Dapat Rp700 Juta dalam Sebulan Saja, Tanpa Ikut MLM! Inilah Kekuatan Internetpreneur

Teman saya, empat bulan lalu, masih menjadi seorang hotel e-commerce in-house sebuah hotel di Jogja. Istrinya tinggal di Solo, dan dia kerja di Jogja. Pulang setiap hari Sabtu. Waktu itu istrinya sedang hamil.

Saya bilang, “Bro, ngapain kerja kok sebegitunya harus ninggal istri dan nanti anak yang mau lahir demi gaji yang nggak seberapa. Bukannya ini zaman internet, kenapa nggak kerja di rumah saja, dan semua kerjaan dikendalikan lewat internet?”

Dia berpikir keras.

Mengangguk mengamini.

“Bagaimana caranya, Mas?”

Lalu saya ajarkan cara cari duit lewat internet. Detail. Sebuah bisnis pasti. Bukan angin surga. Bukan harapan berbunga.

Bulan depannya dia resign. Dan sekarang penghasilannya memang baru Rp2 jutaan sebulan, akan tetapi cukuplah untuk biaya tinggal di Solo, dengan waktu kebersamaan bareng keluarga yang “tumpah ruah”. Dan bisnisnya masih bisa di-scale up. Artinya, kesempatan untuk dinaikin jadi Rp100 juta sebulan juga mungkin.

Sekarang dia bangga ke mana-mana pakai tagar #saveworkfromhome.

Heuheuheu.

Yah, itulah sekelumit cerita nyata tentang kawan saya.

Ada satu kawan saya malah lain lagi ceritanya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

19 Cara Mengembangkan Startup Agar Sukses dan Antigagal

Tiga platform teknologi yang konvergen, yakni internet, mobile phone, dan tentu saja cloud, telah mengubah hampir setiap sektor bisnis. Yah, kita tahu itu. Ini semua gara-gara internet yang memang menyediakan semua informasi, serta sejumlah big data kepada khalayak, yang mana sebagian besarnya bisa kita dapatkan dengan gratis.

Konektivitas berkelanjutan tersedia bagi penduduk bumi dengan ditopang oleh komputasi awal dengan daya yang hampir tak terbatas. Dengan itu, akibatnya tentu saja sumber daya penting seperti informasi dan data yang sebelumnya bisa dikatakan langka, sekarang menjadi melimpah dan murah. Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan lama yang merasa sudah mapan dan jumawa, akhirnya tumbang karena memang rentan dengan hadirnya perusahaan rintisan baru dengan inovasi yang cepat. Semuanya mengalamai disruption.

Dahulu, butuh waktu hingga lama bagi teknologi untuk berkembang dari penemuan besar baru ke penemuan besar berikutnya. Akan tetapi, dengan hadirnya tiga platform teknologi yang konvergen di atas, semuanya menjadi berbeda. Bayangkan saja, komputer modern yang ditemukan pada tahun 1940-an, tidak berskala luas dan global sampai era personal computer pada era 80-an dan 90-an. Waktu yang sangat lama, bukan?

Berbeda dengan web yang ditemukan pada tahun 80-an dan kemudian pada awal 90-an munculnya TCP/IP, HTML, dan juga browser, lalu pada akhir tahun 90-an ditemukan smartphone dan makin dipopulerkan dengan hadirnya iPhone pada tahun 2007, yang mana kedua hal tersebut makin menyebabkan pergolakan yang masif dalam bisnis, seperti media, ritel, dan juga komunikasi, hanya dalam satu dekade!

Dengan itu, secara ekonomi, kita mendekati era di mana teknik pemasaran pun berubah drastis. Kekuasaan bisnis, berubah dari milik “perusahaan” menjadi milik “pelanggan”. Bayangkan, siapa pun, yang ingin membeli sesuatu, bisa dengan bebasnya untuk melakukan perbandingan harga, pertimbangan ulasan produk tersebut, memerhatikan spesifikasi, bahkan meminta rekomendasi dari teman atau pakar, hanya dalam sekali jalan, yakni lewat smartphone. Dan semuanya terselesaikan hanya dalam beberapa menit saja.

Saat pelanggan benar-benar diberdayakan, satu-satunya cara bagi bisnis untuk meraih kesuksesan adalah dengan secara konsisten menciptakan produk, layanan, dan pengalaman pelanggan dengan spesial.

Individu dan sebuah tim kecil pun sekarang dapat memiliki dampak yang sangat besar. Kolaborasi positif antar beberapa orang kreatif bisa menghasilkan produk berbasis teknologi dengan sangat cepat. Di samping itu, biaya eksperimen untuk gagal juga telah menurun drastis. Karyawan yang bergerak cepat dapat menciptakan nilai besar hanya dalam periode waktu yang sangat singkat.

Karyawan yang paling berharga saat ini adalah jenis orang yang dapat menggabungkan pengetahuan teknis, analisis, dan kreativitas. Mereka adalah smart creatives. Jenis orang seperti ini dapat merancang, membangun, dan memperbaiki produk dengan cepat. Jenis orang seperti ini juga dapat berkembang dalam kondisi yang sangat dinamis dan tidak pasti sekalipun.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!