cara menjadi kaya dan sukses

Cara Menjadi Orang Sukses dan Kaya Tanpa Menunggu Tua

Cara Menjadi Orang Sukses dan Kaya – Saya baru saja membaca sebuah buku yang menarik berjudul Millionaire Fastlane karangan MJ DeMarco. Banyak sekali menampilkan insight menarik. Saya rela menelaah buku ini karena beberapa mentor favorit saya, seperti Denny Santoso dan Gustiardi, juga membaca buku ini dan merekomendasikan buku ini untuk dibaca.

Ada tiga hal penting dalam buku ini dan akan saya paparkan dengan cara yang lebih mudah dipahami untuk kamu.

Secara garis besar, terdapat tiga tipe orang yang ingin sukses dan kaya.

1 – THE SIDEWALK

Ini adalah tipe orang yang tidak pandai mengatur keuangannya. Misalnya nih, gajinya Rp2.500.000,00 tetapi sudah habis untuk bayar cicilan motor, cicilan hape, dan kebanyakan nongkrong di kafe memesan capuccino latte hanya untuk difoto di Instagram. Ia tak memiliki kecerdasan finansial dan tak memiliki tanggung jawab akan keuangannya, baik di hari ini maupun di hari depan. Nahasnya, orang seperti ini, ketika kehilangan pekerjaannya, hidupnya akan berantakan.

Misalkan, kamu adalah Cristiano Ronaldo. Bermain sangat baik. Gaji selangit. Akan tetapi, gaya hidupmu membuat semua uangmu terkuras habis. Tahu-tahu, umurnya 35 tahun, dan kamu sudah tak dipakai klub mana pun. Sudah banyak talenta baru yang bermain dengan lebih segar. Kamu terlalu “tua” untuk bermain lagi.

Kamu menghadapi hari tua dengan kebangkrutan yang nyata disebabkan masa muda yang tak pandai mengelola finansial dan merencanakan masa-masa pensiun dengan lebih baik.

Anda pasti tak ingin berada di tipe ini. Saya juga. Baiklah, kita lanjutkan ke tipe kedua. Resapi baik-baik, ya.

2 – THE SLOWLANE

Gajimu Rp2.000.000,00. Kamu menabung dengan baik. Menginvestasikan Rp500.000 setiap bulannya (entah dalam bentuk saham atau bentuk investasi lainnya). Kamu sangat cermat dengan keadaan finansialmu. Dengan kesabaran yang cukup, sekarang umurmu 65 tahun, dan kamu panen dari semua hasil investasimu di masa muda. Sekarang kamu adalah seseorang yang beumur 65 tahun dan katakanlah memiliki tabungan sebesar Rp1 miliar.

Kamu bisa membeli BMW dan jalan-jalan ke luar negeri. Mengagumkan, bukan?

Akan tetapi, ada satu hal yang luput dari perhatianmu. Umurmu 65 tahun. Dan itu adalah umur yang sudah tak relevan lagi untuk bergaya dengan hidup. Apa menariknya umur 65 tahun naik BMW?

Atau, kamu menjadi seorang karyawan. Mengabdikan diri selama 40 tahun di perusahaan yang sama.

Gajimu stabil. Beberapa sisanya bisa kamu gunakan untuk berinvestasi. Rumah dan kendaraan bisa tercicil dengan baik. Lalu, umurmu 65 tahun, dan kamu sudah pensiun. Inilah jalan hidup yang biasa orang-orang lakukan. Menjalani rutinitas dari Senin hingga Jum’at. Menjual jiwanya kepada orang lain.

Walaupun begitu, The Slowlane lebih baik daripada The Sidewalk.

3 – FASTLANE

Bila kamu merasa berada di fase The Slowline sudah lebih dari cukup, maka bagian ini tak usah kamu baca. Akan tetapi, bila kamu ingin menikmati masa mudamu dalam sebuah kesuksesan, kejayaan, kegemilangan, atau apalah itu, maka bagian ini patut kamu perhatikan.

Oke, kita tiba di bagian paling penting. Satu kaidah bila kamu ingin berada di tipe yang ini adalah kamu harus memahami satu hal penting, yakni The More VALUE You Give, the Richer You Will Become.

Loh, kok bisa? Bagaimana sih?

Kuncinya adalah MORE VALUE  + MORE PEOPLE + MORE MONEY.

Inilah mengapa Bill Gates superkaya, dan Supervisormu di kantormu gitu-gitu aja pendapatannya. Bill Gates memberikan value (berupa barang = Windows) kepada banyak orang, sehingga ia mendapatkan banyak sekali uang. Akan tetapi, saat kamu ingin berada di tipe The Fastlane, kamu harus tahu bahwa kamu harus menghabiskan waktumu untuk belajar dan berbuat, bukan menghabiskan hari-harimu di depan Netflix.

Berada di The Fastlane, berarti kamu lebih mengutamakan SISTEM BISNIS. Artinya, kamu membuat sebuah sistem yang bekerja untukmu bahkan ketika kamu sedang tidak bekerja. Di The Slowlane, kamu mengutamakan pekerjaan.

Sudah tahu kan perbedaannya? Kuasai dirimu sendiri. Ketika kamu memiliki PEKERJAAN, maka orang lain menguasaimu. Ketika kamu memiliki BISNIS, kamu menguasai orang lain. Tentukan pilihanmu.

Susah, kan? Itulah mengapa The Slowlane adalah strategi yang bagus untuk sebagian orang. Sedangkan The Fastlane, memerlukan KECAKAPAN untuk membuat sistem bisnis dan menyebarkan VALUE ke sebanyak mungkin orang.  Lain kali akan saya bahas lebih jauh mengenai hal ini.[]

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
Karena berkolaborasi akan lebih baik, apalagi kolaborasi yang bermanfaat. Bergabunglah bersama pembelajar lainnya. Sekarang.
Jangan khawatir, saya juga benci dengan spamming. Kita belajar bersama untuk hidup yang lebih baik.

Leave a Reply