. . .

Author: Fachmy Casofa

Penulis 25+ buku. Memiliki keterampilan dalam bidang penulisan, digital marketing, copywriting, dan desain grafis. Untuk kerja sama dan kolaborasi hubungi fachmycasofa@gmail.com. Follow juga Instagram-nya @fachmycasofa.

Don’t Try to be Everything

Kesuksesan senyatanya adalah keberhasilan untuk menemukan ‘bekal’ apa yang sudah Tuhan kasihkan ke kita sejak lahir, lalu mengoptimalkannya. Setiap orang terlahir dengan ‘bekal’ yang berbeda-beda. Cristiano Ronaldo tidak akan menyabet Ballon d’Or berkali-kali bila ia salah mendeteksi ‘bekal’-nya dan tidak mengembangkannya. Jimmy Lin takkan mampu membuat fenomena Linsanity bila ia tak memahami betul apa keunggulan […]

Simplicity in Writing

Bomb adalah istilah untuk kegiatan ataupun proses yang sedang dilakukan ketika membuat grafiti. Sang pembuatnya disebut dengan bomber. Lalu, ada istilah untuk penanggungjawab pembuatan yang disebut dengan tagging. Taki 183 disebut-sebut sebagai pihak paling menginspirasi dalam ide tagging ini. Nama aslinya Demetaki, seorang Yunani yang tinggal di New York. Ia bekerja sebagai kurir. Taki merupakan […]

Tertantang Sekaligus Bersenang-Senang

Annemarie Schimmel, yang mengagumi Muhammad Iqbal ini, menerjemahkan Javidnama, karya besar pujangga Pakistan tersebut. Hingga kemudian, pemerintah Pakistan menganugerahinya Hilal Al-Imtiyaz; penghargaan teratas yang diberikan kepada warga sipil. Pada 1988, setelah tiga puluh tahun sebelumnya ia menjejak pertama kakinya di Pakistan itu, namanya dijadikan beasiswa kepada mahasiswi pascasarjana untuk melanjutkan studi di Inggris. Serunya lagi, […]

Setiap Penulis Memiliki Jiwa Khasnya Sendiri

“Engkau harus menemukan sebuah kunci; sebuah petunjuk untuk mendapatkan gaya menulismu sendiri. Sebab, yang engkau miliki hanya dua puluh enam huruf dalam abjad itu, beberapa tanda baca, dan beberapa kertas.” —Toni Morrison Berapa banyak salah yang kita terakan selama proses menulis? Sering salah, berarti kreatif. Bukan, bukannya salah itu berarti kreatif. Akan tetapi, kalau kita […]

It’s Crafted with Passion

“Aku tidak menunggu mood,” kata Pearl S. Buck, “kita tidak akan mencapai apapun jika mengandalkan kondisi semacam itu. Pikiran kita harus tahu kapan ia harus bekerja…” Kalimat itu meluncur dari sosok yang mendapatkan hadiah nobel untuk sastra pada tahun 1938. Ia, setelah menikahi seorang ahli pertanian pada tahun 1917 di China, mendapatkan seorang putri manis […]