Rahmat-Nya adalah Idaman Kita

Menjalani kehidupan dunia, berarti memangkas keangkuhan, karena ia hanya akan membuat kita tersungkur hina di dunia.

Menjalani kehidupan dunia, berarti mengubur sifat-sifat pembohong dalam diri, karena pembiasaan kebohongan dalam diri, hanya akan membuat doa-doa kita kosong dan tak bisa melangit.

Menjalani kehidupan dunia, berarti membiasakan jujur, karena dalam kejujuran selalu terkandung kemanjuran dalam setiap doa yang terpanjatkan.

Menjalani kehidupan dunia, berarti menerima segala yang ada dengan lapang dada, dengan khusnuzhan yang berlimpah dan seluas samudera. Karena keiri-hatian dan kesakit-hatiaan atas segala yang terjadi di sekitar, hanya akan membuat hati tak tenang dan hidup menjadi penuh kegusaran.

Menjalani kehidupan dunia, berarti membuang jauh kekufuran, karena sungguh, sesiapa yang kufur, ia hanya akan tersungkur dengan kepedihan dari-Nya.

Jika kita berdekat-dekat dengan-Nya, kasih-Nya melimpah, sayang-Nya meruah. Hidup terbaik adalah, kala kita berlimpah ruah keduanya. Karena jika keduanya sudah memenuhi tiap-tiap sendi hidup, hidayah yang telah melekat kuat itu, takkan tergoyahkan dan tergeserkan. Jika keduanya telah mewarnai di tiap-tiap episode hidup, karunia-Nya akan memenuhi setiap langkah.

Seperti kata Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Qur’an-nya, “Rahmat Allah lah yang menyertai Ibrahim tatkala ia dibakar oleh api yang dinyalakan oleh Namrud. Kasih sayang Allah lah yang menyertai Nabiyullah Yusuf saat ia ditelan dan berada dalam perut ikan. Kasih sayang Allah lah yang mengiringi Nabiyullah Musa saat ia masih bayi dan diletakkan di sungai sehingga ia lolos dari kekejaman Firaun. Kasih sayang Allah lah yang mengiringi para pemuda Al-Kahfi yang berlindung dalam gua sehingga terselamatkan dari kekejaman raja.

“Maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Rabbmu akan melimpahkan sebagian kasih sayang-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.” (Al-Kahfi [18]: 16)

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Kekayaan dan Kebermanfaatan

Bagi yang belum pernah merasai hidup berlebih dengan banyaknya harta, ia kan mengejar kekayaan dengan habis-habisan tanpa ampun-ampunan. Namun, bagi yang telah merasai berada di kondisi memiliki kelebihan kekayaan, ia kemudian akan menyadari, bahwa pada akhirnya, hanya menebar kemanfaatanlah yang membuat diri bisa hidup penuh keberlimpahan.

Kekayaan harus kita jaga, namun kebermanfaatan akan terus menjagai kita.

Kekayaan harus terus kita amankan dari para pencuri, namun kebermanfaatan akan terus menjagai kita hingga ke surga, karena ia mengantar pahala yang tiada terputus.

Kekayaan harus terus kita upayakan kehalalannya, namun kebermanfaatan jelas-jelas halal dan membawa keberkahan.

Kebahagiaan dunia akan selalu bersifat relatif. Setiap orang memiliki kadar kebutuhannya masing-masing. Setiap orang memiliki kadar keinginannya masing-masing.

Dengan begitu, kebahagiaan dunia selalu begitu sifatnya: tergantung dari siapa pangejar keinginan dunia itu. Besar-kecil, banyak-sedikit, tergantung dari siapa pelakunya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Bukti Cinta Pada Sang Nabi

Bila mencintai adalah hak Rasulullah dari umatnya, maka mengikuti sunnah Rasulullah adalah sebagai bukti cintanya. Sebagaimana jika sesorang mencintai sesuatu membutuhkan bukti, cinta kita kepada Rasulullah pun membutuhkan bukti yang jelas.

