Bagaimana Cara Membuat Konten yang Berpotensi Viral?

Saya selalu bertanya-tanya, mengapa sebuah konten bisa begitu banyak yang nge-share, dan mengapa ada konten yang jarang di-share. Atau, bagaimana bisa sebuah konten begitu banyak views-nya, dan kenapa ada konten yang bahkan hampir tidak mendapatkan pembacanya.

Akhirnya, saya melakukan riset, dan dari semua penelusuran serta blusukan digital itu berujung satu hal: tidak ada rumus pasti untuk membuat sebuah konten menjadi viral.

Akan tetapi, sebagaimana ketika penerbit membuat buku, tak ada jaminan pula bahwa bukunya akan selalu best seller. Bila bisa seperti itu, tentu sudah sangat banyak penerbit yang senang dan gembira ria. Nyatanya, semua penerbit juga pusing mikirin gimana biar bukunya best-seller.

Yah, sebuah buku memang tidak bisa dibuat menjadi best-seller, akan tetapi bisa diupayakan menjadi best-seller. Sama seperti dengan konten digital. Tidak ada formula pasti bagaimana, akan tetapi bisa diupayakan dan direncanakan untuk menjadi viral.

Nah, bagaimana perencanaan sebuah konten menjadi viral?

1 – Kejutkan dengan sebuah fakta, dukung dengan gambar atau video yang menguatkan.

Fakta selalu menarik siapa saja, apalagi bila fakta tersebut membuat mereka hingga terbengong-bengong, “Oh, ternyata begitu, ya!”

Jangan lupa, dukung dengan gambar atau video terkait. Pasti mereka nggak akan tahan untuk nggak nge-share. Bayangkan bila sebuah judul provokatif untuk sebuah fakta dicampur dengan gambar atau video yang memudahkan pembaca untuk memahami konten. Pasti akan dinikmati oleh pembaca.

Tak perlu juga memikirkan fakta sulit, misalkan tentang bahaya merokok atau yang semisalnya. Fakta-fakta sederhana juga oke. Misalkan, tentang Raditya Dika yang selama ini kita kenal sebagai cowok dengan status jomblo terakut, yang ternyata sudah memiliki pacar, namun dirahasiakan.

2 –  Tema yang lagi ngehit apa, berikan sudut pandang lain.

Hal paling mudah memang nebeng di tema yang sedang ngehit, misalkan 20 Alasan Kenapa Kamu Harus Bangga Menjadi Anak UI. Tidak masalah membuat konten serupa, asalkan dari sudut pandang lain. Misalkan menjadi, Anak UI Memang Keren, Tetapi Anak ITB Masa Depannya Lebih Menjanjikan. Memberikan sedikit bumbu kontroversi tentu menyenangkan, bukan?

3 – Suguhkan konten inspiratif.

Quote inspiratif, motivasi, cerita mengharukan, cerita motivatif, kisah sukses dari zero to hero, akan selalu mendapatkan tempat di hati pembaca, dan akan selalu dengan sukarela di-share kepada teman-temannya. Seperti kisah kakek-nenek yang tetap hidup bersama, atau pedagang kaki lima yang menggratiskan dagangannya tiap Jum’at, dan lain sebagainya. Apapun, kisah yang bikin melelah, akan ngeviral.

Membuat konten seperti ini termasuk paling gampang, karena banyak resource yang bisa kita dapatkan untuk membuat konten seperti ini, dan hanya diperlukan sedikit bumbu dramatikal, dan voila!

Misalkan artikel di SINI, walau hanya menyajikan quote inspiratif, namun postingan tersebut memiliki lebih dari 9 juta views, dan 1,4 juta share.

Kelihatan gila, memang, padahal sesederhana itu. Tetapi, siapa sih yang nggak suka dengan hal yang sederhana dan keren. Iya, kan? Bisa juga konten berupa rahasia sukses. Siapa sih di dunia ini yang nggak ingin sukses? Karena sukses adalah hak setiap orang. Itu kata motivator-motivator kondang, sih. Tetapi, satu hal pasti, elemen-elemen yang dapat membuat orang sukses, akan senantiasa diburu, misalkan seminar, buku, juga konten digital. Perhatikan bagaimana konten-konten dengan tema sukses berikut ini memiliki demikian banyak share-nya.

4 – Buatlah picture list post yang mencengangkan

Jangan intimidasi pembaca hanya dengan teks di era yang sangat kuat visual ini. Picture list post adalah konten yang berisi list, tetapi dipadu dengan gambar. Mengubah artikel panjang menjadi konten berfomart list adalah kehebatan, namun mengubahnya lagi menjadi picture list, adalah kehebatan yang lebih hebat lagi.

Coba tengok bagaimana jumlah share-nya  ARTIKEL INI di sosial media.

Konten ini sangat berpotensi viral karena memiliki gambar yang stunning, keren, dan keterangan singkat yang membantu. Siapapun menyukai postingan seperti ini, karena tidak perlu membaca terlalu banyak teks yang melelahkan, namun justru dihadirkan gambar yang menyegarkan dan informasi yang cukup. Gambar menarik, teks informatif, list yang membantu memudahkan scanning, ah, sempurna! Ini adalah hal penting bila kamu ingin membuat konten yang berpotensi viral tinggi.

5 – Semua orang suka sama yang lucu dan nggemesin!

Salah satu alasan kenapa orang-orang nge-share sebuah konten adalah karena konten itu menghibur, dan pantas untuk dibagi ke teman-temannya. Misalkan, bikin saja pembacamu tertawa, dan tombol klik share akan mudah mereka tekan. Menyajikan konten yang membosankan kepada pembaca itu menyebalkan. Sarannya, buatlah konten yang menghibur, seperti kucing lucu yang nggemesin, bayi gemuk yang cubit-able, atau Aliando. Iya, siapa sih yang nggak mengakui kalau Aliando itu nggemesin?

6 – Kontroversial!

Bagaimanapun, orang-orang sering menjadi bagian dari sesuatu, dan ingin menunjukkan bahwa dia adalah bagian dari sesuatu itu. Seperti pendukung Jokowi dan Prabowo yang tiada habisnya. Atau soal perokok dan non perokok yang debatnya tiada berujung. Di dunia ini, saya kira masih banyak sisi-sisi kontroversial lain yang layak dijadikan konten menarik, cerdas, dan agak nakal, sehingga bisa di-share lebih banyak orang.

Lihatlah bagaimana kontroversi tentang rokok tersebut dengan sangat apik menjadi konten viral nomor satu di portal tersebut! Menjadi kontroversial mungkin akan kelihatan memecah belah, akan tetapi, bagi banyak orang yang setuju dengan konten tersebut, tentu akan memudahkan distribusi konten ke kantong massa mereka. Dan ini tentu berpotensi viral. Yang satu untuk didukung, yang satu diviralkan untuk ditentang. Ini penting demi membuat konten yang berpotensi viral.

7 – Kesehatan, diet, dan tips fitness.

Semua orang ingin sehat, tampil menarik, dan tentu saja memiliki kondisi tubuh yang menggemaskan. Rahasia hidup panjang, hidup tanpa merokok, hidup tanpa kecanduan kopi, dsb, adalah konten-konten yang berhubungan dengan kesehatan yang dekat dengan kehidupan keseharian.

Gunakan gambar pendukung yang keren, kalau bisa praktikal, step-by-step, sehingga memudahkan pemahaman pembaca. Saya yakin, mereka nggak akan tahan untuk nggak nge-share.

8 – Konten tentang cinta, galau, dan permasalahan hubungan kasih sayang.

Tahu nggak, buku dengan penjualan terbanyak tahun 2015 di Gramedia seluruh Indonesia? Koala Kumal-nya Raditya Dika! Dunia cinta, adalah dunia yang ada dalam kehidupan setiap orang. Dunia galau adalah dunia yang dekat dengan keseharian setiap insan di Indonesia, bahkan di setiap manusia di muka bumi ini!

Asal kita cerdik mengemas tentang hubungan percintaan itu dalam sebuah konten yang menarik, views dan share adalah jackpot! Ini penting demi membuat konten yang berpotensi viral. 

9 – Postingan yang lebih panjang mendapatkan lebih banyak share di social media daripada yang pendek

Banyak konten yang memiliki value rendah karena dia hanya berupa olahan ulang dari artikel-artikel lain yang dangkal. Pastikan kamu lebih fokus untuk mengolah artikelmu lewat riset yang agak bagusan, sehingga pembaca mendapatkan insight baru yang lebih segar. Viral akan terjadi.

Weak content doesn’t work. People engage with passionate content and with people that have a view.

Iya, kita tahu, bahwa orang-orang akan dengan senang hati nge-share jenis meme lucu atau gambar kucing imut. Tetapi, mereka juga antusias untuk nge-share konten yang menunjang intelegensi, dan dalam format yang tidak terlalu pendek. Ini seperti kita berkunjung ke sebuah blog. Kita pasti akan lebih senang melihat artikel agak panjang dengan bahasan yang mendalam, daripada pendek-pendek, dengan pembahasan yang ‘gitu doang’. Berapa panjang artikelnya? Mungkin sekitar 1.500 kata.

Hanya saja, perhatikan pengemasannya. Percantik dengan image pendukung, sub judul yang menonjol, bullet points agar pembaca tidak lelah, dan juga beberapa hit teks yang cantik berupa quote, atau konklusi artikel. Jangan lupa pula menggunakan angka ajaib. Karena ini penting dalam membuat konten yang berpotensi viral.

10 – Infografis dan List memiliki potensi viral lebih banyak.

Menurut penelitian dari Noah Kagan dan BuzzSumo, postingan berformat List dan Infografis memiliki lebih banyak potensi viral, daripada Why Post, What Post, mauupun Video dan How To Article.

Bagaimana? Sudah siap untuk membuat konten viral?

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment