5 Alasan Mengapa Tak Usah Menanyakan Kapan Nikah kepada Kawanmu

Kapan nikah adalah trending topic sepanjang masa dalam sejarah kehidupan manusia di Indonesia. Bahkan, sesensasional apa pun Syahrini mengeluarkan statement, kagak bakalan bisa ngalahin tren pertanyaan ‘kapan nikah’. Padahal, semua orang juga tahu, bahwa urusan jodoh adalah ranah ilahiyah, namun masih saja banyak yang merecokinya dengan alasan yang tidak lumrah.

Tetapi, Virala berbaik hati, untuk mengingatkan lagi, dan inilah 5 alasan mengapa seharusnya kamu nggak usah nanyain ‘kapan nikah’ kepada kawan kamu.

1 – Karena kamu nggak pernah tahu apa beban hidup kawanmu

Setiap orang, memiliki fase cobaan berat dalam hidupnya. Bila nggak terjadi ketika kecil, pasti pas dewasa, atau ketika pas sudah tua. Semua pasti merasakan yang namanya ‘dark age’ dalam hidupnya. Nggak ada ceritanya hidup seseorang bakalan lurus-lurus saja. Pasti ada tahun-tahun penuh duka, hari-hari penuh nestapa.

Katakanlah si A. Kamu melihatnya sebagai pebisnis online sukses. Omzetnya jutaan per minggunya. Dia sangat giat bekerja, pagi, siang, sore, malam, seolah tanpa henti. “Hei, sudah mapan begitu, kenapa nggak nikah-nikah juga, ingat umur tahu!” Itu yang kamu lihat. Yang kamu tidak tahu, ibunya sedang sakit keras, ayahnya sudah meninggal, adiknya butuh biaya kuliah, dan hutang keluarga yang harus segera dilunasi.

Katakanlah si B. Kamu melihatnya sebagai sosok cantik, barkarier cemerlang, dan usia sudah hampir kepala 3, sebentar lagi. Yang kamu tidak tahu, dia sudah berkali-kali disakiti dan dikhianati. Yang kamu sangat tidak tahu, dia butuh waktu untuk mengobati hati yang sudah remuk dan butuh pemulihan.

Apa yang kamu tahu, selalu tak sesuai dengan apa yang orang lain rasa dan alami. Apa yang kamu lihat, selalu tak sesuai dengan apa yang orang lain sedang perjuangkan. Jadi, nggak usah berperan seolah jagoan yang bisa mengatur kehidupan seseorang.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

22 Panduan Ilustrasi untuk yang Bekerja di Advertising

Ilustrasi berasal dari bahasa latin Illustrare yang artinya menerangi, menghias. Pada iklan media cetak maupun digital, unsur visualnya terdiri atas foto maupun gambar olahan serta gambar manual. Akan tetapi, dapat pula berupa elemen-elemen grafis, seperti garis, warna, bidang, juga tipografi.

Philip Ward Burton memberikan beberapa arahan untuk menjadikan ilustrasi sebuah desain visual iklan media cetak dapat menarik perhatian. Dan tentu saja, teknik ini juga bisa kita aplikasikan untuk membuat iklan versi digital.

1. Figur manusia lebih menarik daripada benda. Apalagi, bila packaging dari suatu produk kurang begitu menarik. Maka, sosok figur manusia kan lebih mudah menarik perhatian audiens.

2. Bayi dan hewan pada umumnya memiliki daya tarik yang cukup kuat.

3. Figur lelaki lebih cocok mengiklankan produk lelaki, sedang figur perempuan lebih cocok mengiklankan produk perempuan.

4. Terkadang, ilustrasi menggunakan huruf lebih efektif daripada gambar, terutama untuk menyampaikan informasi tentang perkembangan penting atau mendramatisasi produk baru.

5. Selebritis dapat menarik perhatian dengan baik jika digunakan untuk ilustrasi produk yang sesuai. Misalnya, olahragawan terkenal mempromosikan sepatu olah raga.

Pengelompokan Ilustrasi Iklan Media Cetak

Dalam iklan media cetak, menurut Otto Kleppner, ilustrasi dikelompokkan menjadi beberapa bagian.

1. Illustration of the product alone.

Hanya menampilkan gambar produk itu sendiri tanpa dipadukan dengan unsur-unsur lainnya.

2. Illustration of the product in setting.

Produk disajikan bersama dengan unsur-unsur pendukung agar keunikan produk makin menonjol.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

5 Pelajaran Berbisnis Kreatif dari Achmad Zaky, Founder & CEO Bukalapak.com

“Kegagalan adalah apa yang membuat kita memperbaiki diri dan mempertajam naluri. Saya telah gagal beberapa kali, dan saya merasa itu baik bagi saya. Kegagalan tersebut mengantar saya ke kondisi saya saat ini.” -Achmad Zaky

Siapa tak kenal Bukalapak.com. Startup keren karya anak bangsa ini memang patut diacungi jempol. Tahun 2011, Bukalapak.com mendapat pendanaan dari Batavia Incubator dan tambahan dana dari GREE Ventures pada tahun 2012 dan Aucfan, IREP, 500 Startups di tahun 2014. Tak hanya itu, Bukalapak.com juga mendapat investasi serie B dari Emtek Group-SCTV Group (PT Kreatif Media Karya) yang jumlahnya mencapai ratusan miliar rupiah.

Apa pelajaran seru yang bisa kita gali dari Achmad Zaky, Founder dan CEO dari Bukalapak.com?

1 – Go Big or Go Home

Sebelum menjadi pengusaha kreatif beken, Zaky hanya memiliki dua syarat ketika memasuki dunia kerja: pertama, kerja di tempat paling bagus, yang tentu saja dengan fasilitas dan gaji besar, atau bikin perusahaan sendiri, dan perusahaan itu harus besar!

Zaky pernah berusaha melamar di BCG (Boston Consulting Group) dan juga McKinsey, namun semuanya tak tertembus. Justru, dari situ, dia kemudian bersama Nugroho Herucahyono, rekan sejawatnya di Teknik Informatika ITB langsung bikin usaha di bidang layanan TI.

2 – Ambil Setiap Kesempatan Baik

Saat semester akhir kuliah, Zaky pernah mengerjakan project berupa software quickcount Pemilu, dengan total Rp1.5 juta saja! Namun, orderan dari pihak televisi nasional itu kemudian berjalan lancar, dan dari sana pintu karier Zaky terbuka lebih lebar.

3 – Modal Gak Harus Duit

Bukalapak.com dimulainya dengan modal nol rupiah. Modalnya skill dan dan juga keberanian untuk membuat bisnis beneran. Hasilnya? Kini Bukalapak.com peringkat ke-12 dari seluruh situs web di Indonesia menurut Alexa (peringat website e-commerce tertinggi). Ada sekitar dua juta pengunjung per hari, dan ada 500 ribu UKM yang bergabung dari seluruh Indonesia, dengan pendapatan rata-rata per bulannya Rp5 juta! Wow banget, dah!

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

5 Hal yang Harus Kamu Lakukan untuk Menghadapi Pelanggan yang Komplain

Tugas pelanggan itu memang begitu. Bila puas, mereka akan mengabarkan dan merekomendasikan. Namun, bila tak puas dan merasa kecewa, mereka akan segera mengabarkan itu kepada bisnis kamu.

Anggap saja, pelanggan yang kecewa dan komplain adalah konsultan gratis, sehingga kamu tahu, di sisi mana bisnismu yang harus diperbaiki. Karena, berkat kritik dan komplain pelanggan, kita akan tahu produk dan jenis layanan seperti apa yang harus kamu kembangkan.

Jadi, tak perlu khawatir lagi, bila pelanggan datang dan merasa kecewa dengan produk atau layananmu. Heri Suchaeri dalam Total Customer, menyajikan cara tatktis untuk menghadapi pelanggan yang kecewa sebagai berikut.

1. Mendengar dan menyimak dengan baik.

Keahlian mendengar sangat diperlukan pada saat menghadapi pelanggan. Dengarkan permasalahan pelanggan secara aktif sehingga Anda dapat menangkap maksud dan keinginan pelanggan. Jangan sekali-kali memotong pembicaraan pelanggan, karena mereka akan tambah marah. Tetaplah mendengar dan menyimak dengan sungguh-sungguh.

Pelanggan tidak akan marah berjam-jam, jadi tunggulah sampai pelanggan tersebut menyampaikan semua permasalahannya kepada Anda. Posisikan Anda sebagai pelanggan yang sedang kecewa.

Anda akan memahami perasaan pelanggan. Berikan umpan balik dengan lisan atau bahasa tubuh. Kata-kata ”Ya, baik, oh, hmm” atau kata apa pun yang intinya menunjukan Anda aktif menyimak dan mendengarkan. Tunjukkan pula bahasa tubuh yang menguatkan seperti tanda anggukan kepala tanda setuju dan gunakan banyak kontak mata.

2. Tenang dan sabar

Bersikaplah sabar dan tenang. Buatlah diri Anda senyaman mungkin. Jangan tergesa-gesa memberikan JAWABAN. Tunggulah sampai pelanggan menyampaikan semua masalahnya.

Ambil napas dan aturlah perlahan-lahan. Sampaikan pendapat dan jawaban Anda setelah benar-benar pelanggan Anda menyampaikan keluhannya.

Ulangi perkataan dan pernyataan pelanggan tentang keluhannya guna memastikan bahwa Anda benar-benar mendengar dan menyimak.

Jika Anda tenang dan sabar, Anda akan bisa berpikir jernih dan tahu apa yang harus dilakukan.

3. Fokus terhadap masalah

Fokuslah terhadap masalah yang disampaikan pelanggan. Jangan berfokus pada orangnya ataupun cara penyampaiannya. Fokus berarti Anda berkosentrasi hanya pada keluhan pelanggan. Jangan pecahkan kosentrasi ke hal lain, karena ini akan mengacaukan pikiran Anda.

4. Minta maaf, berikan solusi dengan cepat dan tepat

Keinginan pelanggan adalah memperoleh tindak lanjut dengan segera. Ia tidak mau Anda menanggapi keluhannya besok. Ia ingin solusi saat itu juga. Jika Anda sudah mengerti akar permasalahannya, sampaikan terlebih dahulu permohonan maaf yang tulus. Setelah itu, bergeraklah dengan cepat dan tepat dalam memberikan solusi.

Jangan terlihat bermalas-malasan dan lambat. Buktikan bahwa Anda bersungguh-sungguh membantu pelanggan Anda untuk mencari solusi.

5. Bila ada kesulitan, carilah bantuan

Tidak seorang pun tahu tentang segalanya. Oleh karena itu, jika tidak tahu atau menemui kesulitan mencari pemecahan, jangan putus asa. Jangan pernah mengatakan tidak tahu, cari segera jawaban.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!