Desain Grafis dan Dunia Kreativitas Tanpa Batas

“Orang kreatif pasti pintar. Orang pintar belum tentu kreatif.”

—Wahyu Aditya, owner Hellomotion Academy

 

Halo insan kreatif!

Era yang tengah kita hadapi sekarang adalah era di mana kreativitas menjadi tulang punggung kemajuan sebuah peradaban. Desain grafis dan kreativitas adalah dua hal tak terpisahkan. Tentu, sebelum kita melangkah jauh menapaki dua kata tersebut, baiknya kita telaah dahulu makna keduanya.

“Kreatif berarti kemampuan atau kondisi untuk menciptakan sesuatu yang baru, dari yang ada dan apa yang tidak ada juga,” kata Goenawan Mohammad.

Seseorang baru disebut kreatif, sebagaimana telaah dari Mel Rhodes dalam An Analysis of Creativity, saat telah melalui rangkaian 4P.

Apa sajakah?

1 | Person

Karakteristik orangnya sangat berpengaruh. Menjadi kreatif berarti memulai sedini mungkin untuk membiasakan diri kreatif. Sebagai orang kreatif, kita harus berbeda dengan orang lain. Tetapi, perbedaan tersebut harus disertai alasan yang tepat. “Jangan hanya berbeda, tapi berbedalah dengan alasan tertentu,” kata Yoris Sebastian. Bagaimana dengan rutinitas, apakah ia menghambat kreativitas?

Tidak juga.

Cara paling kreatif untuk membuat rutinitas menjadi lebih kreatif adalah dengan mengubah cara menjalankan rutinitas tersebut. Sehingga, kita terbiasa untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa. Otak dan tubuh yang dijejali dengan hal-hal yang rutin setiap hari tidak akan bisa berkembang. Tetapi, saat otak dan tubuh dimasuki hal-hal baru yang memerlukan daya imajinasi dan kreativitas, maka saraf otak akan terasah dengan optimal dan tubuh akan bereflek cepat.

2 | Process

Teknik apa atau serangkaian proses apa yang telah dilaluinya untuk melakukan kreativitas tersebut. Apakah ia benar-benar menciptakan sesuatu yang baru, memperbaiki yang lama, ataukah justru menjiplak tapi mengaku-aku kalau itu adalah hasil karyanya.

Wah, kalau sampai menjiplak, jangan sampai, deh. Terinspirasi boleh, tetapi meniru sama persis, itu sangat tidak kreatif.

3 | Product

Tidak hanya berkoar-koar memiliki ide keren nan mentereng, tetapi, juga harus membuktikan ide itu dalam suatu bentuk nyata. Orang-orang kreatif adalah mereka yang dapat memberikan solusi, bukan sebaliknya. Nah, produk yang dihasilkan tersebut haruslah juga tidak hanya bagus dalam desain, namun juga fungsional dan memberikan solusi bagi penggunananya: apakah ia dapat membuat penggunanya lebih mudah dalam melakukan sesuatu ataukah justru mempersulit.

4 | Press

Sejauhmana tekanan yang diperoleh saat melakukan serangkaian ketiga proses kreatif tersebut. Bila waktunya sangat sedikit tapi dapat menghasilkan kreasi yang sangat superkeren, maka tingkat kreativitas orang tersebut sangat layak diacungi jempol.

Jadi, kreativitas berarti melalui serangkaian proses hingga layak disebut kreatif. Apalagi, bila kemudian kreativitas yang dipadukan dengan entrepreneurship (kemudian disebut dengan creativepreneurship). Maka, ia harus berpadu lagi dengan prinsip-prinsip berbisnis: distribusi, marketing, branding, promosi, dan lain sebagainya.

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi secara visual yang menggunakan media gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan dengan seefektif mungkin.

Di dunia, bahkan di Indonesia saat ini, desain grafis telah berkembang dengan sangat pesat seiring sejalan dengan perkembangan kemajuan peradaban manusia itu sendiri. Dahulu, pesan-pesan visual hanya dapat ditemukan dalam bentuk media dinding gua, kemudian dalam media kulit, lalu beralih ke kertas lontar. Beberapa waktu kemudian, berpindah berupa media-media bangunan seperti candi, gedung-gedung, hingga sekarang dalam media digital. Semuanya memiliki guna yang satu, yaitu untuk menyampaikan ‘sebuah pesan’ kepada orang lain.

Sekarang ini, peran desain grafis menempati posisi yang teramat penting. Apalagi, dalam dunia industri yang sangat mendominasi roda kehidupan manusia sebagaimana yang kita rasakan sekarang ini. Desain grafis berperan vital dalam membantu berbagai pihak yang ingin menggunakan media visual dalam menyampaikan suatu pesan, misalnya brand identity, advertising, hingga kampanye presiden.

 

obama
Poster kampanye Presiden Amerika Serikat, Obama yang dibuat oleh Shepard Fairey. Poster ini menjadi pembicaraan berbagai pihak karena keefektifan serta kualitas desain dan keunikannya. (sumber: http://www.obeygiant.com)

 

Victor Papanek dalam bukunya Design for The Real World memberikan manifesto bahwa peran desain beserta desainernya harusnya diupayakan semaksimal mungkin untuk menjadi pionir dalam mengatasi perubahan dan pembaruan di dunia ini.

Sayangnya, di Indonesia, hingga saat ini pengapresasian yang maksimal belumlah ada pada dunia desain grafis dari masyarakat. Seorang desainer grafis sebagai pihak yang berkecimpung dalam dunia kreatif tentulah berkeinginan agar desain grafis mendapatkan apresiasi dan juga pengakuan yang layak dari masyarakat luas sebagai suatu terapan ilmu, keahlian, dan juga profesi. Namun, untuk mencapai itu semua tentu tidaklah mudah. Masyarakat awam pada umumnya tidak tahu apa dan bagaimana itu desain grafis.

Tentu, perlu pemberian pemahaman berkesinambungan supaya industri kreatif berbasis desain grafis ini berjalan sebagaimana semestinya. Masyarakat kita misalnya, sekadar beranggapan bahwa desain grafis hanyalah sekadar menggunakan software untuk menciptakan gambar-gambar tertentu. Padahal, dapat mengoperasikan software desain grafis semacam Photoshop, Illustrator, dan CorelDRAW tidak lantas berarti bisa desain.

Banyak sekali proses yang harus dilalui.

Desain grafis adalah pekerjaan yang membutuhkan proses. Dan prosesnya pun sangat panjang dan membutuhkan kreativitas tingkat tinggi untuk mengeksekusinya menjadi sebuah visual yang apik dan sesuai kaidah.

Penguasaan software memang kewajiban bagi desainer sekarang ini, tapi penguasaan software yang berfungsi untuk mengeksekusi sebuah karya hanyalah sebagian dari proses di antara belantara proses panjang lainnya. Lagipula, menjadi desainer tidaklah harus pintar menggambar secara manual. Kalaupun bisa menggambar, itu adalah suatu bonus tersendiri. Tapi, tak wajib untuk memiliki skill menggambar.

Karena pada intinya, desain grafis adalah sebuah ilmu komunikasi visual. Apapun bentuknya yang bisa dilakukan untuk mengkomunikasikan sebuah pesan visual secara efektif, dianggap telah berhasil membuat suatu karya desain dengan baik. Desain grafis adalah seni terapan yang berfokus kepada fungsi penyampaian informasi. Desain grafis mengandung strategi komunikasi yang bertujuan untuk dimengerti, bukannya demi mendapat apresiasi.

Jadi, titik fokusnya lebih pada memberikan solusi kepada klien, bukan pada egoisme dan idealisme diri. Desain grafis ditujukan agar audiens tergerak untuk melakukan apa yang diinstruksikan dalam sebuah karya, bukannya membuat target audiens terbengong lama-lama dengan mulut menganga mengagumi indahnya. “Wah, visual ini keren banget, ya!” Tapi, tujuan informasi yang ingin disampaikan kepada audiens justru tidak tersampaikan. Pada titik itu, berarti desainer grafis gagal menyampaikan sebuah visual.

Oleh karena itulah, unsur keindahan dan keefektifan harus berpadu dengan baik. Tidak boleh tercecer satu dengan yang lainnya. Desainer grafis dituntut untuk mencari solusi dan menemukan ide-ide yang tepat untuk memecahkan masalah.

Setiap orang dilahirkan dengan kemampuan untuk berkreasi dan menjadi kreatif. Masa-masa kecil menjadi buktinya. Beragam aksi menggemaskan nan berbau kreativitas selalu tercetus dengan riangnya oleh anak kecil. Namun, keadaan lingkungan, berbagai aturan, serta tekanan-tekanan yang dialami sepanjang hidupnya membuatnya menjadi sedemikian kaku dan tidak kreatif lagi.

Hanya ada beberapa orang yang kemudian hingga besar masih menjaga daya kreativitasnya. Tanda paling menonjol dari orang-orang kreatif adalah selalu terbuka terhadap perubahan. Mereka biasanya sangat penasaran dan menghabiskan banyak waktu untuk mencoba berbagai ide dan kemungkinan. Mereka terus menerus berusaha meningkatkan imajinasi melalui beragam rangkaian eksperimen.

Dan orang-orang yang terus menjaga nyala semangat kreativitasnya itulah yang biasanya akan menjadi jagoan dalam dunia kreatif desain grafis. Karena tidak hanya butuh keahlian, tapi juga kerja keras, ketekunan, dan hasrat yang sangat tinggi untuk terus maju dan memberikan yang terbaik dalam berkarya.

Sosok-sosok seperti itu, Seth Godin menyebutnya dengan Linchpin, yaitu sosok-sosok yang indispensable atau sosok yang tak tergantikan karena sangat dibutuhkan. Linchpin adalah orang yang dapat mengatasi kekacauan dengan menciptakan ketertiban, serta menciptakan, menghubungkan dan mewujudkan sesuatu menjadi nyata. Inilah orang-orang kreatif yang tak hanya sekadar tahu, tapi juga beraksi.

Seth Godin menyebut bahwa sosok-sosk Linchpin inilah yang akan menjadi figur-figur unggulan di masa mendatang. Yaitu sosok-sosok yang risk taker, imajinatif, kreatif, berani tampil beda, dan berpikir out of box tapi selalu mengeksekusi idenya inside the box; berpikir di luar batas tapi selalu mengeksekusi sesuai dengan kondisi yang terhampar di hadapannya. Mereka menggunakan cara-cara yang tak biasa khas otak kanan. Persis, ketika Daniel H. Pink dalam A Whole New Mind pun menyatakan serupa, bahwa mereka yang berotak kananlah yang akan mampu menghadapi keadaan masa depan.

Selamat datang di jagat kreatif desain grafis. Dunia di mana kreativitas menjadi bahan bakar utamanya. Dunia di mana imajinasi, ide-ide, dan keberanian untuk bereksperimen menjadi modal utama. Selamat berkreativitas, dan jadikanlah Indonesia ini lebih baik dengan karya kreatifmu![]

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment