. . .

Cara Menulis Artikel

cara menulis artikel

Cara Menulis Artikel – Hal paling penting ketika menulis artikel adalah gagasan. Tanpa gagasan yang bagus dan original, seorang penulis artikel tak akan ke mana-mana. Selain itu, seorang penulis artikel juga harus mampu memberikan suguhan artikel yang logis, cerdas, dan tentu saja harus bernas. Oleh karena itu, sebuah artikel harus dibuat dengan cermat, didukung dengan fakta dan data yang juga akurat. Agar kualitas artikel makin bagus, maka artikel tersebut harus disajikan dengan bahasa sederhana yang jernih, terutama dalam pemilihan kata serta dalam penyusunan kalimat. Hal penting lainnya yang tak boleh lupa adalah penulisannya harus sistematis dan mudah untuk dipahami.

Mengapa semua itu harus dilakukan? Tentu saja karena sebuah artikel harus mampu meyakinkan pembaca. Oleh karena itu, dibutuhkan keterampilan dalam menjelaskan suatu topik dengan teratur dan jelas.

 

Pengertian Artikel

Dalam The Contemporary English – Indonesian Dictionary, yang dimaksud artikel adalah karangan dalam surat kabar, majalah, atau buku. Sedangkan dalam Webster’s Dictionary, yang dimaksud dengan artikel adalah suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal, penerbitan, dan media massa.

Demikian pula dalam Random House Dicitionary of the English Language dijelaskan bahwa artikel merupaka seberkas tulisan faktual mengenai persoalan tertentu.

Lebih spesifik, dalam The Advance Learner DIcitionary of Current English, yang dimaksud dengan artikel ialah sebuah susunan tulisan yang lengkap, mengenai suatu masalah tertentu, dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya.

Kemudian, George Fox Mott dalam bukunya New Survey of Journalism berpendapat bahwa sebuah artikel harus antisipatif, interpretatif, dan provokatif. Mengapa? Karena sebuah artikel harus disesuaikan dengan aktualitas topiknya, dengan waktu kemunculannya dalam suatu penerbitan. Dengan begitu, membuat pembaca merasa bahwa artikel tersebut sesuatu yang baru atau up to date. Selain itu, artikel juga harus interpretatif. Maksudnya, tulisan tersebut berkaitan dengan latar belakagn suatu berita atau peristiwa yang pernah diberitakan sebelumnya. Atau, isi tulisan menjelaskan hubungannya dengan peristiwa yang baru terjadi. Lalu, artikel juga harus provokatif, karena tujuannya memang untuk memenuhi kebutuhan intelektual pembaca, bukan kebutuhan emosionalnya. Kalaupun tujuan untuk menghibur, sebuah artikel harus tetap informatif, atau membantu memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai pertanyaan umum yang mungkin muncul.

 

Tujuan Artikel

Penulisan artikel memiliki empat tujuan, yaitu (1) memberi gagasan dan fakta; (2) membuat pembaca meyakini apa yang dibacanya; (3) mendidik pembaca; dan (4) menghibur pembaca. Untuk mencapai tujuan ini, sebuah artikel dapat disusun dengan menggunakan berbagai gaya atau model penulisan, misalnya:

a. Eksposisi, dengan menampilkan statistik, fakta, diagram, dan sebagainya.

b. Narasi atau bercerita.

c. Persuasi, dengan menyodorkan argumen-argumen berdasarkan sumber.

d. Kombinasi a, b, dan c.

 

Bentuk Artikel

Secara umum, terdapat tiga bentuk penyusunan artikel, yaitu model segitiga terbalik, segitiga tegak, dan segi empat. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini disajikan diagram dari bentuk-bentuk artikel.

1 – Model Segi Tiga Terbalik

artikel segitiga terbalik

2 – Model Segi Tiga Tegak

artikel segitiga tegak

3 – Model Segi Empat

Struktur Artikel

Struktur penulisan artikel yang baik pada dasarnya tidak berbeda dengan penulisan berita, reportase, karangan khas, atau jenis tulisan lain dalam jurnalistik. Adapun yang mungkin sedikit berbeda ialah fungsi dari masing-masing unsur. Dalam struktur artikel terdapat lima unsur, yaitu:

1 – Judul

Fungsi judul dalam tulisan artikel sama dengan fungsi judul dalam berita atau karangan khas. Namun, ada dua hal yang penting untuk diperhatikan.

Pertama, penulisan judul dalam artikel harus menggunakan kalimat lengkap, ringkas, dan mudah dimengerti.

Kedua, nada kalimatnya harus “menggugah”.

2 – Pendahuluan/Lead

Kalau dalam penulisan berita dikenal dengan teras berita atau dalam karangan khas disebut dengan intro, maka pada penulisan artikel disebut dengan pendahuluan atau pembuka atau lead. Fungsinya juga sama karena pendahuluan merupakan intisari, ringkasan, atau perasan dari bagian terpenting sebuah artikel.

Pendahuluan yang baik harus mampu menarik perhatian pembaca, serta mengikatnya hingga pembaca tertarik untuk membaca keseluruhan artikel. Dengan demikian, fungsi pendahuluan dalam sebuah artikel sangat sentral. Boleh dibilang, keseluruhan artikel nasibnya sangat bergantung pada pendahuluan. Karena begitu pentingnya, ketika seorang penulis hendak memulai menulis artikel, ia harus berpikir masak-masak dan mengerahkan seluruh kemampuannya supaya berhasil menulis pendahuluan yang baik. Sebab, setelah itu, proses penulisan artikel biasanya menjadi lebih mudah.

Ada dua golongan pendahuluan dalam sebuah artikel. Pertama, menggunakan cara deduktif, yaitu menarik persoalan dari umum ke khusus. Menulis pendahuluan dengan cara ini biasanya dimulai dari hal-hal yang bersifat umum. Kemudian semakin ke bawah, objek tulisan semakin menukik ke hal-hal yang khusus. Artikel jenis ini lazim menggunakan bentuk segitiga tegak.

Dalam penulisan pendahuluan model deduktif, ada empat metode untuk menguraikan atau menjelaskan topik bahasan, yaitu (1) langsung pada permasalahan, (2) menggambarkan situasi secara umum, (3) berupa kesimpulan, dan (4) pertanyaan sekaligus jawaban.

Contoh cara membuat artikel langsung pada PERMASALAHAN:

Kendati bahan baku langka sekarang ini, tetapi perputaran modal para perajin perak di Yogyakarta masih dapat mencapai Rp500 juta sebulan. Hal ini bisa dicapai tanpa kesulitan.

Contoh cara membuat artikel yang menggambarkan SITUASI secara umum:

Tidak satu pun kota di daerah ini yang mempunyai perpustakaan umum dengan banyak buku seperti di Museum Pusat Jakarta. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa Museum Pusat Jakarta mempunyai kelebihan dibandingkan perpustakaan lain?

Contoh cara membuat artikel berupa KESIMPULAN:

Beberapa kata Inggris sekarang ini mulai mempunyai arti yang berbeda daripada arti yang sebenarnya.

Contoh cara membuat artikel PERTANYAAN sekaligus JAWABAN:

Apakah nasib perajin begitu parah seperti dikeluhkan beberapa perajin akhir-akhir ini? Tidak seluruhnya benar.

Kemudian, penulisan pendahuluan dengan cara induktif. Dimulai dari hal-hal yang khusus, kemudian semakin ke bawah semakin melebarkan menggambarkan hal-hal yang bersifat umum. Pendahuluan seperti ini, biasanya dimulai dengan suatu ilustrasi. Dan lazimnya menggunakan bentuk segitiga tegak atau segitiga empat.

Dalam penulisan pendahuluan induktif, ada tiga metode untuk memaparkan topik bahasannya, yaitu (1) berupa kejadian atau insiden, (2) menggambarkan detail, dan (3) berupa perumpaman atau contoh.

Contoh kejadian atau INSIDEN:

Di tengah-tengah para pemusik terkenal, seorang gadis kecil duduk santai ketika sebuah orkes simponi besar sedang memainkan karya terkenal dari komponis Beethoven. Dia sedang menunggu giliran memainkan alat musik yang ada di pangkuannya.

Contoh menggambarkan DETAIL:

Lima ekor ikan tergantung di setiap sudut, ekor mereka hampir menyentuh air. Sebuah perapian mengasapi kelima ekor ikan dari satu sisi yang lain. Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan teratur.

Contoh PERUMPAMAAN:

Amplop adalah satu satu kata Indonesia yang kini mulai bergeser artinya dari kata yang sebenarnya. Demikian pula dengan kata-kata “tempat basah” atau “tempat kering”.

3 – Penghubung

Fungsi dari alinea penghubung atau perangkai (bridge) adalah menjembatani antara pendahuluan dengan tubuh (body) artikel. Atau, keitka penulis hendak memaparkan topik permasalahan yang satu ke permasalahan yang lain, di sini diperlukan alinea penghubung. Gunanya, agar tersaji suatu kesatuan yang utuh. Dengan demikian, alur artikel akan terasa mengalir dengan mulus.

4 – Tubuh

Tubuh atau body, merupakan penjabaran atau uraian dari pendahuluan. Tetapi, dalam penguraiannya, tidak boleh melenceng dari masalah pokok atau topik yang disampaikan penulis kepada pembaca. Apalagi, melenceng jauh ke maslaah lain yang tidak ada relevansinya.

5 – Penutup

Penutup atau ending dalam penulisan artikel sangat diperlukan. Karena pembaca tentunya ingin tahu akhir atau kesimpulan dari permasalahan yang dipaparkan. Melalui penutup ini pula pembaca bisa menilai, bagaimana sikap penulis terhadap masalah yang diungkapnya.

Pada prinsipnya, penutup dalam sebuah artikel sama dengan bentuk penulisan lain dalam tulisan jurnalistik. Di sini dikenal tiga varian, yaitu klimaks,, penutup terbuka (un-ending), dan ringkasan.

