19 Cara Mengembangkan Startup Agar Sukses dan Antigagal

Tiga platform teknologi yang konvergen, yakni internet, mobile phone, dan tentu saja cloud, telah mengubah hampir setiap sektor bisnis. Yah, kita tahu itu. Ini semua gara-gara internet yang memang menyediakan semua informasi, serta sejumlah big data kepada khalayak, yang mana sebagian besarnya bisa kita dapatkan dengan gratis.

Konektivitas berkelanjutan tersedia bagi penduduk bumi dengan ditopang oleh komputasi awal dengan daya yang hampir tak terbatas. Dengan itu, akibatnya tentu saja sumber daya penting seperti informasi dan data yang sebelumnya bisa dikatakan langka, sekarang menjadi melimpah dan murah. Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan lama yang merasa sudah mapan dan jumawa, akhirnya tumbang karena memang rentan dengan hadirnya perusahaan rintisan baru dengan inovasi yang cepat. Semuanya mengalamai disruption.

Dahulu, butuh waktu hingga lama bagi teknologi untuk berkembang dari penemuan besar baru ke penemuan besar berikutnya. Akan tetapi, dengan hadirnya tiga platform teknologi yang konvergen di atas, semuanya menjadi berbeda. Bayangkan saja, komputer modern yang ditemukan pada tahun 1940-an, tidak berskala luas dan global sampai era personal computer pada era 80-an dan 90-an. Waktu yang sangat lama, bukan?

Berbeda dengan web yang ditemukan pada tahun 80-an dan kemudian pada awal 90-an munculnya TCP/IP, HTML, dan juga browser, lalu pada akhir tahun 90-an ditemukan smartphone dan makin dipopulerkan dengan hadirnya iPhone pada tahun 2007, yang mana kedua hal tersebut makin menyebabkan pergolakan yang masif dalam bisnis, seperti media, ritel, dan juga komunikasi, hanya dalam satu dekade!

Dengan itu, secara ekonomi, kita mendekati era di mana teknik pemasaran pun berubah drastis. Kekuasaan bisnis, berubah dari milik “perusahaan” menjadi milik “pelanggan”. Bayangkan, siapa pun, yang ingin membeli sesuatu, bisa dengan bebasnya untuk melakukan perbandingan harga, pertimbangan ulasan produk tersebut, memerhatikan spesifikasi, bahkan meminta rekomendasi dari teman atau pakar, hanya dalam sekali jalan, yakni lewat smartphone. Dan semuanya terselesaikan hanya dalam beberapa menit saja.

Saat pelanggan benar-benar diberdayakan, satu-satunya cara bagi bisnis untuk meraih kesuksesan adalah dengan secara konsisten menciptakan produk, layanan, dan pengalaman pelanggan dengan spesial.

Individu dan sebuah tim kecil pun sekarang dapat memiliki dampak yang sangat besar. Kolaborasi positif antar beberapa orang kreatif bisa menghasilkan produk berbasis teknologi dengan sangat cepat. Di samping itu, biaya eksperimen untuk gagal juga telah menurun drastis. Karyawan yang bergerak cepat dapat menciptakan nilai besar hanya dalam periode waktu yang sangat singkat.

Karyawan yang paling berharga saat ini adalah jenis orang yang dapat menggabungkan pengetahuan teknis, analisis, dan kreativitas. Mereka adalah smart creatives. Jenis orang seperti ini dapat merancang, membangun, dan memperbaiki produk dengan cepat. Jenis orang seperti ini juga dapat berkembang dalam kondisi yang sangat dinamis dan tidak pasti sekalipun.

Satu-satunya cara agar bisnis menjadi berhasil secara konsisten adalah dengan menarik sebanyak mungkin karyawan berjenis seperti itu dan menciptakan sebuah lingkungan kerja di mana mereka dapat berkembang dalam skala yang sangat besar.

Dan yah, itu tentu saja memerlukan pendekatan manajemen yang sangat berbeda daripada apa yang dipraktikkan secara tradisional saat ini.

Para pemimpin bisnis pada era sekarang harus berani menyerahkan tingkat kontrol yang tinggi kepada karyawan untuk mengembangkan diri mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Tugas manajemen adalah membatasi total biaya kesalahan, bukan jumlah total kesalahan.

Lalu, bagaimana cara menarik orang-orang berjenis smart creatives dan menciptakan lingkungan tempat mereka berkembang dengan baik?

Kultur perusahaan. Kalau kita ingin mereka mau bekerja sama dengan perusahaan kita, itu dimulai dengan kultur perusahaan yang harus terbentuk dengan baik. Mengapa perusahaan yang diturunkan secara langsung dari kepribadian pendiri cenderung lebih bisa bertahan dan sukses, daripada yang tidak? Karena ada kultur di sana.

Tim kecil. Pada dasarnya, sebuah tim kecil yang efektif bisa lebih banyak melakukan pekerjaan daripada tim besar, karena mereka cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu untuk berpolitik dan mengkhawatirkan siapa yang mendapatkan pujian. Dan juga, karena tidak ada tempat untuk bersembunyi dari job description. Yah, seperti belajar kelompok ketika kita di sekolah. Semakin besar tim itu, akan semakin banyak yang hadirnya antara ada dan tiada, kan? Mirip-mirip wakil presiden Budiono, lah ….

Maksimalisasi energi dan interaksi. Sebuah kantor harus dirancang untuk dinamis dengan tim yang berenergi. Bukannya sebuah tempat kerja yang tenang dan damai. Idealnya, bila antara satu karyawan dengan karyawan yang lain bisa menyentuh bahu tanpa ada pembatas, maka itu pula yang akan terjadi: tidak adanya penghalang komunikasi dan arus gagasan yang akan terus mengalir deras. Jadi, biarkan sebuah tim itu kelihatan crowded.

Bekerja dari rumah? Saya rasa tidak. Pastikan karyawan memiliki semua yang mereka butuhkan untuk tetap produktif, sehat, dan tentu saja bahagia. Agar terus melakukan eksperimen-eksperimen penting di kantor dan melakukan pekerjaan-pekerjaan hebat di kantor tersebut.

Berikan karyawan alasan besar atau visi mengapa mereka harus melakukan pekerjaan itu. Orang yang paling bersemangat adalah orang-orang yang akan melakukan sesuatu bukan karena mereka diberitahu, atau dibayar, atau diberi izin, tapi karena mereka pikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.

Produk unggulan diawali dengan wawasan teknis yang unik. Produk baru yang hebat biasanya dimulai dengan menerapkan satu atau lebih teknologi, desain, atau wawasan bisnis sedemikian rupa. Sejarah penuh dengan perusahaan yang mencapai kesuksesan dengan menerapkan wawasan teknis yang unik. Google misalnya, mulai dari Search, AdWords, Translate, Knowledge Graph, atau Gmail.

Optimalkan pertumbuhan. Bisnis yang paling sukses adalah bisnis yang mengerti bagaimana melakukan pertumbuhan. Kompetisi bisnis sekarang begitu ketatnya, dan kita harus memiliki strategi agar bertumbuh dengan besar dan cepat. Dan cara paling baik agar bertumbuh adalah dengan terus membuka diri.

Ketahuilah pesaing Anda, tapi jangan menjiplaknya. Menjiplak apa yang dilakukan oleh kompetitor menyebabkan perkembangan bisnis kita hanya naik setingkat. Tidak lebih. Dan hal itu mungkin bisa menggeser pasar, namun tidak bisa menumbuhkan bisnis kita. Saat kita sibuk hanya mengkopi kompetitor, akan ada pesaing baru yang masuk, dan menciptakan platform baru yang lebih baik bagi target pasarmu.

Inilah faktanya: orang-orang hebat menarik lebih banyak orang hebat, sementara orang baik hanya menarik perhatian orang-orang baik dan biasa-biasa saja. Jadi, rekrutlah tim yang benar. Dalam kondisi industri dinamis, rekrutlah orang-orang yang memiliki gairah untuk terus tumbuh dan berkeinginan untuk mempelajari hal-hal baru, bukan yang memiliki rekam jejak tertentu dan kaku. Pengecualian terhadap peraturan ini adalah saat Anda mengembangkan produk yang membutuhkan keahlian teknis yang dalam dan tidak biasa, yang artinya Anda butuh seorang pakar tulen.

Beragam. Homogenitas dalam sebuah organisasi melahirkan kegagalan, jadi saat membangun sebuah tim, bawalah beragam sudut pandang dengan latar belakang bermacam-macam, untuk mendapatkan pendekatan baru bagi sebuah produk.

Cepat bosan itu bagus. Orang-orang terbaik biasanya memang orang-orang yang cepat bosan.

Tujuan dari konsesus. Konsensus bukan tentang membuat setiap orang setuju; ini tentang membuat keputusan terbaik untuk perusahaan dan membuat semua orang mengayomi. Ini membutuhkan perbedaan pendapat, dan agar suara semua orang didengar (terutama mereka yang tidak selalu berbicara). Orang perlu tidak setuju dan memperdebatkan poin mereka di lingkungan yang terbuka, jika tidak, tidak akan ada kerelaan penuh dalam keputusan akhir.

Buat semua keputusan dengan data. Jauh lebih mudah untuk mendapatkan data yang akurat dan komprehensif sekarang daripada sebelumnya, jadi keputusan yang didasarkan pada opini subjektif sekarang dapat didasarkan pada data. Data itu biasanya paling dipahami oleh orang-orang yang paling dekat dengan masalah, yang tidak berusaha meyakinkan dengan mengatakan, “Saya pikir,” melainkan dengan mengatakan, “Mari saya tunjukkan kepada Anda.” Sehingga, setiap orang dalam rapat memiliki fakta yang sama.

Setiap rapat harus memiliki satu orang yang memang berperan sebagai pengambil keputusan. Rapat harusnya dihadiri oleh beberapa orang penting saja, sehingga efektif dan cepat selesai.

Setiap orang memerlukan coach. Bahkan, atlet-atlet terhebat di dunia pun memiliki coach. Akan tetapi, sekarang ini, para entrepreneur berpikir mereka tidak membutuhkan seorang coach. Itu salah besar. Hadirnya seorang coach membuat individu menjadi lebih baik. Dan juga, membuat tim lebih baik.

Berbincang-bincang secara langsung alias tatap muka masih merupakan bentuk komunikasi terbaik dan paling berharga. Namun, di lingkungan kerja berbasis teknologi saat ini, kita sering kali membengkalaikan pola komunikasi seperti itu. Cobalah untuk menghidupkannya lagi.

Fokuslah pada user, uang akan mengikuti sendiri. Tujuan utama dari tim inovasi produk adalah untuk menciptakan produk baru yang “mengejutkan” dan lebih baik bila “radikal”. Produk yang sangat berharga dan memiliki diferensiasi yang kuat akan mudah untuk menghasilkan pendapatan yang besar.

Berdayakan smart creatives daripada manajer. Mengapa? Karena gagasan datang dari mana saja. Jadi, beri semua sumber kreatif dan kebebasan untuk berkreativitas untuk mengerjakan apa yang mereka inginkan, tanpa campur tangan dari para manajer. Google terkenal dengan kebijakan di mana mereka membebaskan karyawannya untuk menggunakan 20% waktunya untuk melakukan project yang mereka sukai. Pada praktiknya, saat karyawan menghabiskan 20% waktunya mengerjakan projek yang mereka sukai itu, mereka menggunakan sumber daya perusahaan. Akan tetapi, itu tidak mengapa, karena inti dari kebijakan itu adalah untuk membuat kultur inovasi.

Kegagalan adalah hal lazim, selama tim fokus pada user dan mampu untuk berpikir besar dan jangka panjang. Jadi, gagallah dengan cepat, perbaiki, belajar dari kegagalan itu, dan ubah aset berharga menjadi projek lain yang memiliki potensi berhasil lebih baik. Percayalah, kegagalan adalah guru yang baik.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment