5 Hal yang Harus Diketahui oleh Penulis Pemula

#1 – Apa bedanya Author dan Writer?

Author adalah pengarang dengan latar fiksi, yang mana aktivitasnya adalah mengikat gagasannya dalam bentuk imajinasi.

Writer adalah penulis dengan latar nonfiksi, yang mana aktivitasnya adalah menggulirkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan.

 

#2 – Writing & Editing

Mengapa seorang penulis harus menguasai penyuntingan naskah atau biasa disebut dengan editing? Karena dengan menguasai editing, kemampuan seorang penulis akan menjadi lebih sempurna.

Saya katakan lebih sempurna karena dengan menguasai editing, berarti seorang penulis naik ke dalam tahap benar-benar menyiapkan naskahnya menjadi layak terbit.

Bukankah di penerbit ada editor? Benar. Akan tetapi, bukan itu tujuannya. Dengan memiliki kemampuan editing yang lebih memadai, akan membuat naskah kamu menjadi lebih enak dibaca, lebih asik dicerna, dan mempercepat proses pengembangan naskah di meja redaksi.

 

#3 – Bagian Terpenting dari Editing

Bagian paling krusial dalam editing sebenarnya bukan soal titik-koma dan tanda baca, melainkan pada delivering ideas dari naskah tersebut. Bagaimana gagasan yang tersampaikan dengan apik kepada pembaca, itulah hal yang utama. Nah, gagasan itu tak akan tersampaikan dengan apik kepada pembaca tanpa peran serta dari minimnya kekeliruan berbahasa, rapinya penyajian data dan fakta, serta bebas dari plagiasi serta hal-hal yang bisa merusak naskah.

 


Baca juga: Penulis Pemula Menaklukkan Penerbitan


#4 – Apa Sajakah Alur Standar Penulisan?

Di luar negeri, alur standar dalam proses penulisan adalah sebagaimana berikut.

Prewriting, yakni di mana kita melakukan proses gagas ide, merenung, dan menyiapkan dalam alam pikiran maupun corat-coret di kertas, apa yang ingin kita tulis. Pada tahap ini juga kita sudah melakukan pembuatan outline tentatif dan menyiapkan beberapa referensi yang akan kita gunakan.

Drafting, yakni di mana kita melakukan proses penulisan. Saya mengatakan ini proses penulisan awal. Kita menulis berdasarkan outline tentatif yang sudah kita buat. Pada tahap ini kita mencurahkan pikiran dan kemampuan menulis yang masih berantakan, karena semuanya berdasarkan apa yang ingin kita sampaikan dan merujuk referensi yang sudah kita siapkan.

Revising, yakni di mana kita melakukan proses revisi penulisan. Pada tahap inilah kita membuat tulisan menjadi lebih baik. Menata lagi per babnya agar lebih enak dinikmati, tulisannya dirapikan, dan hal-hal yang belum tuntas pembahasannya dituntaskan.

Editing, yakni di mana kita melakukan proses penyuntingan naskah. Kita memastikan bahwa gagasan yang kita gulirkan bisa tersampaikan dengan baik. Membenarkan aspek kebahasaan, merapikan data dan fakta yang tersajikan, dan menghindarkan naskah dari hal-hal yang membuat naskah menjadi buruk dan tidak layak baca. Pada tahap ini juga kita memberikan enrichment, atau pengayaan naskah, seperti quote, penambahan gambar, atau juga smart box, yakni semacam kotak kecil untuk merangkum gagasan per subbab, dan hal-hal lain yang diperlukan agar naskah menjadi layak baca dan asik untuk dinikmati pembaca.

Publishing, yakni di mana kita melakukan proses penyebaran karya. Bila hanya ditampilkan dalam media digital, berarti tahap kita untuk posting karya di media digital. Bila dalam ranah perbukuan, berarti proses penerbitannya.

 

#5 – Empat Kuadran dari Sifat Tulisan

Tulisan memiliki sifat tulisannya sendiri-sendiri. Empat kuadran ini akan membantu kamu untuk lebih memahaminya.

Pribadi – Tertutup. Sifat tulisan dari kuadran ini adalah tulisan-tulisan yang tak ingin atau tak boleh dibaca oleh orang lain. Ya, ada beberapa tulisan yang tidak ingin dibaca oleh orang lain, seperti diari, surat cinta, dokumen penting, dan tulisan-tulisan lain yang sifatnya memang untuk pribadi, dan tak boleh ada orang lain yang membaca atau tahu, alias tertutup.

Pribadi – Terbuka. Sifat tulisan dari kuadran ini adalah tulisan-tulisan yang bersifat pribadi sebenarnya, namun orang lain boleh membacanya dan mengetahuinya. Misalkan, tulisan curhatan pribadi, yang cenderung lebih mirip diari, namun ditulis di blog, atau media sosial, sehingga tentu saja banyak orang yang akan membacanya, bahkan akan terjadi viral, bila curhatan tersebut cenderung menarik banyak orang.

Nah, lawan dari kedua sifat di atas adalah berikut ini.

Publik – Terbatas. Sifat tulisan dari kuadran ini adalah tulisan-tulisan yang boleh dibaca oleh banyak orang, namun dalam area tertentu, atau dalam komunitas tertentu. Misalkan, tulisan tentang tulisan keagamaan, yang tentu saja hanya boleh dibaca oleh jamaah tertentu.

Publik – Terbuka. Sifat tulisan dari kuadran ini adalah tulisan-tulisan yang boleh dibaca oleh banyak orang tanpa kenal batas. Siapa pun yang ingin membaca tulisan kuadran ini diperbolehkan. Misalkan, buku, artikel, dan sebagainya.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment