generasi Y

6 Cara Menaklukkan Karyawan Generasi Milenial (Setiap Bos Harus Baca!)

Dalam How Millenials Want to Work and Live, Gallup melaporkan bahwa ada enam rekomendasi yang bisa dilakukan untuk menaklukkan Generasi Milenial atau biasa disebut dengan Generasi Y–sebuah generasi yang lahir antara wal tahun 1980-hingga 2000–di perusahaan atau organisasi kita.

Satu, generasi milenial bekerja bukan hanya untuk gaji, mereka bekerja untuk tujuan yang lebih besar. Bagi generasi milenial, bekerja harus memiliki makna. Mereka ingin bekerja pada organisasi yang memiliki misi dan tujuan yang cocok dengan nilai mereka. Bagi mereka, kompetensi penting dan harus adil, tetapi hal itu tidak menjadi faktor pendorong. Penekanan pada generasi ini bergesari dari sekadar paycheck menjadi purpose.

Dua, generasi milenial tidak mengejar kepuasan kerja, tetapi mereka mengejar pengembangan diri. Ternyata, sebagian besar milenial tidak peduli pada fasilitas kesenangan, sebagaimana yang ditawarkan oleh perusahaan startup seperti makanan gratis, mesik kopi yang mewah, fasilitas olah raga yang keren, dan fasilitas lain. Yang mereka butuhkan justru satu: akses pengembangan diri yang luas.

Tiga, genrasi milenial tidak menginginkan BOS, mereka menginginkan COACH. Ini adalah dua kata yang berbeda. Yang pertama cenderung hanya menyuruh dan komunikasi satu arah yang menyebalkan. Sedangkan yang kedua, adalah pelatih yang bisa membantu mereka memeahami dan mengembangkan keahlian mereka.

Empat, generasi milenial tidak menginginkan review tahunan, tetapi mereka ingn percakapan yang terus-menerus. Cara generasi ini berkomunikasi sebagaimana bisa kita lihat lewat Twitter, Skype, Facebook, dan sebagainya, semuanya real time, konsisten, dan feedback yang konstan. Maka, review tahunan tak lagi relevan untuk mereka. Terlalu lama!

Lima, generasi milenial tidak ingin memperbaiki kelemahan mereka, tetapi mereka ingin mengembangkan kelebihan mereka. Gallup melaporkan bahwa kelemahan tidak bisa berkembang menjadi kekuatan, sedangkan kekuatan dapat dikembangkan tanpa batas. Organisasi memang jangan mengabaikan kelemahan, tetapi mereka perlu memnimalkan kelemahan karyawan dan fokus pada memaksimalkan kekautan mereka. Oleh karena itu, Gallup merekomendasikan pendekatan atau budaya yang berbasis strength pada perusahaan yang menjadi klien mereka.

Enam, ini bukan hanya tetang pekerjaan, ini tentang hidup mereka. Generasi milenial akan selalu bertanya kepada diri mereka sendiri pertanyaan seperti ini: apakah perusahaan ini menghargai kelebihan-kelebihan dan kontribusi saya? Apakah perusahaan ini memberi saya kesempatan untuk melakukan apa yang menjadi keahlian saya dalam pekerjaan sehari-hari?

Generasi milenial adalah generasi pertama yang merupakan generasi digital native, yang mana mereka merasa nyaman dengan internet dan teknologi. Mereka mendapatkan informasi dan berita dari internet. Tidak hanya untuk mendapatkan informasi, namun mereka menggunakan internet untuk banyak hal. Maka, ketika di tempat kerja pun, mereka membutuhkan upaya ‘penaklukan’ yang berbeda.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment