Panduan Menulis Buku

tips lengkap menulis buku

Panduan menulis buku – Banyak yang bertanya kepada saya seperti ini. “Bagaimana sih caranya bisa menulis dengan produktif seperti Mas Fachmy?” Biasanya saya akan menjawab, “Ketampanan wajah memengaruhi, sih…” Tentu saja saya bercanda.

Akan tetapi, pertanyaan itu saya perhatikan dengan serius. Yah, ternyata tak semua orang bisa menulis. Akan tetapi, kalau saya perhatikan lebih seksama, bukan tak bisa menulis sebenarnya, hanya lemah keinginan dan miskin strategi.

Secara garis besarnya, tak ada persiapan yang mumpuni untuk menjadi penulis.

Dalam artikel yang panjang ini, saya paparkan pengetahuan sekaligus wawasan saya dalam mengatur strategi menulis buku. Panduan ini sangat penting untuk penulis pemula yang masih menganggap menulis buku adalah suatu hal yang mustahil. Setelah menuntaskan membacanya, semoga kamu nanti tidak beranggapan seperti itu lagi.

Selamat menyimak, ya ….

 

Mengapa Kamu Menulis?

Ada hubungan erat antara menulis dan membaca. Erat banget, sudah kayak hubungan suami-istri gitu, deh.

Sudah menjadi kesepakatan jamak, siapa yang tak rakus membaca, ia tak akan bagus dalam menulis. Bahkan, ibaratnya ketika kita membaca satu buku, kita sedang membaca rangkuman ilmu atas bacaan-bacaan yang sudah dikunyah oleh penulis.

… dan hal tersebut merupakan sebuah efektifivitas waktu bagi kita dalam berburu ilmu.

Itulah mengapa banyak orang yang begitu rakus membaca, karena semakin greget dalam membaca akan semakin ketagihan untuk lebih tahu mengenai suatu subjek yang sedang dia pelajari.

Nah, itu salah satu kebaikan yang dialirkan lewat sebuah buku.

Kalau kamu sebagai penulisnya, apa yang membuatmu tertarik untuk menulis buku?

Apa yang membuatmu memutuskan untuk menulis buku?

Jawabanmu mungkin beragam seperti ini.

1 – Meningkatkan prestise diri dan mengemas personal branding dalam karier.

2 – Menambah penghasilan, karena mendapatkan royalti ataupun bayaran dari klien memang cukup besar dari menulis.

3 – Mewujudkan impian menjadi penulis, karena rasanya sangat keren ketika berhasil menulis buku.

4 – Merasa sangat senang bila ide, gagasan, dan penelaahan berhasil tersebar ke ribuan orang lewat sebuah buku.

5 – Pengakuan atas intelektualitas dan kreativitas dari masyarakat.

6 – Mewariskan pengetahuan kepada generasi penerus.

7 – Terkenal. Yah, alasan seperti ini pun ada, dan sah-sah saja, kok.

8 – Membangun reputasi dan kredibilitas sebagai pakar.

9 – Menantang diri sendiri.

10 – Media pelepasan isi pikiran dan curhat.

Nah, apa pun alasanmu untuk menulis buku, satu hal yang pasti, bahwa gagasanmu jangan sampai menguap begitu saja. Bila gagasan untuk menulis buku tidak segera kita tidak lanjuti, ia akan menghilang, diterpa dengan gagasan-gagasan baru, yang akan terus tumbuh seiring dengan wawasan dan pengalaman kita yang terus bertambah setiap harinya.

Oleh karena itu, bila suatu gagasan sudah sedemikian baik, segera atur waktu untuk mengeksekusinya menjadi sebuah karya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!
  • 170
    Shares

Royalti atau Jual Putus Saja Naskahnya?

royalti jual putus

Royalti atau jual putus? – Biasanya, penerbit akan memberikan besaran royalti 8-10%. Artinya, kalau buku kamu nantinya dijual seharga Rp60.000, berarti kamu mendapatkan Rp6.000 dari setiap buku yang terjual. Bila buku dicetak sebanyak 3.000 eksemplar dan semuanya ludes terjual, maka royalti yang kamu dapat nantinya adalah sebanyak Rp18.000.000. Memang angka yang lumayan, bisa untuk membeli laptop dan motor matic terbaru.

Sebenarnya, sebuah buku baru bisa dikatakan best seller, bila dalam setahun paling tidak sudah terjual sebanyak 30.000 eksemplar, dan rasanya royalti dengan penjualan sebanyak itu dalam setahun pun akan semakin “nendang”. Dengan besaran royalti Rp6.000 per buku, kamu akan mendapatkan royalti sebesar Rp180.000.000. Lumayan untuk membeli mobil baru.

Royalti biasanya dibayar dalam setahun sebanyak dua kali, yakni bulan Februari dan Juni secara bertahap. Sebuah buku akan menjadi best seller bila ada upaya bersama antara penerbit dan penulis, serta beberapa dukungan lain seperti komunitas terkait, dan serbuan media dalam mempromosikannya.

Nah, sedangkan maksud dari jual putus adalah penerbit membeli naskahmu dan dibayar dalam sekali waktu. Misalkan nih, naskahmu dibeli sebanyak Rp3.500.000, dengan perjanjian masa terbit lima tahun. Dengan begitu, kamu hanya berhak nominal sebanyak Rp3.500.000 itu saja. Jika kemudian bukumu menjadi laris dan terjual sebanyak 10.000 eksemplar, ya kamu harus gigit jari, karena keuntungan semuanya masuk ke penerbit.

Akan tetapi, ketika buku itu kemudian tidak laku, uang Rp3.500.000 itu sudah cukup untuk membuatmu senang, karena untuk buku yang tidak laku, kamu tidak akan mendapatkan royalti sebanyak itu. Lagi pula, portofolio karyamu pun sudah bertambah, dan kamu bisa fokus untuk menulis naskah selanjutnya yang berpotensi best-seller.

Normalnya, penerbit akan mengeksploitasi karyamu dalam masa 3 hingga 5 tahun, dan bila sudah terlewat masa itu, penerbit akan memperbarui surat perjanjian. Namun, terkadang surat perjanjian itu tidak diteruskan bersebab beberapa hal.

  • Bukumu tidak laku. Buktinya adalah banyak sisa-sisa stok yang penerbit harus memberlakukan sale stock alias dijual murah.
  • Penerbit sudah gulung tikar alias tidak bisa lagi melanjutkan bisnisnya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Solusi Saat Stres karena Writer’s Block

writer's block

Hati gundah, kepala pusing, merasa karya nggak kelar-kelar, dan tangan yang bingung mau mengetik apa. Itu tandanya kamu terkena writer’s block. Pada kondisi seperti itulah, seorang penulis baik penulis pemula maupun yang sudah profesional, akan mengalami gangguan yang mendekati kondisi stres.

Saya terkadang terkena masalah ini, disebabkan dalam berkarya kekurangan referensi, sehingga saya kebingungan mengembangkan konten ke arah yang lebih jauh. Walau terkadang, sebagaimana pengalaman, saya juga pernah stres karena justru terlalu banyak referensi.

Terlalu banyak referensi kok bisa stres?

Bisa. Hal ini disebabkan saya khawatir untuk terlalu menjejali pembaca dengan banyak data, ramai teori, dan sebaliknya justru minimnya pencerahan dan teknik yang langsung bisa diaplikasikan.

Hal itu tentu menyebalkan.

Nah, biasanya apa yang saya lakukan ketika terkena writer’s block?

Satu hal yang pasti, ketika writer’s block menyerang, hal tersebut wajar saja, bahkan bisa menyerang siapa saja yang bekerja di industri kreatif. Solusi terbaik agar kita bisa memecah kebuntuan tersebut menurut saya adalah dengan meninggalkan sejenak proses penulisan tersebut, dan mengalihkannya kepada kegiatan yang lain, yang tidak ada hubungannya dengan menulis.

Pertama, dengan menonton film, bermain game, futsal, bermain rubik, atau melakukan perjalanan. Hal-hal seperti itu akan terasa bermanfaat karena memberimu energi dan kesegaran baru.

Kedua, mungkin kamu kurang tidur akibat bergadang terlalu lama dalam mengerjakan naskah. Efeknya tentu membuat kepalamu terasa sangat penat dan berat. Tidurlah. Orang sukses adalah orang yang tidurnya nyenyak. Bukan orang yang punya banyak harta, namun tidurnya tak nyenyak karena banyak utang di sana-sini. Yoris Sebastian, pakar dunia kreatif di Indonesia bahkan pernah mewejangi bahwa kasur yang empuk dan nyaman untuk tidur adalah investasi terbaik bagi seorang pekerja kreatif. Hal ini tentu menyiratkan bahwa tidur adalah investasi yang kita perlukan agar energi baru kreativitas terus tumbuh untuk melahirkan karya terbaik.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Eksotisme Alam dan Sejarah Bumi Sriwijaya

Siapa sangka, Palembang yang selama ini dikenal dengan pempek dan Jembatan Ampera ternyata merupakan kota tertua di Indonesia. Ya, kota yang sering dijuluki “Bumi Sriwijaya” ini telah berdiri sejak tahun 688 masehi. Dengan panjangnya rekam jejaknya, tak heran jika ibu kota Provinsi Sumatra Selatan ini memiliki banyak wisata religi dan sejarah.

Tidak hanya itu, kota terbesar kedua di Pulau Sumatra ini juga dikaruniai eksotisme alam yang tak kalah memesona. Menariknya, wisata alam di kota ini umumnya masih berkaitan erat dengan sejarah kota itu sendiri.

 

wisata kota palembang

Apa saja? Berikut destinasi wisata alam yang patut Anda nikmati ketika bertandang ke Palembang.

1 – Wisata Sungai Musi

Sungai Musi adalah sungai terpanjang di Pulau Sumatra, tepatnya sepanjang 750 km dan telah membelah Kota Palembang menjadi dua bagian. Uniknya, sungai ini tidak hanya difungsikan sebagai pendukung sektor ekonomi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai salah satu sektor pariwisata. Tersedia perahu wisata yang akan membawa Anda menjelajah dan mengarungi sungai, sembari menikmati suguhan panorama kota.

Anda pun bisa menyaksikan kegagahan Jembatan Ampera yang menghubungkan dua daerah di kedua sisi Sungai Musi, yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Terdapat pula beragam sajian kuliner yang bisa Anda nikmati di tepian sungai.

2 – Pulau Kimaro

Pulau yang letaknya berada di tengah Sungai Musi ini tidak hanya menawarkan panorama alam yang indah, tetapi juga wisata religi yang sakral. Uniknya, wisata religi yang ada di pulau ini cukup beragam, mulai dari wisata religi umat Muslim, Tionghoa, dan Buddha. Di sini, Anda bisa mengunjungi pagoda 9 lantai, makam Siti Fatimah, Klenteng Dewi Kwan Im, dan beragam patung kepercayaan masyarakat Tionghoa lainnya. Tentu, wisata alam yang satu ini akan menjadi berbeda dan berkesan, bukan?

3 – Bukit Siguntang

Pada masa pemerintahan Kerajaan Sriwijaya, bukit kecil setinggi 30 mdpl ini adalah tempat ibadah dan bertapa umat Buddha. Kawasan hijau yang asri dan jauh dari keramaian ini, menjadi tempat yang cocok bagi mereka yang mencari ketenangan. Bahkan, hingga saat ini arca-arca berukuran besar yang tersisa, masih dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Berwisata alam sembari wisata sejarah dan religi ini, patut dicoba, ‘kan?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!
  • 16
    Shares

Panduan Content Marketing untuk Digital Marketer

panduan content marketing lengkap

Panduan Content Marketing – Sebelum membahas terlalu jauh, mari memulainya dari pertanyaan paling sederhana: apa sih yang dimaksud dengan content marketing?

Dalam konteks digital marketing, melakukan content marketing adalah hal wajib bagi pemasar era digital, bahkan dianggap sebagai model pemasaran digital terbaik.

Kok bisa?

Dua alasan besarnya adalah:

(1) Content marketing adalah strategi paling ampuh untuk mendapatkan customer yang loyal.

(1) Content marketing adalah strategi pemasaran yang jauh lebih efektif daripada pemasaran tradisional.

Kok bisa? Bisa.

Model pemasaran tradisional adalah menjual produk atau jasa melalui iklan. Model seperti ini sudah tidak menarik lagi, karena konsumen sudah jengah diserbu iklan.

Siapa juga sih manusia zaman sekarang yang masih mau kemakan iklan.

Makanya, ketika kita melihat iklan, baik itu secara offline maupun online, kita lebih sering untuk melewatkannya dengan sengaja. Iya, dengan sengaja!

Lalu, apakah content marketer tidak menggunakan iklan? Tetap menggunakan, akan tetapi lebih banyak digunakan untuk mengiklankan konten yang menarik atau yang bermanfaat. Hal ini memang lebih efektif, karena memang kita secara alamiah lebih suka disuguhi konten bermanfaat dan berguna, daripada iklan dari sebuah produk atau jasa secara langsung.

Jadi, apa itu content marketing?

Content marketing adalah strategi penggunaan konten sebagai alat pemasaran. Tentu saja, dalam strategi itu ada perencanaan, pembuatan, dan pendistribusian konten dengan tujuan menarik audiens tertarget sehingga tepat sasaran, lalu mengonversi mereka menjadi pelanggan yang loyal.

Content marketing adalah strategi untuk menarik audiens baru agar menjadi pelanggan, dan merawat pelanggan yang sudah ada menjadi pelanggan yang loyal.

Karena namanya content, dengan demikian bentuknya bisa beraneka ragam, bisa artikel, video, audio (podcast), gambar, dan lain sebagainya.

Faktanya nih, menurut OneSpot (2015), content marketing menyumbang hingga 6x penjualan daripada yang tidak menerapkannya. Hal ini tentu saja bisa terjadi, karena content marketing secara alamiah menghadirkan kredibilitas. Nah, kredibilas inilah yang kemudian meningkatkan konversi penjualan.

Dan … paling menarik dari content marketing adalah audiens akan terus menemukan bisnis kita lewat berbagai cara yang tak pernah kita duga, seperti dari Google Search, media sosial, situs-situs orang lain (karena mereka menggunakan backlink), juga email, dan sebagainya.

Itulah mengapa, sebuah website yang menerapkan content marketing akan mendapatkan lebih banyak pengunjung dalam jangka panjang, bahkan dibandingkan yang langsung memasang iklan, karena ketika iklan berhenti, artinya traffic juga berhenti.

Haduh … bingung, Mas. Jan-jane content marketing ki piye!

Iya, iya, tenang, dong. Begini ilustrasinya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!
  • 44
    Shares