Gagallah dengan Sering

“All failed companies are the same: they failed to escape competition.”Peter Thiel

Bersaing dengan orang lain membuat kita menghabiskan setiap hari dalam hidup untuk mengejar tujuan yang sebenarnya bukan milik mereka sendiri. Kita memiliki dua pilihan. Pertama, menghabiskan seluruh hidup untuk terus mengikuti apa kata orang lain, atau yang kedua, menghabiskan hidup untuk mengejar dan mewujudkan apa yang kita inginkan. Artinya, kita dapat menentukan kesuksesan untuk diri sendiri berdasarkan nilai kita sendiri dan melepaskan diri dari kebisingan.

And that’s the point. We all need to choose what matters most to us, and own that. If we attempt to be everything, we’ll end up being nothing.

Kegagalan adalah sesuatu yang harus dihargai dan dipuji. Kegagalan seharusnya membuat kita bergerak maju, karena kegagalan selalu memberikan kita pelajaran dan ‘memaksa’ kita untuk belajar.

Uber misalnya, akhirnya mengakui kekalahannya di China setelah kalah total dari pemain lokal: Didi Kuadi. Terdengar seperti nama Jawa, memang. Tetapi itu adalah perusahaan sharing transportation yang menguasai China. Kekalahan yang diderita Uber bukanlah kekalahan dan kegagalan yang murah. Uber harus merogoh kocek sekitar 2 miliar dolar untuk ‘bakar duit’ di negeri Tirai Bambu itu.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!