Download Undang-Undang Sistem Perbukuan Tahun 2017

Undang-undang sistem perbukuan telah disahkan. Beberapa revisi dilakukan. Beberapa informasi penting yang akan kita dapatkan dalam undang-undang ini misalnya adalah:

Sistem Perbukuan adalah tata kelola perbukuan yang dapat dipertanggungiawabkan secara menyeluruh dan terpadu, yang mencakup pemerolehan naskah, penerbitan, pencetakan, pengembangan buku elektronik, pendistribusian, penggunaan, penyediaan, dan pengawasan buku.

Buku adalah karya tulis dan/atau karya gambar yang diterbitkan berupa cetakan berjilid atau berupa publikasi elektronik yang diterbitkan secara tidak berkala.

Naskah Buku adalah draf karya tulis dan/atau karya gambar yang memuat bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir.

Literasi adalah kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

Penulis adalah setiap orang yang menulis Naskah Buku untuk diterbitkan dalam bentuk Buku.

Penulisan adalah penyusunan Naskah Buku melalui bahasa tulisan dan/atau bahasa gambar.

Penerjemah adalah setiap orang yang melakukan penerjemahan.

Penerjemahan adalah pengalihbahasaan Buku dari bahasa sumber ke dalam bahasa tertentu, baik gaya, makna, maupun konteks.

Terjemahan adalah hasil pengalihbahasaan Buku dari bahasa sumber ke dalam bahasa tertentu, baik gaya, makna, maupun konteks.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Best 29.500 Free Awesome Fonts 2017

Koleksi hasil mengumpulkan font-font gratisan. Siapa tahu kamu butuh. Saya total, ternyata sekitar 29.500. Banyak juga, ya. Silakan mengunduhnya dengan mengisi form di bawah ini. CARA MENGUNDUH Bagaimana cara mendapatkan koleksi font ini? Pertama, silakan follow akun @syazanihijab. Pastikan untuk memfollownya, ya. Kedua, sIlakan isi form di bawah ini. Sebukan nama pada kolom [NAME] dan … Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Free Download E-Book 145 Energi Keshalihan

Ilmu akan memutik, berkembang, kemudian tumbuh memohon tinggi nan rindang serta berakar kuat, manakala diusung oleh mereka yang memiliki kemauan dan semangat dada yang membara-bara, serta berbasuhkan kesabaran dalam merengkuhinya.

Lebih utama lagi, manakala kekuatan tubuh sedang dalam masa-masa emasnya. Dan kesemua syarat itu, terwujudi dalam satu tubuh: pemuda. Di sanalah berkumpulnya kekuatan jasmani, lancarnya konsentrasi dan daya pikir, sedikitnya kesibukan hingga bebas untuk melanglangbuana, serta tak adanya tanggung jawab hidup dan kepemimpinan kekeluargaan.

Seseorang hanya akan mampu mengoptimalkan segenap yang ada pada dirinya ketika masih muda saja. Sederhananya begini. Bisa saja, seseorang belajar pada masa tuanya. Namun, pada beberapa momen tertentu, ia pasti akan tersandung dalam kesulitan-kesulitan yang kita yakin bahwa pada masa mudanya, ia pasti bisa melakukannya lebih baik dan maksimal.

Contohnya dalam menghafal Al-Qur’an. Seseorang yang usianya sudah lanjut, bisa saja ia menghafal satu halaman per harinya. Namun, dapat kita pastikan ia juga akan lupa dalam waktu yang cepat pula.

Atau, tentang seseorang yang sudah lanjut usia, dan ingin sekali belajar membaca Al-Qur’an secara benar. Makhrajnya pas, tajwidnya sesuai, dan alunan suaranya merindukan. Akan tetapi, ia akan kesulitan memperbaikinya, karena lisan yang sudah tak berfungsi normal lagi. Nah, tentu masa-masa optimal telah terlewatkan bukan.

Sebelum terlambat, mari memaksimalkan.

Sungguh anugerah yang perlu disyukuri. Zaman ini, telah memudahi langkah kita untuk mereguki ilmu dari berbagai sarana. Akan tetapi, perlu diingat. Karena itu berarti kita tak lagi menemui alasan untuk tak meregukinya.

“Mencari ilmu adalah kewajiban,” kata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, “ia merupakan penawar bagi hati yang sakit. Terpenting lagi, bagi setiap hamba adalah harus mengenal agamanya. Sebab mengenal agama dan mengamalkannya adalah penyebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sebaliknya, kebodohan mengenai agama dan menyia-nyiakannya menjadi penyebab masuknya seseorang ke dalam neraka,” pungkasnya mewanti-wanti kita.

Sifat dari ilmu syar‘i yang utama itu, otomatis tidak bisa kita jadikan sampingan dalam mereguknya. Oleh itulah, peregukannya harus menjadi prioritas, dan harus menyita sebagian besar waktu kita. Setelah dapat, teruslah untuk menjagainya.

Menjagai ilmu, berarti melestarikannya untuk terus bermanfaat. Ali bin Abi Thalib, dengan sangat apik menerangkan tentang ini, “Ilmu menyeru pemiliknya untuk mengamalkannya. Jika ia mengamalkannya, maka ia menjawab seruan itu. Jika tidak, maka ilmu tersebut telah pergi menjauh darinya.”

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Free Ebook! Spirit Menulis untuk Dakwah

ebook tentang dakwah

Lihat dan perhatikanlah bagaimana sejarah bertutur penuh semangat tentang para ulama yang berkarya di semasa hidupnya.

Ibnu Main mampu meninggalkan karya tulis sejumlah 100 qimatr dan 14 belas hibab di semasa hidupnya. Imam Ibnu Al-Jauzy dikabarkan mampu menulis empat puluh halaman sehari.

Imam Hasan Al-Banna menulis sebuah tanggapan atas buku Dr. Thaha Husein (tokoh sekuler Mesir) ketika beliau sedang dalam perjalanan pulang naik kereta.

Imam Muhammad Abduh menulis buku Ilmu Menurut Islam dan Kristen hanya dalam sehari, sebagai tanggapan terhadap tulisan seorang Kristen yang menyebutkan bahwa Islam tidak menghargai ilmu pengetahuan.

Prof. Musthafa Al-A’zami menulis sejumlah buku yang meruntuhkan pemikiran sesat para orientalis. Bahkan cuma dengan satu buku saja, beliau mampu meruntuhkan teori Schacht dan Goldziher yang sebelumnya mampu bertahan bertahun-tahun lamanya dan dianggap sebagai teori ilmiah.

Asy-Syahid Sayyid Quthb yang menjemput syahidnya di tiang gantungan ini menulis bukunya yang paling fenomenal tafsir Fi Zhilalil Qur’an ketika sedang berada di dalam penjara.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Gratis Ebook! Personal Branding for Creative People

“We are CEOs of our own companies: Me Inc,” kata Tom Peters, “to be in business today, our most important job is to be head marketer for the brand called: YOU.”

Kuatnya personal branding berarti menjadi sangat mencolok di antara riuhnya jagad human capital. Semakin kuat brand-mu, akan semakin kuat kemencolokan itu.

Dalam kenyataan dunia sekarang, personal branding lebih kuat dan berarti daripada apapun bentuk dari sebuah talenta yang dipunyai oleh orang lain.

Kenapa?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!