Gagallah dengan Sering

“All failed companies are the same: they failed to escape competition.”Peter Thiel

Bersaing dengan orang lain membuat kita menghabiskan setiap hari dalam hidup untuk mengejar tujuan yang sebenarnya bukan milik mereka sendiri. Kita memiliki dua pilihan. Pertama, menghabiskan seluruh hidup untuk terus mengikuti apa kata orang lain, atau yang kedua, menghabiskan hidup untuk mengejar dan mewujudkan apa yang kita inginkan. Artinya, kita dapat menentukan kesuksesan untuk diri sendiri berdasarkan nilai kita sendiri dan melepaskan diri dari kebisingan.

And that’s the point. We all need to choose what matters most to us, and own that. If we attempt to be everything, we’ll end up being nothing.

Kegagalan adalah sesuatu yang harus dihargai dan dipuji. Kegagalan seharusnya membuat kita bergerak maju, karena kegagalan selalu memberikan kita pelajaran dan ‘memaksa’ kita untuk belajar.

Uber misalnya, akhirnya mengakui kekalahannya di China setelah kalah total dari pemain lokal: Didi Kuadi. Terdengar seperti nama Jawa, memang. Tetapi itu adalah perusahaan sharing transportation yang menguasai China. Kekalahan yang diderita Uber bukanlah kekalahan dan kegagalan yang murah. Uber harus merogoh kocek sekitar 2 miliar dolar untuk ‘bakar duit’ di negeri Tirai Bambu itu.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Jangan Gampang Menyerah karena Hidup Tak Sesebentar Itu

Kebanyakan, orang-orang di muka bumi ini cenderung untuk tidak akan mengizinkan kita mewujudkan impian. Orang lain cenderung berharap bahwa kita akan gagal meraih impianmu sehingga mereka bisa menertawakanmu—kecuali beberapa orang yang memang menginginkan kita mewujudkannya seperti keluarga dan rekan kerja.

Ryan Holiday memberikan wejangan dalam bukunya The Obstacle Way dengan, “Stop looking for angels, and start looking for angles.” Artinya, kita bisa melakukan apa pun yang kita putuskan untuk harus kita lakukan. Buatlah keputusan dan lupakan apa yang akan orang lain katakan tentang kita. Bila tidak, kita tidak akan pernah benar-benar hidup dan bertanggung jawab atas apa yang akan kita putuskan.

Ketika kita selalu menghargai proses, hasil akan mengikuti dengan sendirinya. Bukan sebaliknya. Daripada banyak berpikir dan memikirkan tentang hidup, lebih baik jadikan diri kita benar-benar bermanfaat—baik bermanfaat untuk diri sendiri maupun bermanfaat untuk orang lain. Pecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh orang lain, tambahkan nilai-nilai pada banyak hal, dan terpenting nikmatilah hidup.

Kegagalan adalah hal yang biasa. Saat terjatuh, kita hanya perlu untuk bangun lagi, dan memulai semuanya lagi. Nikmati raihan-raihan kecil yang berhasil kita lakukan. Perbanyak sisi-sisi kesyukuran. Mengapa?

Karena kesyukuran adalah kunci dari segala permasalahan dalam hidup.

Perhatikan seorang anak kecil. Saat ia merengek meminta mainan, seluruh dunia terasa meledak. Dan saat kita menuruti kemauannya, dia sangat senang. Menghabiskan waktu seharian bersama mainan itu. Namun tidak dengan hari kedua. Perlahan kebahagiaan itu mulai sirna. Mulai memudar. Dan dia mulai meminta mainan baru lainnya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Perbedaan Freelancer dan Entrepreneur

entrepreneur vs freelancer

Perbedaan freelancer dan entrepreneur sebenarnya apa, sih? Penjelasan paling baik mengenail hal ini datang dari Seth Godin. Seorang freelancer adalah seseorang yang dibayar untuk pekerjaannya. Dia bertanggung jawab per jam atau mungkin dengan nilai pada sebuah projek. Freelancer menulis, mendesain, memberi konsultasi, memberi saran, dan sebagainya.

Seorang entrepreneur menggunakan uang (lebih baik uang orang lain) untuk membangun bisnis yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Entrepreneur menghasilkan uang saat mereka tidur. Entrepreneur fokus pada pertumbuhan dan skala sistem yang mereka bangun. Lebih banyak lebih baik.