Contoh penutup KLIMAKS:

Kehidupan perajin perak yang semakin terjepit terutama disebabkan kesulitan mencari bahan baku. Jika bahan baku tidak tersedia di pasar bulan ini, maka dentuman palu dan gesekan kikir tidak akan terdengar lagi. Akibatnya, tentu fatal bagi toko cenderamata.

Contoh penutup TERBUKA:

Apakah keadaan hidup segan, mati pun enggan yang menimpa perajin perak di tanah air pertanda awal akan punahnya warisan budaya bangsa?

Contoh penutup RINGKASAN:

Kesulitan memperoleh bahan baku bagi perajin perak, jadinya berakibat ganda. Pusat perajin perak terancam gulung tikar di satu pihak, dan di pihak lain toko cenderamata sebagai penunjang pariwisata akan tutup pula.

cara menulis artikel

Tips Menulis Artikel

Dalam menulis artikel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan saksama, agar menghasilkan sebuah artikel yang baik dan mencapai sasaran.

Pertama, sejak awal, penulis harus punya gambaran, siapa sasaran yang akan dituju. Dan secara umum, penulis juga sudah tahu sasaran pembaca atau target audience dari surat kabar atau majalah yang akan dituju. Lebih baik lagi jika penulis mengetahui profil pembaca dari media bersangkutan; mengenai tingkat pendidikan, sosial ekonomi, agama, dan sebagainya.

Kedua, penulis memiliki suatu gagasan atau ide yang ingin disampaikan. Untuk itu, penulis harus dapat menghubungkan topik atau tema yang akan disampaikan dengan kebutuhan serta rasa ingin tahu pembaca.

Ketiga, tulisan harus disajikan dengan bahasa yang sederhana dan jernih. Pemaparannya harus sitematik dan mudah dipahami.

Keempat, ditulis dengan cermat dan akurat. Terutama menyangkut pemilihan kata dan susunan kalimat. Sebab, kesalahan kecil saja dapat berakibat fatal, dan menjatuhkan reputasi penulis sendiri maupun surat kabar yang menyiarkannya.

Perlu juga diketahui bahwa nama besar penulis maupun kualitas artikel, belum dapat menjamin sebuah tulisan pasti dimuat. Karena, setiap surat kabar atau majalah memiliki standar kebijakan sendiri-sendiri. Untuk itu, ada beberapa pegangan yang harus diperhatikan oleh penulis artikel, yaitu:

Pertama, tema artikel jangan sama dengan artikel lain yang pernah dimuat atau berdekatan waktu terbitnya.

Kedua, tema artikel juga tidak boleh sama dengan tema yang sudah diliput berkali-kali oleh surat kabar atau majalah bersangkutan. Kecuali ditulis dengan pendekatan baru, atau artikel mengungkap data dan fakta baru.

Ketiga, judul dan pendahuluan, dua bagian terpenting dari sebuah artikel, harus ditulis dengan menarik agar pembaca mudah terpikat.

Keempat, artikel disusun dengan rapi sesuai syarat-syarat teknis surat kabar atau majalah bersangkutan.

Kelima, apabila diperlukan, artikel sebaiknya dilengkapi dengan foto atau ilustrasi lain yang mendukung tulisan.cara menulis artikel

Berikut ini adalah beberapa saran yang patut dipertimbangkan oleh seorang penulis dalam membuat sebuah artikel.

Pertama, selain informatif, sebuah artikel harus didukung oleh fakta dan data yang akurat, serta disajikan dalam bahasa tulisan yang sederhana.

Kedua, menulis artikel dibutuhkan keterampilan untuk menjelaskan atau memaparkan persoalan dengan teratur dan jelas.

Ketiga, apabila artikel tersebut berupa profil, maka harus ditulis sedemikian rupa sehingga pembaca seakan-akan berhadapan langsung dengan tokoh yang bersangkutan. Misalnya, mengenai situasi saat wawancara berlangsung; bagaimana ekspresi dan emosi si tokoh, serta perasaan dan obsesinya.

Keempat, Jika mengenai sejarah, di sini data merupakan unsur yang paling penting. Karenanya, ketika harus mengutip atau menggunakan data-data, harus dilakukan proses check and re-check.

Kelima, bila menulis artikel mengenai pengalaman seseorang atau pengalaman penulis sendiri, maka hal yang terpenting ialah cobalah mengungkap perasaan serta emosi berkenaan dengan pengalaman yang dialami.

Keenam, artikel perjalanan lebih mengungkap pengalaman yang didapat selama melakukan perjalanan. Misalnya, apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan selama dalam perjalanan.

Ketujuh, mengenai artikel investigasi, penulis harus lebih hati-hati, jangan sampai terjebak oleh narasumber yang tidak jelas dan tidak dapat dipertangggung jawabkan. Pada dasarnya, artikel investigasi memerlukan proses penelitian, serta harus melakukan proses check and re-check berulang-ulang karena artikel investigasi bersandarkan dan mengandalkan kekuatan fakta dan data.

 


 

*Disarikan dari buku Cara Mudah Menjadi Jurnalis karya Drs. A. A Shahab.

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.