Terkandung Banyak Dosa dalam Alasan

Mari berhati-hati dengan tipu diri, yang sering mengubah rupanya dengan wajah bernama alasan. Alasan sering terlontarkan karena kelemahan keinginan. Alasan sering terhadirkan karena rapuhnya azzam.

Alasan adalah wajah lain keengganan yang berupaya bermuka manis yang harus disayang. Padahal, alasan adalah bibit-bibit kemunduran hidup. Padahal juga, berkawan dengan alasan adalah ketidakmampuan diri mensyukuri satu hari kehidupan yang telah dianugerahi-Nya.

Balasan-Nya selalu hadir dikarenakan sunnatullah-Nya berupa sebab-akibat. Balasan-Nya yang tinggi, disebab pula oleh amal yang tinggi. Balasan-Nya nan indah disebab pula oleh amal yang baik.

Entah berapa sering kita mengaku merindu akhirat, namun menihilkan kerja dunia; bermalas-malasan menjemput rezeki, tak pandai mengatur strategi waktu, tak lihai menjaga kesehatan, tak bijak mengolah agar penghasilan tetap terus mengalir dengan apik.

Padahal, kerja-kerja dunia adalah pelancar langkah ke jannah, manakala meniatkannya untuk ibadah. Jadi, tak ada yang salah dengan kerja-kerja dunia. Karena itu justru pembuktian rasa kebertanggungjawaban kita atas hamba-Nya yang diamanahi-Nya untuk menjadi khalifah di bumi-Nya.

Makanan terbaik seorang hamba adalah apa yang dia peroleh dari jerih payahnya sendiri, bukannya meminta-minta belas kasih dari hamba lainnya. Tak ada harga diri, martabat, penunjukkan usaha keras, juga kemuliaan sebagai seorang hamba shalih.

Maka, berhati-hatilah dengan tipu diri, yang sering mengubah rupanya dengan wajah bernama alasan. Sungguh banyak dosa mengelilingya. Karena hasil terbaik, tak pernah didapat dengan meninggalkan usaha. Berbijak dan berwaspadalah, agar tipuan nafsu tak selalu menunggangi kepentingan akhirat kita.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment