Mengapa Harus Menjadi Product Owner?

Tak perlu kursus, setiap kita memiliki kejeniusan alami bila diminta untuk membayangkan apa saja yang akan dilakukan saat memiliki banyak uang. Akan tetapi, kita menjadi mendadak pandir maksimal, saat harus memaparkan apa yang harus dilakukan saat semua tak berjalan sesuai rencana dan kegagalan atau kebangkrutan tiba-tiba menerpa. Padahal, sebagaimana kita tahu, mempersiapkan kemungkinan gagal, sama … Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Hidup yang Memang Harus Terus Berubah

“Life is a train, not a train station,” kata Paulo Coelho yang masyhur lewat Alchemist-nya itu. Maknanya, hidup itu seperti kereta, yang berpindah dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Artinya pula, hidup tak pernah menetap di satu stasiun dalam waktu yang lama. Begitu sampai pada satu stasiun, menunggu penumpang untuk masuk dan juga keluar, setelah … Read more

Jangan Lupa Share, Ya!
  • 1
    Share

Grit dan Growth Mindset

Apa yang diperlukan untuk sukses? Jawabannya hanya dua hal fundamental, yakni grit dan growth mindset. Lalu, apa sih grit dan apaan sih growth mindset? Sebelum membahas terlalu jauh, mari kita definisikan terlebih dahulu dua hal, yakni perbedaan antara sukses dan maju. Menurut kamu apa? Menurut idola saya, Mas Roni, sukses adalah ketika kita sudah mencapai … Read more

Jangan Lupa Share, Ya!
  • 25
    Shares

Panduan Content Marketing untuk Digital Marketer

panduan content marketing lengkap

Panduan Content Marketing – Sebelum membahas terlalu jauh, mari memulainya dari pertanyaan paling sederhana: apa sih yang dimaksud dengan content marketing?

Dalam konteks digital marketing, melakukan content marketing adalah hal wajib bagi pemasar era digital, bahkan dianggap sebagai model pemasaran digital terbaik.

Kok bisa?

Dua alasan besarnya adalah:

(1) Content marketing adalah strategi paling ampuh untuk mendapatkan customer yang loyal.

(1) Content marketing adalah strategi pemasaran yang jauh lebih efektif daripada pemasaran tradisional.

Kok bisa? Bisa.

Model pemasaran tradisional adalah menjual produk atau jasa melalui iklan. Model seperti ini sudah tidak menarik lagi, karena konsumen sudah jengah diserbu iklan.

Siapa juga sih manusia zaman sekarang yang masih mau kemakan iklan.

Makanya, ketika kita melihat iklan, baik itu secara offline maupun online, kita lebih sering untuk melewatkannya dengan sengaja. Iya, dengan sengaja!

Lalu, apakah content marketer tidak menggunakan iklan? Tetap menggunakan, akan tetapi lebih banyak digunakan untuk mengiklankan konten yang menarik atau yang bermanfaat. Hal ini memang lebih efektif, karena memang kita secara alamiah lebih suka disuguhi konten bermanfaat dan berguna, daripada iklan dari sebuah produk atau jasa secara langsung.

Jadi, apa itu content marketing?

Content marketing adalah strategi penggunaan konten sebagai alat pemasaran. Tentu saja, dalam strategi itu ada perencanaan, pembuatan, dan pendistribusian konten dengan tujuan menarik audiens tertarget sehingga tepat sasaran, lalu mengonversi mereka menjadi pelanggan yang loyal.

Content marketing adalah strategi untuk menarik audiens baru agar menjadi pelanggan, dan merawat pelanggan yang sudah ada menjadi pelanggan yang loyal.

Karena namanya content, dengan demikian bentuknya bisa beraneka ragam, bisa artikel, video, audio (podcast), gambar, dan lain sebagainya.

Faktanya nih, menurut OneSpot (2015), content marketing menyumbang hingga 6x penjualan daripada yang tidak menerapkannya. Hal ini tentu saja bisa terjadi, karena content marketing secara alamiah menghadirkan kredibilitas. Nah, kredibilas inilah yang kemudian meningkatkan konversi penjualan.

Dan … paling menarik dari content marketing adalah audiens akan terus menemukan bisnis kita lewat berbagai cara yang tak pernah kita duga, seperti dari Google Search, media sosial, situs-situs orang lain (karena mereka menggunakan backlink), juga email, dan sebagainya.

Itulah mengapa, sebuah website yang menerapkan content marketing akan mendapatkan lebih banyak pengunjung dalam jangka panjang, bahkan dibandingkan yang langsung memasang iklan, karena ketika iklan berhenti, artinya traffic juga berhenti.

Haduh … bingung, Mas. Jan-jane content marketing ki piye!

Iya, iya, tenang, dong. Begini ilustrasinya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Agar Gagal Membangun Startup Itu Tidak Menderamu ….

Kegagalan adalah hal yang menyebalkan. Untuk apa membangun startup yang gagal? Siapa juga yang mau untuk membangun startup yang gagal. Agar hal itu terjadi pada startup-mu, perhatikan beberapa hal berikut.

Pentingnya Co-Founder. Sebuah startup cenderung memiliki potensi sukses yang lebih besar, saatnya didirikan oleh dua atau tiga orang founder yang memiliki kompetensi dan kegigihan yang mumpuni untuk mengembangkan bisnisnya, bukan oleh seorang founder saja. Dalam banyak kasus, mengembangkan startup membutuhkan banyak energi, sehingga hal ini tidak bisa dilakukan oleh seorang founder saja, apalagi bila startup tersebut direncanakan sebagai bisnis jangka panjang.

Paul Graham, seorang venture capitalist, mengatakan bahwa, “Memulai sebuah startup akan sangat berat bila kamu seorang saja. Kamu tetap membutuhkan seorang teman untuk brainstorming, dan seseorang yang menghiburmu saat terjadi keputusan yang salah.”

Bahkan, faktanya, venture capital cenderung menolak mendanai sebuah startup yang hanya didirikan oleh seorang founder.

Instagram misalnya. Awalnya, dulu startup ini bernama Burbn, investornya mau mendanai sebesar 50.000 dolar, asalkan Mike Krieger, founder dari aplikasi ini, mau mendapatkan seorang co-founder, yang mana kemudian Mike menemukan Kevin Systrom.

Jadi, ketika ingin membuat startup, lebih baik untuk menemukan co-founder, daripada harus berjuang sendirian. Mengapa? Karena meluncurkan sebuah startup, akan melibatkan banyak tekanan kegelisahan, emosi, bahkan keuangan, sehingga perjuanganmu setiap hari akan terasa lebih ringan bila kamu menemukan seorang co-founder.

Bentuklah tim yang kuat. CB Insight, sebuah perusahaan big data, memaparkan hasil riset mereka, bahwa penyebab kegagalan ketiga sebuah startup adalah tim yang lemah dan tidak efisien. Penyebab kegagalan pertama adalah tidak adanya pasar yang membutuhkan produkmu, penyebab kegagalan kedua adalah kehabisan dana.

Seberapa penting sebuah tim yang kuat?

“Satu hal penting bagi seorang entrepreneur dalam membangun bisnis adalah adanya tim yang benar-benar bagus,” kata Mark Zuckerberg.

“Kamu tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Gandakan dirimu dengan mempekerjakan tim yang hebat,” kata Noah Kagan, pendiri AppSumo.

“Seorang founder tidak membuat sebuah startup yang sukses. Tim lah yang membuatnya menjadi sukses. Jadi, pastikan kamu dikelilingi oleh tim yang lebih cerdas dari dirimu sebagai founder,” kata Neil Patel, pendiri CrazyEgg, HelloBar, dan KissMetrics.

Lalu, bagaimana membentuk tim yang bagus dan kuat?

Satu, saling melengkapi. Kunci membentuk tim yang bagus adalah pada kemampuan per orang. Lebih baik, mempekerjakan satu orang dengan satu keahlian spesifik daripada satu orang dengan kemampuan yang banyak namun kurang mendalam. Misalnya, bentuklah satu tim terdiri atas lima orang dengan kemampuan spesifik yang berbeda. Ini akan menjadi tim yang hebat dan kuat, karena lima orang tersebut memiliki kemampuan untuk saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.

Dua, pekerjaan orang dengan passion dan komitmen yang sama dengan dirimu. Dengan begitu, kerja keras bersama berdasarkan gairah, komitmen, dedikasi, dan visi yang ingin dicapai bersama dapat terwujud.

Artinya, kamu akan dengan sengaja menyusun sebuah tim yang akan membuat startup-mu gagal, apabila hanya diisi oleh orang-orang yang tak memiliki gairah, dedikasi, komitmen, dan visi yang sejelas dan sehebat yang kamu miliki.

Tiga, pekerjaan mereka yang memiliki aksi lebih banyak daripada bacotnya. Seni mempekerjakan tim adalah seni untuk menemukan orang-orang yang memiliki kualifikasi kemampuan sesuai dengan yang kamu harapkan, dan mereka mau melakukan aksi nyata untuk bersama-sama mewujudkan startup yang sukses, alias bukan bacot doang.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!