22 Panduan Ilustrasi untuk yang Bekerja di Advertising

Ilustrasi berasal dari bahasa latin Illustrare yang artinya menerangi, menghias. Pada iklan media cetak maupun digital, unsur visualnya terdiri atas foto maupun gambar olahan serta gambar manual. Akan tetapi, dapat pula berupa elemen-elemen grafis, seperti garis, warna, bidang, juga tipografi.

Philip Ward Burton memberikan beberapa arahan untuk menjadikan ilustrasi sebuah desain visual iklan media cetak dapat menarik perhatian. Dan tentu saja, teknik ini juga bisa kita aplikasikan untuk membuat iklan versi digital.

1. Figur manusia lebih menarik daripada benda. Apalagi, bila packaging dari suatu produk kurang begitu menarik. Maka, sosok figur manusia kan lebih mudah menarik perhatian audiens.

2. Bayi dan hewan pada umumnya memiliki daya tarik yang cukup kuat.

3. Figur lelaki lebih cocok mengiklankan produk lelaki, sedang figur perempuan lebih cocok mengiklankan produk perempuan.

4. Terkadang, ilustrasi menggunakan huruf lebih efektif daripada gambar, terutama untuk menyampaikan informasi tentang perkembangan penting atau mendramatisasi produk baru.

5. Selebritis dapat menarik perhatian dengan baik jika digunakan untuk ilustrasi produk yang sesuai. Misalnya, olahragawan terkenal mempromosikan sepatu olah raga.

Pengelompokan Ilustrasi Iklan Media Cetak

Dalam iklan media cetak, menurut Otto Kleppner, ilustrasi dikelompokkan menjadi beberapa bagian.

1. Illustration of the product alone.

Hanya menampilkan gambar produk itu sendiri tanpa dipadukan dengan unsur-unsur lainnya.

2. Illustration of the product in setting.

Produk disajikan bersama dengan unsur-unsur pendukung agar keunikan produk makin menonjol.

3. Illustration of the product in use.

Menampilkan produk ketika sedang digunakan, atau proses bagaimana sebuah produk ketika sedang digunakan.

4. Illustration of benefit from the use of the product or a loss or disadvantage from not using the product.

Menggambarkan keuntungan ketika menggunakan suatu produk dan kerugian ketika sedang menggunakannya.

5. Dramatization of a headline.

Ilustrasi digunakan untuk mendramatisir tema.

6. Dramatization of single situation.

Mendramatisir situasi tunggal. Ilustrasi boleh jadi tidak relevan, akan tetapi dijelaskan dengan bodycopy yang apik.

7. Dramatization of evidence.

Menunjukkan serangkaian pembuktian fakta melalui tes produk.

8. Continuity strip dramatization of sequence.

Menggambarkan rangkaian cerita atau pengalaman seseorang yang berhubungan dengan produk tersebut.

9. Dramatization of detail.

Menunjukkan gambar detail untuk menampilkan bagian-bagian penting dari suatu produk.

10. Comparison.

Menggambarkan perbandingan dengan produk lain untuk menunjukkan keunggulan dari produk yang ditawarkan.

11. Contrast.

Menggambarkan perbedaan mencolok antara dua produk atau kekontrasan sebuah objek saat sebelum dan sesudah menggunakan produk.

12. Cartoon.

Ilustrasi dengan gaya kartun atau karikatur, baik secara tunggal maupun serial.

13. Trade character.

Ilustrasi yang menunjukkan karakteristik produk melalui model dan teks.

14. Charts and diagram.

Ilustrasi menggunakan diagram atau grafik untuk menjelaskan data-data statistik atau fakta-fakta yang signifikan.

15. Phantom or ghost diagram.

Penggambaran sistem operasional atau konstruksi dari produk yang dapat memperjelas bagian dalamnya, misalnya dengan teknik sinar rontgen, sinar X, atau dengan teknik grafis lainnya.

16. Simbolism.

Penggambaran produk secara simbolis untuk memberi makna lebih mendalam.

17. Decoration, ornament, abstract design.

Penggambaran produk dengan gaya dekoratif, ornamentik, atau abstrak yang divisualisasikan melalui garis tepi, tipografi, background, dan sebagainya.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment