Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Penulisan

kesalahan dalam penulisan

Beberapa kesalahan ini sering dilakukan, baik oleh penulis pemula, maupun oleh penulis yang sudah sering menulis. Wajar, karena biasanya para penulis menulis berdasarkan hanya karena ingin menuangkan gagasannya, tanpa memerhatikan peraturan dasar penulisan.

Nah, berikut ini adalah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan.

 

BENTUK IDIOMATIK

Kebanyakan kita menulis SESUAI DENGAN, padahal seharusnya SESUAI BAGI.

Gaji yang hanya Rp3.000.000,00 per bulan itu tidak sesuai baginya.

Kebanyakan kita menulis ANTARA …. DAN …., padahal seharusnya ANTARA … DENGAN ….

Semua ini tidak masuk akal, antara hal ini dengan hal itu.

Kebanyakan kita menulis SEHUBUNGAN DENGAN, padahal seharusnya SEHUBUNGAN OLEH.

Sehubungan oleh peristiwa memalukan itu, kepala desa tersebut kemudian mengundurkan diri.

Kebanyakan kita menulis DISEBABKAN OLEH, padahal seharusnya DISEBABKAN KARENA.

Dia tidak masuk kuliah lagi semenjak hari itu, disebabkan karena penyakit kankernya yang sudah sangat parah.

 

PENGGUNAAN KATA DAN MAKNANYA

Ada banyak kata yang masih disalahpahi penggunaannya. Paling sering adalah kata-kata berikut ini, yang saya sertakan juga contohnya, sehingga kamu bisa menggunakannya sebagai inspirasi untuk naskahmu nanti.

 

SEGALA, SEGENAP, SELURUH, SEMUA

Film yang ditonton anak berusia 10 tahun itu memang film untuk segala umur

Segenap lapisan masyarakat menyambutnya terpilihnya Presiden terbaru.

Seluruh murid di kelas itu kemudian menangis.

Semua yang hadir pada hari itu sangat terkesima dengan pertunjukan Bunga Citra Lestari.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

46 Frasa Penghubung Antarkalimat

antarkalimat

Sering merasa susah untuk menyusun kalimat? Sering mampet dan tak tahu harus menulis apa? Atau, merasa tulisanmu tidak enak dibaca dan kurang nyambung dan tak mengalir dengan baik?

Jawabannya adalah, karena kamu tidak terbiasa menggunakan frasa penghubung antarkalimat. Nah, berikut ini, saya berikan 46 frasa penghubung antarkalimat yang bisa kamu gunakan, agar kalimat-kalimat yang kamu torehkan menjadi lebih hidup, dan ide-ide mengalir lagi karena kamu merasa tidak mampet dalam menulis.

Agaknya, ….

Akan tetapi, ….

Akhirnya, ….

Akibatnya, ….

Artinya, ….

Biarpun begitu, ….

Biarpun demikian, ….

Berkaitan dengan itu, …

Dalam hal ini, ….

Dalam hubungan ini, …

Dalam konteks ini, ….

Dengan demikian, ….

Di samping itu, ….

Di satu pihak, ….

Di pihak lain, ….

Jadi, ….

Jika demikian,

Kalau begitu, ….

Kalau tidak salah, ….

Kecuali itu, ….

Lagi pula, ….

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Bagaimana Sebuah Buku Bisa Best Seller?

best seller

Sebuah buku produk penerbitan mendapatkan sematan best-seller biasanya adalah buku yang terjual habis dalam jumlah tertentu dengan waktu yang relatif singkat. Pada tahap ini memang biasanya di luar prediksi penerbit.

Khusus di Indonesia, anggapan best seller pernah ditetapkan kalau terjual di atas 10.000 eksemplar dalam waktu satu tahun. Namun, kini angka itu berangsur-angsur naik menjadi 20.000-50.000 eksemplar dalam jangka 3-6 bulan.

Lalu, apa faktor yang membuat sebuah buku menjadi best-seller?

Pertama, biasanya isi buku memenuhi kebutuhan prioritas dari para calon pembaca. Kebutuhan prioritas ini misalnya adalah buku Food Combining yang menyasar hidup sehat kekinian, atau Gara-Gara Facebook yang menyasar pedagang online.

Kedua, buku terbit berdekatan dengan momentum tertentu, seperti Ramadhan atau musim haji. Momentum-momentum seperti ini memang menjadi faktor yang sangat krusial. Bahkan, ada beberapa penerbit yang mencoba untuk memanfaatkan momentum Ramadhan, misalnya, untuk mengeluarkan produk khusus. Harapannya, tentu meraih penjualan laris.

Ketiga, buku terbit sesuai dengan tren yang sedang hangat. Dengan menumpang tren, sebuah buku akan cepat mendapatkan apresiasi dan atensi. Tentu saja, hal ini berefek bagus bagi penjualan.

Keempat, isi buku menampilkan sesuatu yang baru, revolusioner, atau spektakuler. Misalkan adalah buku Balita pun Hafal Al-Qur’an karya Salafuddin Abu Sayyid. Buku ini menjadi primadona, bahkan sudah dibedah di berbagai kota lebih dari 100 kali.

Kelima, isi buku menampilkan sesuatu yang kontroversial. Contoh paling nyata adalah buku Jakarta Undercover.

Keenam, penulis buku adalah tokoh terkenal. Misalkan karya-karya Tung Desem Waringin dan Jamil Azzaini atau Ippho Santoso, selalu meraih penjualan yang tinggi, karena memang didukung oleh penulis yang memiliki basis massa yang banyak.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Panduan Menjadi Editor Andal

panduan menjadi editor andal

Saya, sebagaimana editor lain di Indonesia, menjadi editor adalah bukan perkara yang saya cita-citakan sejak mulanya. Sejak awalnya, saya lebih bercita-cita sebagai penulis dan penguasa media, atau memilki digital media network yang besar, dan memiliki peran yang krusial dalam ranah mindset pembaca.

Namun, saya mensyukuri, ketika saya terjerumus menjadi editor, berkat bimbingan dari suhu perbukuan Indonesia, yakni Bambang Trim. Saya menikmati betul menjadi editor, karena saya menjadi tahu bagaimana mengemas konten, membuatnya menarik, dan memiliki daya jual yang bagus.

I am on the track to my biggest dream.

Tak seperti mentor saya, Bambang Trim, yang menyelesaikan pendidikan editing-nya di Unpad, saya sebagaimana hampir 80% editor lainnya di muka bumi Indonesia, belajar autodidak pada awalnya. Namun saya beruntung, karena mendapatkan bimbingan langsung dari Pak Bambang Trim. Jadi, saya lebih baik dan lebih bermutu, tak seperti editor lainnya yang terpaksa karena keadaan, sehingga kurang paham apa sebenarnya yang diharapkan dari peran dan fungsi dari seorang dalam memajukan industri penerbitan. Padahal, editor adalah sosok yang paling dicari dalam industri perbukuan karena kerja profesionalnya sangat dibutuhkan sebagai jaminan kelanggengan sebuah institusi penerbitan.

Kok bisa?

Karena pekerjaan editor bukan soal membetulkan bahasa, melainkan manajemen proses segala hal mengenai penerbitan buku, mulai naskah hingga pruf siap cetak. Makanya, editor semestinya adalah problem solver, decision maker, communicator, dan effective people. Empat sarat wajib itulah yang harus dimiliki oleh seorang editor andal yang siap memajukan industri penerbitan dan perbukuan menjadi lebih baik. Di samping itu, seorang editor juga harus memiliki visi yang jelas, yakni menciptakan buku yang berkualitas, sehingga buku atau karya tersebut mampu mempengaruhi kehidupan banyak orang ke arah yang lebih baik.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Hak dan Kewajiban antara Penulis dan Penerbit

Hak dan kewajiban penulis dan penerbit

Penulis dan penerbit adalah partner yang harusnya bisa bersinergi dalam industri perbukuan, karena antara penulis dan penerbit memang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.

Apalah arti penulis tanpa penerbit, dan apalah pula arti penerbit tanpa adanya penulis. Makanya, hak dan kewajiban masing-masing memang harus saling dipahami dengan baik.

 

Hak Penerbit

1 – Mendapatkan naskah sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang disepakati.

2 – Menerima naskah sesuai dengan deadline yang ditetapkan.

3 – Mendapatkan hak eksploitasi eksklusif atas naskah.

4 – Mendapat jaminan legalitas atas naskah.

Naskah dikelola sebaiknya setelah ada akad atau perjanjian penerbitan yang disepakati bersama.

Penulis atau pengarang diberi keleluasaan untuk memilih sistem kerja sama yang ditawarkan: outright (flat free), semiroyalti, atau royalti.

Bahan-bahan naskah yang dilindungi hak cipta harus mendapatkan izin dari pemegang hak cipta apabila memenuhi unsur untuk wajib mendapatkan izin, seperti pencantuman foto, pengutipan yang besar secara kualitatif.

5 – Menetapkan judul, perwajahan kover dan isi, serta spesifikasi produksi buku.

 

Hak Penulis

1 – Mendapatkan imbalan atas penulisan dan eksploitasi naskah sesuai dengan yang disepakati.

2 – Tetap memiliki hak cipta atas terbitan.

3 – Menyetujui batas waktu atau batas oplag eksploitasi naskah.

4 – Mengajukan perlunya revisi atau penambahan naskah dan mendapatkan imbalan tambahan.

5 – Mendapatkan contoh terbitan secara cuma-cuma sesuai dengan jumlah yang disepakati.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!