2018, Apa Resolusi Saya?

Resolusi, rencana setahun, atau apalah istilahnya sebenarnya dibuat agar kita terbakar, termotivasi, dan tergerak untuk mewujudkannya. Nah, untuk kamu yang ingin tahu apa resolusi saya tahun 2018, silakan disimak.

Pertama, resign. Saya melakukannya pada bulan Januari. Yap. Ini adalah bulan terakhir saya bekerja di perusahaan yang sudah saya dedikasikan waktu dan kemampuan saya selama enam tahun ini. #gilaklamamat. Mengapa saya harus resign? Bila tidak segera saya akhiri, saya akan terjebak dalam kemonotonan hingga melahirkan kebosanan akut yang akan mematikan life line saya. Tentu saja saya tak ingin hal itu terjadi. Sejujurnya, selama 2017, saya sudah merasakan kebosanan akut. Jadi, ini adalah pilihan yang tepat. Selain itu, saya sudah tidak bisa membagi waktu dengan pekerjaan-pekerjaan pribadi. Bila hal ini saya teruskan akan berakibat buruk bagi kesehatan saya. Hehehehe. Beberapa poin di bawah akan makin membuat kamu memaklumi mengapa saya memutuskan resign.

Kedua, menjadi full time writer. Dulu, ketika ada project menulis yang sifatnya beli putus dan saya dibayar total dengan komisi Rp2.500.000,00 saja, saya sudah senang pakai banget. Sekarang, untuk penulisan biografi, profil sebuah perusahaan, atau hanya profil sebuah program tertentu, uang mukanya saja bisa minimal 6 kali lipat dari nominal tersebut. Saat saya menulis artikel ini saja, ada empat pekerjaan penulisan yang menuntut saya untuk fokus dikerjakan dalam waktu 1-3 bulan ini.

Ketiga, menuntaskan project kolaborasi. Sebenarnya, pada akhir tahun 2017, saya dan salah seorang mastah melakukan kolaborasi. Memadukan skill kami berdua. Domainnya saja merupakan gabungan dari nama kami berdua. Nilai valuasi project ini menghasilkan ratusan juta mendekati satu miliar. Kaget? Nggak usah. Kalau kamu tahu caranya kamu akan maklum. Dulu saya juga kaget, tetapi setelah mendapatkan penjelasan, saya jadi maklum. Hehehe. Saya ingin menuntaskan project ini karena sepanjang bulan-bulan terakhir di tahun 2017 saya belum maksimal mengerjakannya. Saya merasa berdosa banget. Gimana enggak merasa berdosa, wong potensi income ratusan juta kok nggak diseriusi.

Keempat, membesarkan Enxyclo Network. Selain berperan utama sebagai branding & digital marketing agency, sesungguhnya Enxyclo sudah saya rancang menjadi semacam network. Ada banyak anak bisnisnya, seperti olshop, media, clothing company, membership program, course, digital product, dan sebagainya. Demi membesarkan Enxyclo Network, saya rela bersabar dan melakukan beberapa penghematan untuk membeli beberapa tools, ikut kursus digital marketing yang harganya nauzubillah, dan menyiapkan beberapa sistem lainnya. Nah, Enxyclo Network ini saya rancang memiliki multiple stream of incomes. Jadi, satu badan usaha yang modalnya sebenarnya nggak gede-gede banget, tetapi bisa menghasilkan banyak sekali income lewat beragam kanal. Asyik banget, kan? Yoi, lah. Dulu saya juga tak menyangka bisa membuat sistem yang sekeren ini. Tetapi, setelah memadukan beragam ilmu, saya jadi tahu bagaimana caranya. Kadang saya berpikir, duh cuman gini tho cari duit banyak tapi halal.

Kelima, membesarkan InsitutPenulis.id. Tentu saja. Ini bahkan menjadi agenda utama. Saya jadi General Manager di startup ini. Sedang saya rancang untuk bisa mengalirkan income miliaran. #kedipkedip

Ketujuh, mewujudkan Syaz Outfit. Ini adalah sebuah lini bisnis untuk istri saya. Ya, sebuah usaha dalam bidang pakaian muslimah dan asesorisnya. Brand identity-nya sudah jadi. Ya, itulah enaknya punya suami desainer grafis, digital marketer, dan baik hati.

Kedelapan, ikut kursus writing in english. Yap, setelah tiga tahun saya belajar tentang digital marketing dan sudah ngerti semua polanya, tahun 2018 adalah tahun yang tepat untuk pindah tema kursusan, yakni writing in english. Bagi sebagian orang, kursus ini nggak penting, tetapi bagi saya ini jadi penting banget. Saya ingin go international. Lewat kemampuan menulis bahasa Inggris yang baik, semuanya bisa kewujud. Sudah saya siapkan beberapa rencana.

Kesembilan, motret lagi. Hobi yang satu ini sudah dua tahun terbengkalai. Saatnya bangkit dari kubur. Canon-nya sudah rindu dielus.

Udah, itu saja resolusi saya pada tahun 2018 ini. Apa resolusi kamu?

Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
Dua pekan sekali, saya berikan informasi penting mengenai writerpreneurship. Wajib bagimu untuk bergabung dalam komunitas email saya ini kalau kamu ingin belajar menjadikan profesi penulis sebagai ikthiar utama dalam menjemput rezeki, seperti yang saya lakukan sekarang ini.
Kesempatan terbatas!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.