#TanyaFachmy: Novelku Ditolak Terus, Aku Ingin Self Publishing Aja

Assalamu’alaikum Bang Fahmi….

Saya mau minta sarannya kalau boleh. Jadi begini, Bang. Sedari dua tahun lalu saya mencoba menulis novel. Ini alhamdulillah sudah selesai, tapi saya pernah kirim ke TS Solo, alhasil ditolak. Plan saya selanjutnya ingin saya cetak sendiri, alias self publishing.

Menurut Bang Fahmi bagaimana?

Saya pun terbilangnya baru saja terjun nyoba dan menulis ya karena hobi. Maksud saya, saya nggak ingin sia-sia hanya menyimpan naskah saya Bang Fahmi. Mohon sarannya ya, Bang.

Terimakasih. Wassalamu’alaikum


 

Rasanya memang menyebalkan kalau naskah yang sudah kita buat susah-susah, pada akhirnya ditolak oleh penerbit. Lagian, penerbit ini maunya apa, sih? Bukannya mereka butuh naskah? Kok ketika kita kirim naskah, malah pada akhirnya mereka menolak naskah yang kita buat?

Hidup memang membingungkan.

Jadi begini. Dalam meniti karier sebagai penulis, mendapatkan penolakan dari penerbit itu hal yang biasa. Ditolak oleh penerbit merupakan suatu hal yang normal.

Saya nih, pernah ditolak oleh penerbit sebanyak tujuh kali. Yah, tujuh kali. Kamu nggak salah baca. Pada awal-awal dulu, saya sampai  gemes dan penasaran, kok bisa-bisanya naskah saya ditolak hingga sebanyak itu?

Namun, dari pengalaman ditolak itulah, saya makin ngebet untuk bisa berhasil. Akan saya buktikan bahwa saya bisa menembus penerbitan.

Dan benar saja, saya menulis memang menjadi passion kita, maka apa pun aral akan kita tembus dengan mudahnya.

An the rest is history. Bisa menulis lebih dari 23+ buku dalam waktu hanya lima tahun, menulis tokoh-tokoh besar, berkenalan dengan banyak penulis hebat di negeri ini, dan sebagainya.

Semuanya sudah saya kupas tuntas di dalam BUKU INI. Maka, jika kamu ingin tahu cara untuk menembus penerbitan, buku ini akan membantunya banyak.

Untuk pertanyaan kedua, yakni soal self-publishing, saya sarankan jangan. Self-publishing bermakna kita harus mengurus semuanya sendiri, mulai dari editing, layout, kover, mengurus ISBN, hingga pengurusan tetek-bengek cetaknya.

Dan jika kamu tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai hal ini, maka bisa saya pastikan kamu akan kewalahan. Di samping itu, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mending biayanya kamu gunakan untuk membeli buku tentang cara menulis novel. Akan sangat banyak membantu kamu meningkatkan kualitas karyamu.

Dan satu lagi, nggak ada perasaan puas, bangga, dan merasa “berhasil” saat kita melakukan self-publishing. Hal ini berbeda dengan ketika kita menyerahkannya ke penerbit.

Semua hal yang berhubungan dengan penerbitan juga sudah saya bahas di BUKU INI.

Nah, teruslah berusaha, dan teruslah berkarya. Jalan akan terbentang bagi mereka yang terus yakin akan berhasil menuju impiannya.


Untuk kamu yang ingin tanya-tanya soal penulisan dan penerbitan, jangan sungkan bertanya lewat form di bawah ini, ya:

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment