cretive leader

8 Karakteristik Creative Leader

”Mastering others is strength. Mastering yourself is true power.” —Lao Tzu

1 – Multi

Ada dua multi yang dimiliki oleh seoarang creative leader, yang pertama adalah multikarier, dan yang kedua adalah multiskill.

Multikarier bermakna menjalani dua atau lebih karier dalam waktu bersamaan. Bisa juga, berganti karier setelah menjalani satu karier dalam periode waktu tertentu.

Contoh yang sukses dengan multikarier adalah John Grisham. DIa menjadi politisi pada rentang 1983–1990, dan sebelumnya adalah pengacara selama 10 tahun. Novel masyhurnya yang berjudul A Time to Kill, dimulai rentang waktu 1983–1987 setiap pagi sebelum ke kantor. Yah, seperti novelnya yang terlihat nyata itu, inspirasi kisahnya juga dia dapatkan dari kasus hukum nyata yang terjadi saat itu.

Contoh lain adalah Andrea Bocelli. Menjadi pengacara hanya selama setahun, kemudian memutuskan untuk berkarier di dunia musik. Franco Corelli dipilihnya sebagai mentor, dan sekarang kita mengenalnya sebagai penyanyi dengan suara indah dan beberapanya menjadi musik favorit manusia sejagad, seperti The Prayer ( yang hasil duet dengan Celine Dion), Con Te Partiro, atau Time to Say Goodbye (duet dengan Sarah Brightman).

Bayangkan, seorang ahli filsafat, kritikus seni, pelukis, sekaligus penulis berbagai bidang, seperti geologi, arsitektur, mitos, sastra, dan juga botani!

Itu seperti profesi 20 orang, berkumpul dalam satu sosok.

Dialah John Ruskin. Dan untuk menjadi multiskill seperti dia, rahasianya hanya, ”Ketika cinta dan keterampilan bersatu, adikarya akan tercipta.”

Stephen R. Covey, mengatakan bahwa salah satu upaya memberdayakan sebuah organisasi adalah ketika ada kesempatan sukses secara pribadi bagi individu yang memiliki pengetahuan, keterampilan, keinginan, dan kesempatan dengan cara yang nantinya mengarah pada keberhasilan organisasi secara kolektif. Bahkan, dia juga menggambarkan pemberian kesempatan bagi para individu yang memiliki beragam keterampilan haruslah dikembangkan oleh setiap perusahaan dan organisasi yang ingin sukses.

2 – Lihai Merangkul

Seorang pemimpin tidak dilahirkan, dia terbentuk. Beberapa waktu lalu, saya mengikuti proses interview pembuatan buku biografi resmi Jokowi, yang ditulis oleh Alberthiene Endah. Saat itulah saya kemudian tahu, bahwa Jokowi memang telah melewati serangkaian ‘jedar-jeder’ hidup, hingga kemudian menduduki puncak tertinggi kepemimpinan di Indonesia: Presiden. Tetapi, satu hal yang saya salut, adalah kemampuan beliau untuk merangkul.

Seorang creative leader akan memilih motivasi daripada manipulasi. Dan akan lebih memilih merangkul daripada menyuruh, membentak, apalagi menghardik.

Berkali-kali saya bertemu Jokowi, dan beliau selalu menunjukkan karakter itu. Sebuah sejatinya tugas pemimpin, untuk menjadi integrator; penghubung dari berbagai macam kemampuan orang-orang yang dipimpinnya. Bukan menjadi pucuk pimpinan yang sok tahu, apalagi belagu.

Dan dari karakteristik lihai merangkul itulah, kemudian walau hadir beragam konflik, serang creative leader akan selalu bisa mengubah konflik yang destruktif menjadi konstruktif, membuat semuanya nyaman untuk bekerja sama mencapai tujuan, menguatkan hubungan berbagai pihak hingga lahir rasa saling menghargai, dan tentu saja, terpenting adalah meningkatkan kemampuan semua pihak sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

3 – Berjejaring

Lihai dalam membuka diri untuk menjalin interaksi dengan beragam komunitas atau pihak adalah karakteristik ketiga. Salah satu cara untuk memperluas jejaring adalah dengan mengikuti seminar, pelatihan, atau social gathering.

Apalagi, sekarang dengan maraknya media sosial seperti LinkedIn, Facebook, Twitter, Path, Instagram maupun aplikasi sosial seperti LINE, Whatsap, Blackberry Messenger, dll.

Semua bebas kita pilih grup atau diskusi yang sesuai dengan interest kita.

4 – Disiplin dan Konsisten

Tanpa disiplin diri dan konsistensi yang kuat, pendiri bisnis legendaris Mustika Ratu, yakni Mooryati Sudibyo tentu tak secemerlang namanya seperti sekarang. Rhenald Kasali menjadi saksi, bagaimana Mooryati Sudibyo mengambil jenjang doktoralnya, dan saat itu Rhenald Kasali ada dosennya.

Rhenald menceritakan bawah Mooryati Sudibyo yang sudah berusia lanjut, yakni 75 tahun, selalu berkebaya saat kuliah! Dan hebatnya, walau memakai kebaya membutuhkan pematutan diri yang tak sebentar, namun nyatanya Mooryati tak pernah telat datang kuliah.

Dan kejutannya pun tak hanya itu, Mooryati Sudibyo bahkan lulus dalam rentang empat tahun, dan disertasinya mendapatkan banyak pujian dari pakar ekonomi.

Salut!

5 – Gairah dan Motivasi Diri yang Kukuh

Venus Williams telah meraih 22 gelar Grand Slam yang terdiri atas tujuh gelar tunggal, tiga belas gelar ganda, dan dua gelar ganda campuran. Tujuh gelar Grand Slam tunggalnya ia dapatkan dari Wimbledon (lima kali) dan US Open (dua kali).

Bahkan, bersama adiknya, Serena, ia telah memenangi semua turnamen Grand Slam setidaknya dua kali!

Venus Williams juga telah memenangi empat medali emas olimpiade, satu dari sektor tunggal dan tiga dari sektor ganda (yang ia menangi bersama Serena).

Gairah Venus dan Serena adalah tenis. Motivasi dirinya adalah memenangkan turnamen. Bila diiringi kerja keras, konsistensi, disiplin, dan ketekenunan, siapa yang akan bisa mengalahkan mereka, bukan?

6 – Kemampuan Beradaptasi

Siapapun pasti tak ingin tertimpa penyakit yang melanda Stephen Hawking, ilmuwan fisika yang sekaligus juga penulis buku Fisika Kuantum. Tetapi, satu hal yang patut kita saluti darinya adalah kemampuannya beradaptasi dengan keadaannya.

he’s truly creative leader.

Pada usia 21 tahun, pada tahun terakhir kuliahnya di Oxford, ia terkena gejala kelumpuhan Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yang secara perlahan tetapi pasti membuatnya mengalami kelumpuhan menyeluruh.

Tidak hanya kehilangan kemampuannya untuk berdiri, berjalan, atau makan sendiri, bahkan Hawking pun kehilangan kemampuan untuk berbicara!

Namun Hawking memilih untuk tidak menyerah dengan keadaannya.

Kejeniusan Hawking teruji ketika kemudian ia mampu menggunakan sebuah komputer yang diciptakan oleh seorang ahli dari Cambridge University untuk mengubah setiap kata yang diketiknya menjadi suara setelah Hawking benar-benar tidak mampu berbicara lagi pada tahun 1985-an.

Namun, keterbatasan fisik tersebut tak menghalangi Hawking untuk menghasilkan buku-buku ilmiah best seller dunia. Beragam penghargaan dalam bidang ilmu pengetahuan pun diperoleh Hawking karena berbagai risetnya yang tidak pernah berhenti.

7 – Berbeda

Menjadi sedikit lebih baik itu mudah. Tetapi sangat susah menjadi sedikit lebih berbeda. Dan biasanya, para creative leader memang memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal ‘berbeda’ dalam hidupnya.

Maria Saraphova, petenis dunia perempuan asal Rusia yang sekaligus menjadi foto model profesional, juga mengakui selalu ingin tampil beda dari orang lain. ”Saya ingin berbeda. Jika orang-orang mengenakan baju hitam, saya ingin mengenakan baju merah.”

Itu tandanya adalah dia memang memiliki kemampuan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Melakukan sesuatu yang berbeda ini bukan hanya dalam ranah tampilan luar, namun juga kondisi dalam jiwa. Seperti yang dilkaukan oleh Lee Iacocca, yang memiliki prinsip menarik ketika mengalami stres. ”Pada saat stres tinggi atau ada kesulitan, hal yang terbaik adalah untuk tetap sibuk mengelola kemarahan dan energi Anda menjadi sesuatu yang positif.”

Setelah delapan tahun menjadi CEO Ford Motor Co. dan mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan otomotif tersebut, tiba-tiba Lee dipecat.

Panikkah dia?

Tidak.

Padahal, alasan utama kenapa Lee dipecat hanyalah karena Henry Ford, merasa terancam atas nama besar Lee yang makin cemerlang dan terkenal, dan bisa menyaingi kemasyhuran sang pemilik.

Terdengar aneh, memang. Namun Lee memiliki daya bedanya sendiri dalam menghadapi cobaan aneh dalam hidupnya tersebut.

Lee justru menerima tawaran Chrysler Corp., sebuah perusahaan otomotif yang hampir bangkrut. Yah, kamu tak salah baca, hampir bangkrut!

Dan yang terjadi kemudian justru mengagumkan. Saat Lee bergabung dengan Chrysler, perusahaan itu bangkit dan brand-nya justru menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Amerika.

Seseorang yang memiliki ‘daya beda’ dalam dirinya memang akan selalu bisa membuat perbedaan.

8 – Terus Maju

Terakhir, karakteristik yang dimiliki oleh creative leader adalah gairahnya untuk terus maju dan menghasilkan yang terbaik.

Andrea Bocelli, mengalami kebutaan ketika terjadi kecelakaan saat bermain sepak bola pada usia 12 tahun. Namun, sejak usia 6 tahun Bocelli sudah mulai belajar piano, flute, saksofon, terompet, trombon, harpa, gitar, dan drum.

Memiliki dasar bermusik yang kuat, Bocelli kemudian memenangkan sebuah kompetisi menyanyi pada usia 14 tahun, 2 tahun setelah dirinya mengalami kebutaan total. Sampai saat ini, Bocelli sudah merekam tujuh opera komplet dan berbagai album pop serta klasik dengan penjualan mencapai 65 juta kopi di seluruh dunia!

Bukan hanya itu, di tengah segala kesibukannya sebagai penyanyi dan penulis lagu, Bocelli bahkan melanjutkan tingkat pendidikannya di bidang Hukum sampai jenjang doktor dengan semua materi kuliah dalam huruf braille!

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment