. . .

Creative Online Community, Menumbuhkan Kreativitas Lewat Komunitas Maya

Online community bukanlah social network. Masuk kategori social network misalnya adalah Facebook, MySpace, atau LinkedIn. Sedangkan yang masuk kategori online community misalnya adalah Flickr.

Perbedaan mendasarnya adalah seperti ini:

Mereka yang bergabung ke social network adalah orang-orang yang ingin menguatkan hubungan yang lama atau membangun hubungan baru. Sedangkan online community, terbentuk karena kesamaan ketertarikan, hobi, ataupun lokasi tinggal.

Misalnya Flickr, disebut online community karena yang terkumpul di situ bukan mereka yang memiliki hubungan nasab, teman, klien, dan lain sebagainya. Akan tetapi, karena kesamaan hobi, yaitu fotografi.

Orang-orang sering mengeluh dengan social network yang isinya ‘sampah’ karena sering berisi keluhan, galauan, dan yang semacamnya. Tak sepenuhnya benar, karena social network bisa berperan dengan sangat baik sebagai sarana silaturahim, tes market produk, survei, kolaborasi, dan lain sebagainya bila kita memang pandai memanfaatkannya untuk kemanfaatan.

Saya biasa menumbuhkan kreativitas dengan sering-sering menyambangi creative online community. Misalkan saja dua online community berikut ini, yang mungkin masih jarang kamu dengar.

COWBIRD.COM. Saya suka banget dengan tagline-nya: the most beautiful world to tell stories. Apalagi, ide storytelling dalam dunia marketing and communication sedang ngehip dan sedang saya perhatikan. Ide brand-brand kecil yang membuatnya menjadi besar bisa dibangun dengan create story yang membangun engagement juga tengah tak resapi. So, tiap-tiap story di web ini bisa membantu kita mendapatkan letupan ide yang baik, dan dengan perspektif yang sangat unik.

DIY.ORG. Online community khusus anak, diajarin kreatif, tidak takut mencoba, mengerjakan proyek-proyek keren dengan anak-anak lain di belahan dunia lain. Dan yang paling keren adalah, sejak dini dibiasakan networking dan kolaborasi. Saya masih menganggap pengkreasi website ini jenius. Ilustrasi untuk avatar, landing page, dan pengkategorian, juga bisa menstimulus kreativitas anak-anak. Apalagi edisi challenge-nya. Uh, jenius lah penciptanya. Mengenai online community ini, “The big idea is that anyone can become anything just by trying–we all learn by doing. With skills each of us can build our world,” kata timnya. Gimana nggak bikin meleleh, coba ….

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

2 thoughts on “Creative Online Community, Menumbuhkan Kreativitas Lewat Komunitas Maya”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.