Panduan Menulis Artikel yang Bagus dan Menarik di Blog

artikel bagus dan menarik di blog

Menulis artikel di blog itu mudah. Akan tetapi, menulis artikel yang bagus dan menarik di blog, tidak mudah.

Lalu, bagaimana caranya menulis artikel yang memiliki potensi dibaca puluhan ribu orang dan pada saat yang sama memberikan kebermanfaatan?

Perlu saya garis bawahi: kebermanfaatan.

Kita tentu sudah jenuh dan jengah dengan media-media penyebar artikel yang hanya memedulikan traffic. Judul artikel dibikin cetar, namun isinya penuh kepalsuan dan adu domba.

Mungkin dengan begitu, cring-cring duit dari Google Adsense akan membanjir. Akan tetapi, apakah duit seperti itu berkah? Yang didapat dari sebuah artikel yang sama sekali tidak memberikan kebermanfaatan?

Maka, postingan saya kali ini adalah untuk memberikan panduan, bagaimana menghadirkan artikel yang bagus dan menarik di blog. Artinya, memiliki kualitas artikel yang bagus, namun juga memilki potensi sebagai artikel yang akan dibaca banyak orang. Dengan begitu, pahala akan terus mengalir kepada kita sebagai pekarya, karena membuat karya yang bermanfaat.

Indah, anggun, dan penuh keberkahan.

1 – Judul yang Sesuai dengan Artikel

Sudah sering melihat judul yang tidak sesuai dengan artikel? Sama. Bagaimana rasanya?

Menjengkelkan. Membosankan. Tidak berkelas.

Dan itu berpotensi untuk membuat pembaca, malas untuk datang ke blog kita lagi.

Kita terkesan abal-abal. Pemburu traffic. Haus klik. Dan sebutan-sebutan yang lebih menyudutkan blog kita sebagai blog yang tidak bermutu.

Dan itu sangat buruk untuk citra blog kita di masa depan.

Maka, belajarlah membuat judul yang baik DI SINI, sekaligus menjadikannya relevan dengan artikel yang ditulis.

2 – Paragraf Pertama yang Memikat

Saat kita gagal menghadirkan paragraf pertama yang memikat, kita akan gagal menyajikan artikel yang baik dan menarik di blog. Mengapa? Karena pembaca akan memilih untuk menutup blog kita, dan membuka blog yang lain.

Artinya, sebagus apa pun konten, namun bila tak memiliki paragraf pertama yang memikat, kita gagal dalam menulis artikel yang bagus dan menarik di blog.

Para pembaca blog kita itu layaknya seorang editor. Bila paragraf pertama saja sudah membuat muak, mereka akan malas untuk meneruskan bacaan ke paragraf berikutnya.

Maka, coba perhatikan paragraf pertama yang saya buat di artikel ini.

Menulis artikel di blog itu mudah. Akan tetapi, menulis artikel yang bagus dan menarik di blog, tidak mudah.

Dalam pikiran pembaca paling tidak akan seperti ini:

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Tugas Seorang Copyeditor dalam Penerbitan

tugas copyeditor

Dalam kasta editorial, seorang copyeditor berada dalam urutan paling bawah, yakni copyeditor, editor, senior editor, managing editor, dan terakhir adalah chief editor. Meski begitu, tugas seorang copyeditor ternyata tidak mudah.

Memangnya, apa saja tugas seorang copyeditor?

Pada prinsipnya, peran seorang copyeditor adalah editor nas. Wilayah kerjanya hanya dua, yakni melakukan first reading dan mechanical editing.

Kita akan membahasnya satu per satu.

Bayangkan sebuah penerbitan, setiap hari menerma banyak naskah yang masuk, baik dalam format hardcopy maupun softcopy.

Nah, di sinilah seorang copyeditor memainkan perannya. Saat ada naskah masuk, seorang copyeditor yang akan menyeleksi pertama kali, lewat aktivitas yang dinamakan first reading.

Dalam fase first reading, seorang copyeditor menilai sebuah naskah, yang secara garis besarnya adalah:

  • Memeriksa kelengkapan naskah, seperti prolog, daftar isi, isi naskah, epilog, tentang penulis, foto penulis, daftar pustaka, gambar-gambar yang dibutuhkan dalam naskah, dan sebagainya, yang biasanya menjadi syarat kelengkapan sebuah naskah dalam sebuah penerbitan.
  • Apa kekuatan dan kelemahan naskah tersebut.
  • Apakah naskah tersebut sudah sesuai dengan visi dan misi penerbit. Ini penting, jangan sampai naskah teryata memuat konten yang berlawanan dengan visi dan misi penerbit terkait.

Dalam fase first reading ini, seorang copyeditor harus memeriksa naskah masuk dalam format hardcopy, bukan softcopy. Mengapa? Karena, tingkat kejelian dan ketelitian akan berbeda ketika kita mengoreksi naskah secara hardcopy daripada memeriksa naskah dalam format softcopy. Lagipula, adalah tugas seorang copyeditor untuk memberikan catatan tersendiri dalam naskah, yang tentu membutuhkan format naskah hardcopy.

Caranya, dengan menyediakan bolpoin berwarna merah, stabillo, dan kertas post-it. Dengan ketiga alat tempur itulah seorang copyeditor memeriksa naskah masuk, dan menentukan kualitas serta kekuatan dan kelemahan dari naskah tersebut.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Panduan Menulis Biografi

Cara Menulis Biografi

Panduan menulis biografi ini saya tuliskan dengan sederhana, karena memang saya rancang untuk pemula. Semoga ini bisa menjadi fondasi untuk kamu yang ingin memasuki area sebagai penulis biografi atau penulis kisah hidup.

Selamat membaca panduan menulis biografi ini dengan seksama.

 

APA ITU MENULIS BIOGRAFI

Dalam panduan menulis biografi ini, saya tidak akan menjabarkannya panjang lebar yang malah berpotensi membuatmu mumet. Saya akan mencoba menyederhanakan segala pengetahuan dan pengalaman saya dalam penulisan biografi dan menghadirkan panduan menulis biografi yang enak dan renyah, bahkan bisa dinikmai oleh pemula sekalipun.

Begini.

Menulis biografi adalah menulis kisah hidup. Menulis biografi adalah menulis berdasarkan kisah nyata. Dalam perkembangannya memang kita dapati ada istilah autobiografi, memoar, novel biografi, dan lain sebagainya. Tak apa. Tak usah bingung. Itu hanya pengembangan saja.

Intinya yang ingin saya sampaikan dalam panduan menulis biografi ini mah, menulis biografi adalah menulis kisah hidup berdasarkan kisah nyata. Itu saja sudah cukup sebagai pegangan. Karena kalau tidak nyata, berarti fiksi. Dan itu berarti masuknya ke novel.

Lalu, bagaimana dengan novel biografi?

Iya, saya tahu. Ada beberapa penulis yang menerapkan metode ini, seperti trilogi novel biografinya Dahlan Iskan.

Nah, novel biografi adalah adalah kisah nyata yang dinovelisasi. Dibikin versi novelnya.

Gitu doang? Iya, gitu doang. Jadi, tak usah bingung lagi, ya. Insya Allah saya rancang artikel panduan menulis biografi ini menjadi pegangan yang bisa menjadi rujukan kamu dalam berkarya nantinya.

Nah, menulis biografi sebenarnya tak harus selalu runtut, dari mulai masa kecil hingga akhir dari kehidupan sekarang. Itu akan jadi sangat tebal, membuat orang malas membaca, dan yah, tentu saja terasa membosankan.

Padahal, tujuan utama dari menulis biografi adalah menyampaikan pesan-pesan kehidupan seseorang kepada khalayak.

Dan pesan-pesan kehidupan itu tidak akan sampai dan bisa diterima dengan baik oleh pembaca, kalau kita menyampaikannya dengan cara yang membosankan sekaligus njlimet.

Itu hal penting yang harus saya sampaikan dalam panduan menulis biografi ini.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

45 Kata Baku yang Sering Ternista

Menguasai kata baku memang tidak mudah. Berkali-kali harus mengecek ke KBBI pun rasanya membosankan dan memakan waktu. Jangankan kamu yang jarang nulis dan tidak berada dalam industri penerbitan, saya saja sering belepotan, kok. Tak usah risau, menjadi penulis profesional memang membutuhkan latihan terus-menerus dan pemahaman materi dasar yang mumpuni.

Khusus untuk kamu, saya sarikan ke-45 kata tidak baku yang sering digunakan dan sering saya temukan dalam naskah-naskah yang ditulis oleh para pemula dalam dunia penulisan yang sering mampir ke meja editorial saya.

Tak perlu dihapal, cukup dibiasakan saja ketika menulis, agar menggunakan kata baku berikut ini.

1 – Afdol seharusnya Afdal

2 – Aktifitas seharusnya Aktivitas

3 – Ambulan seharusnya Ambulans

4 – Analisa seharusnya Analisis

5 – Handal seharusnya Andal

6 – Antri seharusnya Antre

7 – Apotik seharusnya Apotek

8 – Azas seharusnya Asas

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Tiga Hal yang Perlu Saya Sampaikan kepada Penulis Pemula

tips menulis pemula

Untuk menjadi penulis, tidak kemudian saya lahir langsung menjadi penulis. Saya berlatih sangat banyak. Sangat sering. Dan saya berlatih di sepanjang hidup saya. Saya berlatih menulis sejak saya menjadi Ketua Departemen Publikasi di OSIS SMA. Programnya tentu saja yang terkait dengan dunia penulisan. Ada mading, majalah, hingga buletin sekolah. Sejak saat itu, saya keranjingan menulis. Selepas SMA, saya pun ikut membidani lahirnya beberapa buletin di kampus. Dan sejak masa kuliah itulah, saya sudah membuat naskah buku. Selepas kuliah, saya mengajukan beberapa naskah tersebut ke beberapa penerbit. Dan sukses tertolak. Tak menyerah, saya pun kemudian terus memperbaiki naskah nonfiksi saya tersebut. Selepas kuliah, karena saya kuliah di jurusan pendidikan, saya mengajar selama setengah tahun. Merasa tidak memiliki passion dalam institusi pendidikan, saya memilih resign.

Saat itu, ada lowongan di sebuah penerbit, dan saya memberanikan diri melamar pekerjaan menjadi editor, padahal saya sama sekali tak memiliki latar belakang pendidikan di bidang sastra. Semua hanya berbekal: saya merasa bisa menulis, saya suka membaca, dan saya sudah menghabiskan banyak sekali buku untuk dibaca. Jadi, saya kira, passion saya dalam dunia penulisan-penerbitan sudahlah terlalu menggila.

Tak dinyana, saya diterima.

Sejak saat itu, saya makin girang, karena merasa menemukan industri yang cocok dengan passion. Sejak itu pula, sudah tak terbendung karya saya, baik untuk membantu penulis baru meraih best-seller, hingga saya sendiri pun hingga catatan ini diturunkan, sudah menulis lebih dari 23 buku, mengisi banyak workshop, seminar, juga training tentang penulisan-penerbitan.

Lalu, apa hal terbaik yang bisa saya bilang kepada para penulis pemula?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!