Oleh karena itu, Allah akan menerima cinta hamba-Nya ketika cinta tersebut telah dibuktikan dengan jelas dalam bentuk ittiba’ kepada Rasulullah.

Bukti cinta kepada Rasulullah adalah dengan bening diri ini mengikuti segala sunnahnya. Dengan tunduk diri ini terhadap segala larangan dan perintahnya. Dengan jernih tidak mencampur-adukkan antara yang haq dan bathil. Serta dengan riang mengikuti perkataan, perbuatan, dan ketetapan-ketetapan beliau. Karena segala yang telah dicontohkannya adalah perintah Allah yang berarti wajib bagi kita untuk jua melakukannya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Sabar dan Syukur adalah Kunci dalam Hidup

sabar syukur kunci hidup

Terciptanya kita di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Tentu saja dengan benar sesuai dengan petunjuk-Nya, dan yang telah dicontohkan oleh Rasul-Nya.

Bila kita mengenal Rasulullah sebenar-benar, tak kan ada tata cara peribadahan yang menyimpang dan membuat-Nya murka. Tak akan ada ceritanya penyembahan yang berbentuk kesyirikan. Ataupun beragam bentuk peribadatan lain yang menyesatkan dari jalan ibadah yang telah digariskan oleh-Nya.

Dengan begitu, kecukupan untuk senantiasa hanya bertaat-taat kepada-Nya, dan bukan selain-Nya, akan senantiasa dilazimi diri.

“Sesiapa berbuat baik di siang hari, dia kan dicukupi pada waktu malamnya. Sesiapa berbuat baik pada malam hari, ia kan dicukupi pada waktu siangnya. Sesiapa jujur nan tulus meninggalkan syahwat, Allah kan menghilangkan syahwat tersebut dari hatinya. Allah terlalu mulia bila menyiksa hati yang ditinggalkan oleh syahwatnya,” kata Abu Sulaiman Ad-Darani.

Hadirnya Rasulullah Muhammad sebagai hamba yang mulia di tengah umat manusia merupakan karunia Allah yang amat besar bagi kaum muslimin. Beliau adalah Nabi sekaligus Rasul yang terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia di dunia. Risalah yang dibawa beliau tidak hanya diperuntukkan kepada wilayah, ras, suku atau bangsa tertentu saja. Akan tetapi, untuk seluruh manusia di bumi tanpa tersekat oleh wilayah, bangsa atau warna.

Dengan hadirnya Rasulullah di tengah-tengah kita, beserta Al-Qur’an dan tata cara hidup yang telah dipraktikkannya, membuat kita mampu membedakan antara yang hak dan bathil, serta jalan menuju Allah menjadi sangat jelas dan terang.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Ilmu dan Amal

ilmu dan amal

Ilmu akan memutik, berkembang, kemudian tumbuh memohon tinggi nan rindang serta berakar kuat, manakala diusung oleh mereka yang memiliki kemauan dan semangat dada yang membara-bara, serta berbasuhkan kesabaran dalam merengkuhinya.

Lebih utama lagi, manakala kekuatan tubuh sedang dalam masa-masa emasnya. Dan kesemua syarat itu, terwujudi dalam satu tubuh: pemuda. Di sanalah berkumpulnya kekuatan jasmani, lancarnya konsentrasi dan daya pikir, sedikitnya kesibukan hingga bebas untuk melanglangbuana, serta tak adanya tanggung jawab hidup dan kepemimpinan kekeluargaan.

Seseorang hanya akan mampu mengoptimalkan segenap yang ada pada dirinya ketika masih muda saja. Sederhananya begini. Bisa saja, seseorang belajar pada masa tuanya. Namun, pada beberapa momen tertentu, ia pasti akan tersandung dalam kesulitan-kesulitan yang kita yakin bahwa pada masa mudanya, ia pasti bisa melakukannya lebih baik dan maksimal.

Contohnya dalam menghafal Al-Qur’an. Seseorang yang usianya sudah lanjut, bisa saja ia menghafal satu halaman per harinya. Namun, dapat kita pastikan ia juga akan lupa dalam waktu yang cepat pula.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!