Dan itulah letak perbedaan terbesarnya. Seorang freelancer bekerja untuk mengerjakan sesuatu dan dia dibayar atas pekerjaan tersebut, sedangkan seorang entrepreneur membangun sistem, yang mana uang akan terus mengalir tanpa harus mengerjakan pekerjaan tersebut.

Tujuan seorang freelancer adalah memiliki pekerjaan tetap tanpa atasan, melakukan pekerjaan hebat dan project keren, untuk secara bertahap meningkatkan kualitas diri, sehingga pesanan pekerjaan semakin banyak, dan kenaikan gaji per jam juga naik.

Tujuan dari entrepreneurship adalah membangun mesin laba jangka panjang yang mantap dan stabil. Seorang entrepreneur membangun sebuah organisasi yang menciptakan perubahan. Baik untuk dirinya, lingkungannya, bahkan terkadang perubahan untuk dunia.

Jika Anda seorang entrepreneur, tidak mungkin mengalami kesuksesan ketika berharap melakukan semua pekerjaan sendiri. Tenaga dan waktu Anda sangat terbatas. Tugas Anda seharusnya membangun sistem.

Nadiem Makarim tidak mengkoding aplikasi Gojek sendiri. Travis tidak menjadi driver Uber.

Jika Anda adalah seorang freelancer, lakukanlah pekerjaan itu sebaik mungkin. Cari tahu bagaimana melakukan pekerjaan terbaik di bidang Anda, pekerjaan terbaik untuk klien yang tepat. Pusatkan perhatian pada reputasi dan arus bisnis Anda. Karena seorang freelancer maju berdasar banyaknya klien yang memesan pekerjaan kepadanya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!
  • 1
    Share

50 Strategi Kreatif Content Marketing yang Terbukti Berhasil

pemasaran konten

Content marketing adalah keharusan bagi sebuah bisnis di era modern. Tanpa menguasai content marketing, maka sebuah bisnis seperti ketinggalan zaman dan akan sangat sulit bersaing dengan para kompetitornya. Hal ini jelas, karena kita telah berada pada era internet, di mana pembuat konten terbaiklah yang akan menang.

(1)

Ada begitu banyak media sosial besar, seperti Instagram, Facebook, Twitter, hingga YouTube. Akan tetapi, saran saya, tentukan satu kanal yang paling diunggulkan. Misalkan, apakah fokus di Instagram dulu, ataukah YouTube terlebih dahulu. Tergantung keperluan campaign dari brand kamu.

Bila mengandalkan gambar, tentu Instagram lebih cocok. Bila mengandalkan video, tentu YouTube lebih utama. Yang pasti, fokus dulu di satu kanal media sosial, lalu konsisten mengisi konten, dan besarkan dengan tekun.

(2)

Pastikan kamu mengambil platform media sosial yang tepat. Contohnya CapitalPitch yang ternyata memiliki strategi content marketing yang lebih berhasil di LinkedIn daripada Facebook. Mengapa? Karena target pasarnya adalah investor dan founder yang lebih matang. Tentu saja, LinkedIn adalah tempat yang tepat dan berkumpulnya orang-orang dengan persona seperti itu.

(3)

Selalu berikan alasan yang tepat dan masuk akal agar orang-orang mau kembali ke blog, Instagram, atau ke akun YouTube-mu. Sebenarnya orang-orang tak begitu suka kalau kita memposting konten terlalu sering. Yang lebih mereka butuhkan adalah konten yang berkualitas. Dua minggu sekali, namun konten sangat bagus, lebih disukai, lebih mudah untuk mendapatkan audiens baru, daripada konten yang sering namun miskin value. We live in an on-demand society but that doesn’t mean you have to post everything in real-time — it’s more important to get it right then get it in real time.

(4)

Fokuslah pada storytelling yang bagus. Pada era sekarang, memposting gambar yang bagus memang membantu. Akan tetapi, audiens akan lebih merasakan pengalaman yang lebih manakala gambar yang bagus disertai dengan storytelling yang menyentuh. Tool yang paling baik dan autentik adalah video, karena audiens merasa terlibat dengan sebuah pengalaman.

(5)

Berkolaborasi dengan influencer lain sangat bagus, karena tidak hanya membuat distribusi kontenmu mengalir jauh, namun juga menjadikanmu sejajar dengan level mereka.

(6)

Saat kamu membuat sebuah konten yang berkualitas tinggi dan luar biasa, distribusinya tidak usah kamu pusingkan, karena ia akan terdistribusi sendiri. Itulah mengapa selalu saya tekankan untuk membuat konten yang bermutu. Tak usah sering-sering, asal bermutu tinggi.

(7)

Tawarkan sesuatu yang bernilai. Sesuatu yang bisa menjadi sebuah solusi atau membaut audiens menjadi lebih mudah. Tukarkan dengan meminta email mereka dan jadikan itu sabagai bahan untuk building list.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!
  • 1
    Share

Mengapa Blog Saya Sepi Pengunjung? Ini 6 Cara Mengatasinya

cara mengatasi blog sepi pengunjung

Bro, kenapa blog gue sepi pengunjung, ya? Nggak kayak blog Lu, yang rame dan seru banget.

Saya sering mendapatkan pertanyaan sekaligus pernyataan seperti itu. Yah, mirip-mirip kayak gitu, lah. Intinya, selalu mengeluhkan dengan blognya yang sepi pengunjung, minim komentar, dan merasa tidak bersemangat untuk ngeblog lagi bersebab rasanya percuma juga ngeblog.

Blog sepi pengunjung memang efeknya banyak.

Satu, kalau pengunjungnya minim, komentar juga akan minim.

Dua, kalau pengunjungnya sedikit, kita pemilik blog juga jadi susah untuk monetizing. Ya, ini tentu saja bagi yang memang berhasrat untuk menjadikan blognya sebagai salah satu kanal income. Tidak ada salahnya. Pada postingan JADI JUTAWAN MODAL NGEBLOG sudah saya kasih tahu caranya dan alasan mengapa serta bagaimana ngeblog pun bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi pengelolanya.

Tiga, saat blog minim pengunjung, pemilik blog jadi nggak semangat lagi untuk meng-update konten. Jadinya, ya blognya makin sepi lagi dari pengunjung.

Jadi, bagaimana mengatasinya?

Sebelum kita membahas solusinya, inilah statistik blog saya. Nggak begitu banyak memang pengunjungnya, tetapi lumayanlah untuk membangkitkan semangat untuk terus beternak konten.

blogku kenapa sepi pengunjung

1 – Fokus dengan Niche Market

Blog yang kontennya terlalu gado-gado, alias bercampur banyak tema, sangat susah menemukan potensi pembaca yang loyal. Kali ini artikelnya membahas tentang curhatan traveling, besoknya membahas tentang Liga Champion, besoknya lagi membahas tentang K-POP dan konspirasi Freemasonry. Pembacamu akan malas untuk balik lagi. Sungguh lebih mudah merawat pelanggan daripada mencari pelanggan baru setiap harinya.

2 – Theme Tidak Menarik

Bayangkan kamu bertamu ke sebuah rumah, dan ruang tamunya berantakan. Di pojok kiri ada ayam bertelur, di tengah ruangan ada panci gosong, dan langit-langitnya ada genderuwo beranak. Siapa juga yang betah, kan?

Begitu juga dengan blog kamu. Pastikan dulu theme yang kamu pakai tidak berantakan. Rapi, bersih, dan profesional. Pastikan layout-nya bagus, font yang digunakan untuk postingan juga enak untuk dibaca, dan beberapa fitur tambahan yang menarik lainnya.

Di mana mendapatkan theme yang bagus dan menarik?

Beli. Sekali lagi saya ulangi: beli.

Mengapa harus beli? Karena kalau kamu hanya mengandalkan theme gratisan, tentu saja tampilan blogmu akan biasa saja dan tidak menarik.

Di mana membeli theme blog yang menarik? Di THEMEFOREST. Harganya nggak terlalu mahal, kok. Masih terjangkau, sekitar 600-900 ribuan saja. Akan tetapi, dengan modal segitu, kamu mendapatkan theme yang akan membuat tampilan blogmu berkualitas dan profesional.

Blog FACHMYCASOFA dan HIJABPRENEUR, kedua-duanya saya membeli theme di THEMEFOREST.

3 – Penguasaan SEO Lemah

Dalam ilmu SEO modern, sebenarnya kuncinya hanya satu: yakni membuat artikel yang berkualitas. Ingat, berkualitas, bukan berkuantitas. Jadi, algoritma Google, sebenarnya lebih menyukai artikel panjang dengan kualitas pendalaman pembahasan yang bagus. Artikel seperti itu lebih disukai Google, daripada artikel yang banyak, namun pendek-pendek.

Itu dasar bermain SEO. Selebihnya, hanyalah teknik sederhana, seperti backlink, pembuatan judul, dan hal-hal lainnya. Akan tetapi, hal paling mendasar adalah, kamu harus membuat artikel yang berkualitas. Bukan artikel pendek namun sering.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!