Bagaimana Cara Mengidentifikasi Segmentasi Pasar dan Memenangkannya?

Penentuan segmen pasar yang tepat akan berpengaruh baik pada respons produk yang akan kamu jual. Tetapi, bagaimana cara mengidentifikasi segmentasi pasar?

Philip Kotler, dalam Marketing Insights From A to Z, memaparkan caranya ke dalam tiga tahap.

1 – Segmentasi pasar menurut kelompok demografis. Target marketnya digolongkan menurut usia/umur. Contoh, target marketnya wanita usia 35-50 tahun.

2 – Segmentasi pasar ke dalam kelompok-kelompok kebutuhan. Contoh, target marketnya adalah wanita bekerja yang menginginkan kemudan dan dapat menghemat waktu dalam berbelanja.

3 – Segmen pasar berdasarkan kelompok-kelompok perilaku. Target marketnya didasarkan pada perilaku atau gaya hidup. Contoh, target marketnya adalah wanita yang bergaya hidup konsumtif (boros) dalam berbelanja pakaian pesta.

Mengapa menentukan segmen pasar penting bagi usaha kamu. Penentuan segmen pasar ini penting karena berguna untuk memperjelas pelanggan mana yang akan kamu layani nanti.

Bayangkan saja, bila kamu tidak mengetahui siapa pelanggan yang akan dilayani, maka kamu akan menawarkan produk dan jasa kamu kepada siapa saja tanpa arah yang jelas.

Ibaratnya, kamu berada di medan tempur, dan kamu tidak tahu siapa target kamu. Bisa-bisa kamu salah panah, salah tembak, salah tusukin pedang.

Maka, buatlah daftar segmen pasar berdasar jenis kelamin, usia, pendapatan, profesi, pendidikan, dan lokasi tempat tinggal. Setelah itu, lakukan beberapa trik berikut untuk memenangkan pasar, sebagaimana pemaparan dari Wulan Ayodya dalam Siswa Juga Bisa Jadi Pengusaha.

1 – Jangan lupa, pilih segmen yang masih sepi pemain, sehingga tidak perlu bersusah payah merebut pelanggan. Pilih juga yang paling kamu kuasai, sehingga kamu akan dengan mudah untuk menentukan langkah marketing selanjutnya. Selain itu, pilih segmen pasar yang potensi pasarkan terus berkembang. Setelah itu, tentukan harga, lokasi, dan promosi yang tepat bagi segmen pasar kamu.

2 – Usahakan untuk menjual produk yang bermutu dan berkualitas. Dengan begitu, akan lebih unggul dan diminati konsumen. Produk yang bermutu tentu saja akan menciptakan kepuasan bagi pelanggan sehingga akan terus mengkonsumsi produk tersebut.

3 – Produk yang dijual harus mudah didapatkan oleh siapa pun. Usahakan produk disalurkan ke tempat-tempat penjualan yang mudah dijangkau oleh banyak konsumen, sehingga mereka tidak kesulitan mendapatkan produk tersebut.

4 – Teruslah berinovasi pada produk dan mengikuti perkembangan zaman. Apabila memungkinkan, produk akan mengalami perubahan atau penambahan jenis (variasi) untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen, disesuaikan dengan perkembangan dari waktu ke waktu.

5 – Buatlah sistem penjualan produk. Buat sistem dengan cara-cara yang menarik, inovatif, dan tidak membohongi konsumen sehingga banyak konsumen tertarik dengan produk yang kamu jual.

6 – Buatlah sistem pelayanan yang baik. Lakukan layanan terbaik dalam penjualan dan informasi produk untuk memberikan kesan dan predikat yang baik, sehingga akan banyak konsumen menyukai produk dan servis kamu.

7 – Pilihlah nama merek produk dan nama usaha yang menarik, dan mudah diingat oleh konsumen.

8 – Buatlah packaging yang menarik dan kreatif. kemasan yang kreatif akan membuat produk kamu terlihat menarik dan mengundang konsumen untuk menelitinya lebih lanjut.

9 – Berikanlah jasa tambahan yang merupakan fasilitas lebih. Hal ini akan menambah nilai lebih pada produk kamu, seperti jasa pengantaran (delivery order), pemasangan gratis, servis gratis, dan sebagainya.

10 – Carilah informasi harga pasaran mengenai produk yang sama. Tujuannya agar mengetahui secara pasti mengenai harga pasar dan dapat menentukan harga jual.

11 – Usahakan untuk menjual harga produk lebih murah dari pasar. Hal ini merupakan strategi marketing dalam harga yang tujuannya untuk menarik konsumen.

12 – Efisienkan biaya-biaya produksi. Hal ini dilakukan untuk dapat menekan harga produksi sehingga harga produk dapat lebih murah tanpa mengurangi kualitas.

13 – Penentuan harga produk harga konsisten. Maksudnya adalah jangan menaikkan atau menurunkan harga dengan alasan yang tidak jelas karena akan membuat konsumen bingung dan berpikir yang negatif terhadap produk kamu. Naik turun harga hanya diperbolehkan untuk barang-barang yang cepat laku yang dipengaruhi oleh ketersediaan stok dan kenaikan tarif bahan bakar atau listrik.

14 – Buatlah daftar harga yang pasti untuk harga jual produk kamu.

15 – Pertimbangkan untuk memberikan diskon atau potongan harga. Pemberian potongan harga akan membuat konsumen lebih tertarik membeli produk kamu.

16 – Pilihlah kokasi yang strategis dan mudah dijangkau, sehingga tidak menyulitkan konsumen untuk mendatanginya.

17 – Pilih lokasi usaha sesuai segmentasi konsumen. Pilih lokasi usaha sesuai dengan segmen yang dituju. Hal ini berkaitan dengan keputusan pembelian. Jika ingin menjual produk untuk anak-anak, carilah lokasi yang dapat dijangkau oleh anak-anak, misalnya lingkungan sekolah.

18 – Berikan informasi yang jelas dan lengkap tentang lokasi tempat kamu berjualan, sehingga konsumen mengetahuinya dengan pasti.

19 – Berilah fasilitas penunjang yang baik pada lokasi usaha, seperti toilet yang bersih, tempat ibadah, dan sebagainya agar konsumen merasa lebih nyaman. Fasilitas penunjang lainnya pun tergantung jenis dan skala usahanya.

20 – Pastikan bahwa transportasi dapat menjangkau lokasi usaha dengan mudah. Selain lokasi penjualan, lokasi produksi juga harus diperhatikan agar mempermudah sarana transportasi penyaluran bahan baku maupun pengantaran produk untuk dijual dalam kapasitas yang besar.

21 – Apabila kamu mempunya beberapa tempat pejualan atau kamu lakuakn penjualan di beberapa tempat usaha, buatlah sistem distribusi yang baik sehingga tidak menghambat penyaluran produk ke tempat tujuan. Perhatikan pembuatan jadwal yang tepat, perhitungkan stok yang dibawa setiap pengantaran untuk efisiensi biaya transportasi, juga rute lokasi yang searah. Buatlah pendistribusian produk ke lokasi dengan sistem yang efektif dan efisien.

22 – Pemilihan lokasi penjualan juga harus memperhatikan fasilitas tempat yang memadai. Seperti tempat penjualan yang cukup, adanya gudang untuk menyimpan persediaan, serta adanya fasilitas ruangan lain yang harus ada tergantung dari jenis usahanya.

23 – Promosi dapat dilakukan mulai dari diri pemilik usaha yaitu dengan menjadi pemasar yang baik.

24 – Promosi yang dilakukan harus sesuai dengan anggaran.

25 – Pilih cara berpromosi dengan media yang tepat.

26 – Pastikan bahwa sarana promosi yang dipilih akan tepat, terutama dengan mengamati pengalaman perusahaan sejenis dalam promosi.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment