. . .

Berdoa di Waktu Lapang Maupun Sempit

Berdoa di Waktu Lapang Maupun Sempit

Berdoa di Waktu Lapang Maupun Sempit – Doa selalu menyelamatkan. Doa adalah usaha yang juga dikerahkan oleh Nuh yang terselamatkan dari air bah lewat kapal besarnya. Doa adalah usaha yang dikerahkan oleh Musa dari kejaran Fir’aun yang hendak melumatnya hingga ke Laut Merah. Doa adalah usaha yang dikerahkan oleh Shalih dari kekejian kaum Tsamud. Doa adalah usaha yang dikerahkan oleh Hud dari kezhaliman kaum Ad.

Begitulah. Doa selalu menyelamatkan.

Berdoalah. Karena doa adalah ibadah paling mudah yang bisa terlafalkan, pada saat yang sama, ia adalah ibadah terkuat yang bisa mencegah berbagai musibah, dan menghadirkan apa yang kita inginkan dan pinta.

Berdoalah. Baik di kala lapang, juga sempit. Karena sang Nabi pernah bersabda suatu kali, “Kenalilah Allah di masa lapang (senang),” kata beliau, “niscaya Allah akan mengenalimu di masa engkau menghadapi kesulitan.” (HR. Tirmidzi)

 

Baca juga: Waktu, Tempat, dan Keadaan Mustajab untuk Berdoa

 

Mengenal Allah di masa lapang, berarti tetap memperbanyak dzikir walau nikmat tengah mengguyur. Banyak bersyukur kala anugerah tengah meruah. Banyak beribadah kala hari-hari tengah terlimpah riang dan kemudahan. Maka, di saat sempit dan susah menerpa, Allah akan selalu di samping kita untuk membimbing dan mengeluarkan kita dari kegelapan dan jalan hidup yang sempit.

“Barang siapa yang senang (ingin) Allah kabulkan doanya di masa kesulitan dan genting, hendaknya memperbanyak doa (ketika) di masa lapang.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Paling mudah sebagai ilustrasi adalah kisah tentang Nabi Yunus. Yah, Nabi Yunus pernah mengalami hari paling menyusahkan dalam hidupnya ketika berada dalam perut ikan. Allah pun memberikan kabar gembira dengan mengeluarkannya dari perut ikan itu. Allah menyelamatkannya, tersebab Nabi Yunus sering melakukan shalat.

“Kalaulah ia tidak termasuk orang yang dulunya banyak bertasbih (shalat), niscaya ia akan tetap tinggal di perutnya hingga hari dibangkitkan.” (As-Shaffat [37]: 143)[]

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!