengan materi dasar dari skripsi, disertasi, tesis, ataupun hasil riset ilmiah lainnya, ada cara tersendiri untuk mengubah karya tulis ilmiah menjadi buku. Lakukan hal itu terlebih dahulu, yakni mengonversi karya tulis menjadi naskah buku, baru dikirimkan ke penerbit.

Tiga, jangan menulis buku yang hanya berisi tempelan quote dan kutipan sana-sini, tanpa adanya gagasan orisinal dari kita sebagai penulisnya. Orang-orang ingin membaca bukumu karena ingin melihat gagasanmu, bukan kreativitasmu dalam menempelkan kutipan. Selain membosankan, juga memalukan. Mental penulis seharusnya adalah menghadirkan karya, bukan menyodorkan sampah.

Dan sebuah karya, tidak terlahir dari ketidakseriusan, ataupun kemalasan dalam menenun konten yang bermutu.

Empat, menyerahkan buku yang pernah terbit, dan berharap diterbitkan ulang oleh penerbit yang lain, tanpa adanya revisi sana-sini. Ini sama saja dengan ngerjain penerbit. Mengapa harus direvisi? Karena zaman telah berubah, tahun telah berganti. Buku lamamu yang sudah pernah terbit itu pasti perlu pembaruan untuk disesuaikan dengan pembaca sekarang. Ilmu dan kemampuanmu juga pasti sudah berkembang. Maka, revisi mutlak diperlukan, karena selalu ada hal baru yang harus ditulis. Ada hal-hal baru yang harus ditambahkan. Ada hal-hal lama yang harus dibuang dan cukup dikenang dalam pikiran.

Lima, menyerahkan naskah tanpa memberi tahu penerbit siapa sasaran pembacanya, dan berharap penerbit yang memetakannya. Ini adalah sikap seorang penulis yang tidak profesional, egois serta arogan level negeri Asgard, karena tidak bertanggung jawab dengan naskahnya sendiri, seolah ia tidak tahu apa yang ditulisnya dan tidak mengerti siapa kelak yang akan membaca bukunya.

Pastikan untuk tidak melakukan kelima hal di atas agar naskahmu tidak tertolak. Dengan mengetahui hal-hal seperti ini, seharusnya bisa menjadi bekal yang bagus untukmu demi mempersiapkan naskah yang lebih matang, sehingga kamu pun memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk maju ke penerbit.[]

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.