5 Inspirasi Kreatif yang Bisa Kamu Pelajari dari John Lennon dan The Beatles

Dikenal sebagai salah satu pencipta lagu terbaik di dunia, pandai menulis puisi, namun juga memiliki bakat kepemimpinan yang legendaris dalam industri musik. John Lennon dan The Beatles adalah perpaduan dua hal yang menarik dalam dunia kreatif.

1 – John Lennon Kreatif sejak kecil

Saat kecilnya, Lennon bersekolah di Sekolah Dasar Dovedale tidak jauh dari rumahnya di Woolton, pinggiran Liverpool. Walaupun sempat mengawali pendidikannya dengan baik, Lennon kemudian justru mengalami penurunan tajam, dan tak memiliki minat di pelajaran akademik biasa, bahkan cenderung tidak suka dengan guru-gurunya, dan sering terlibat masalah di sekolah, bahkan masuk kategori siswa yang sering bikin onar bersama teman dekatnya, Pete Shotton.

Tetapi, Lennon memiliki ketertarikan yang sangat dalam dengan menggambar, membuat kartun, menulis cerpen, dan menyalin sesuatu dari koran. Bahkan, sewaktu di sekolah dasar itu, Lennon sudah menghasilkan buku kecil karyanya sendiri berjudul Sport Speed and Illustrated. Buku itu berisi lelucon, kartun, sisipan foto-foto bintang film dan pemain sepak bola. Bahkan, di dalamnya juga terdapat cerita berseri yang setiap kalinya diakhiri dengan, “Jika kau suka, datang lagi minggu depan, ini akan jadi lebih bagus.” Bahkan, John Lennon semasa kecilnya tidak pernah membayangkan akan menjadi musisi, ia lebih bercita-cita menjadi jurnalis.

2 – Belajar Bermusik Sejak Dini dan Membuat Band Sebagai Ekspresi Diri

Sekitar umurnya yang lima belas tahun, musik mulai masuk dalam hidupnya. Seperti musik masuk dalam kehidupan remaja Inggris pada umumnya kala itu, yang terjangkiti Rock n Roll. Dengan demam musik yang melandanya, dia memutuskan untuk membuat geng musiknya sendiri, dan bahkan memaksa Pete Shotton untuk bergabung, walaupun dia tidak memiliki ketertarikan musik sama sekali.

Pada sekitar awal 1957, dia membuat Quarrymen, yang bermain musik untuk pesta teman-teman, acara sosial, dan beberapa acara lokal yang tidak besar lainnya. Lennon mendapatkan gitar pertamanya dari Julia, kakak sulungnya, dan memintanya berlatih di teras depan.

Pada 15 Juni 1957, Quarrymen bermain di perjamuan gerja Paroki St. Paul di Woolton. Ivan Vaughan, teman Lennon yang bersekolah di tempat berbeda dengannya, juga mengundang seorang temannya yang berusia lima belas tahun dari sekolahnya untuk menonton Quarrymen bermain dan menemui Lennon. Orang tersebut adalah Paul McCartney. Dia membawa gitarnya sendiri, memainkan lagu untuk Lennon berjudul Twenty Flight Rock, dan John Lennon seketika terkesima dengan permainan McCartney.

3 – Membentuk Tim dengan Deretan Insan Bertalenta

Seminggu setelah pertemuan itu, John Lennon menghubungi Paul untuk bergabung dengannya di Quarrymen. Tahun berikutnya, George Harrison juga bergabung. Pada tahun 1959, Quarrymen mulai bermain untuk Casbah Club, sebuah bar kopi anak muda yang dikelola Mona Best. Itu adalah awal-awal Quarrymen bermain untuk sebuah penonton yang berjumlah lumayan, walaupun ada kendala dan masalah dalam hal pembayaran dengan pihak club.

4 – Lahirnya Beatles

Pada Mei 1960, Quarrymen mengubah namanya menjadi The Beatles, dan mulai panggung nyata sebagai band pendukung untuk seorang penyanyi muda bernama Johnny Gentle. Acara itu berlangsung selama sembilan hari dan berlangsung di kota-kota kecil terpencil di utara Skotlandia yang hanya didatangi beberapa orang saja. Tentu saja tur itu sangat singkat dan tidak menghasil uang bagi mereka. dalam tur itu, mereka bepergian menggunakan van. Namun, setelah peristiwan nahas itu, pada tahun itu, setelah ada panggilan untuk pergi ke Hamburg pada Agustus 1960, Beatles baru memulai karier profesionalnya. Tetapi, ternyata itu adalah panggilan manggung yang mengenaskan juga, karena tiba-tiba dibatalkan, disebabkan oleh cuaca buruk.

5 – Kesuksesan akhirnya tiba

Tetapi, setelah itu, masa itu menjadi masa kegembiraan, kesuskesan, dan histeria yang menggunung. Sejak dirilisnsya Please Please Me pada 11 Januari dan menduduki peringkat 1 pada tangga musik, Beatles menemui masa kejayaannya. Bahkan, dicatatkan bahwa keberhasilan mereka luar biasa, dan tak tertandingi dalam sejarah modern Inggris. Penonton, terutama gadis-gadis muda, menjerit-jerit setiap kali Beatles tampil. Paul, John, George, dan Ringo kemudian menjadi legenda dalam industri musik dunia, hingga sekarang. Beatlemania pun menjadi fans dengan tingkat keloyalan yang tinggi dan tak memandang usia dan lintas negara. Semua demam The Beatles!

Setiap cerita kesuksesan memang selalu memiliki alurnya sendiri untuk dinikmati. Tak terkecuali kisah John Lennon dan The Beatles. Apakah kamu juga Beatlemania?

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment