kebosanan kerja

5 Formula yang Wajib Kamu Lakukan Bila Kejenuhan Bekerja Melandamu

Kejenuhan bersebab stres berkepanjangan. Ketegangan yang dirasakan membuat tidak mampu menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Makin lama, ketegangan tersebut membuat kinerja menjadi loyo. Waspada, bahaya kejenuhan melandamu.

Kejenuhan tidak terjadi secara mendadak. Biasa terjadi secara bertahap dan perlahan. Semacam efek bola salju. Awalnya kecil, lalu membesar, membesar lagi, berkembang, dan berkembang lagi. Lalu makin besar, besar, dan besar.

Dan seperti biasa, kejenuhan dan kebosanan adalah musuh utama kretivitas.

1 – Saatnya pulang

Jika jam kerja telah menunjukkan telah habis, tidak peduli apakah pekerjaan atau hal yang seharusnya kita kerjakan hari itu selesai atau belum, segeralah pulang.

Yah, segeralah pulang.

Mungkin kita tidak bisa melakukan hal ini setiap hari. Akan tetapi, melakukannya satu atau dua kali seminggu akan membuat perbedaan yang besar.

Syukur-syukur bisa setiap hari.

Saat pulang berkumandang, pulanglah. Masih ada hari esok untuk berada di kantor lagi. Ada keluarga di rumah yang menunggu. Ada tetangga yang menunggu. Ada cengkerama ringan yang menanti.

Kebosanan mendera karena terlalu berkutat dengan hal-hal yang sama setiap hari. Saat satu pekerjaan selesai di kantor, esok juga akan datang lagi. Jadi, tak usah risau akan tidak adanya waktu lain untuk menyelesaikan pekerjaan kantormu.

2 – Digital detox

Minimal, beberapa jam dalam seminggu, usahakan melakukan off dari dunia digital. Kita takkan pernah ketinggalan apapun walau mematikan ponsel dan sosial media dalam satu hari penuh. Masih ada hari esok.

Tahu apa yang paling berharga bagi orang-orang yang kita cintai?

Menghadirkan jiwa dan raga seutuhnya kepada mereka. Bukan ketika makan bersama, namun masih sibuk dengan sosial media. Bukan ketika bercengkerama berdua masih sibuk dengan ponsel.

Namun, hadirkan keutuhan jiwa dan raga. Itulah yang mereka butuhkan.

Kebanyakan kita enggan mematikan ponsel pada siang hari, bahkan beberapa orang masih sibuk dengan ponsel meskipun sudah sampai di rumah di malam hari. Bila sudah sampai rumah, matikanlah dulu. Dengan demikian, kita memiliki waktu yang cukup untuk bercengkerama bersama keluarga, teman, membaca buku, atau menonton tivi kabel favorit.

Waktu yang demikian dapat menjadi nutrisi bagi kondisi psikologis kita.

3 – Jangan lupa olahraga

Saya biasa melakukan aerobik sederhana setelah lari pagi sebakda subuh. Ada banyak aerobik sederhana di YouTube. Mudah diikuti, dan yang penting, memberikan elemen variasi kepada gerak badan, apalagi yang pekerjannya menuntut banyak di depan komputer.

Kita perlu waktu yang cukup untuk tidur, serta berolah raga dan makan dengan tenang. Kita akan terkejut melihat hal-hal yang bisa kita selesaikan setelah beristirahat dengan cukup karena badan dan pikiran kembali segar.

Apalagi ditambah futsal, badminton, atau sesekali bermain nunchaku. Keren!

4 – Cuti ada untuk dimanfaatkan

Ya, cuti ada untuk diambil dan dimaanfaatkan. Bukan untuk didiamkan. Ambillah cuti beberapa hari. Lakukan hal-hal seru selama cuti itu. Bila perlu, matikan juga sosmedmu, agar tak menggangu pikiranmu dengan memerhatikan linimasa.

Backpackeranlah bila perlu. Jelajahi sudut-sudut Indonesia yang indah ini. Atau, lakukan hobi-hobi lamamu dengan sepenuh fokus dan tidak terganggu dengan pekerjan-pekerjaan lain.

Rasakan bedanya.

Waktu cuti tetap dibutuhkan jika kita ingin berkecimpung di dunia bisnis untuk waktu yang lama. Pada hakikatnya, karir kita dalam dunia usaha bisa diibaratkan lari maraton, bukan lari sprint yang perlu cepat tapi hanya sebentar.

Perubahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari membuat variasi dan bersemangat kembali dan dapat menyelesaikan pekerjaan.

5 – Hidup seimbang

Lakukan pengamatan pada diri sendiri. Waktu ibadahmu, waktu untuk keluargamu, waktu untuk kehidupan sosialmu, hobimu, juga pekerjaan-pekerjaanmu. Lakukan analisis yang baik, dan upayakan semuanya seimbang.

Menaruh prioritas mana pada hal-hal berikut ini?

– Teman

– Keluarga

– Pekerjaan

– Hobi

– Istirahat

Jangan abaikan kebutuhan kita untuk hidup seimbang dan sehat. Seperti pada kelima hal di atas, saya mulai memprioritaskan hanya pada hal-hal yang sesuai dan prinsipil ala saya saja, seperti: keluarga, pekerjaan, dan istirahat. Ketiga hal itulah yang terpenting. Maka, hal lain seperti teman dan hobi, akan mengikuti sendiri. Dilakukan sesekali, namun tak menjadi prioritas yang menghabiskan banyak waktu. Karena kita takkan pernah bisa menaruh kelima hal di atas menjadi prioritas semua. Kita hanya punya tiga prioritas.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment