#TanyaFachmy: Novelku Ditolak Terus, Aku Ingin Self Publishing Aja

Assalamu’alaikum Bang Fahmi….

Saya mau minta sarannya kalau boleh. Jadi begini, Bang. Sedari dua tahun lalu saya mencoba menulis novel. Ini alhamdulillah sudah selesai, tapi saya pernah kirim ke TS Solo, alhasil ditolak. Plan saya selanjutnya ingin saya cetak sendiri, alias self publishing.

Menurut Bang Fahmi bagaimana?

Saya pun terbilangnya baru saja terjun nyoba dan menulis ya karena hobi. Maksud saya, saya nggak ingin sia-sia hanya menyimpan naskah saya Bang Fahmi. Mohon sarannya ya, Bang.

Terimakasih. Wassalamu’alaikum


 

Rasanya memang menyebalkan kalau naskah yang sudah kita buat susah-susah, pada akhirnya ditolak oleh penerbit. Lagian, penerbit ini maunya apa, sih? Bukannya mereka butuh naskah? Kok ketika kita kirim naskah, malah pada akhirnya mereka menolak naskah yang kita buat?

Hidup memang membingungkan.

Jadi begini. Dalam meniti karier sebagai penulis, mendapatkan penolakan dari penerbit itu hal yang biasa. Ditolak oleh penerbit merupakan suatu hal yang normal.

Saya nih, pernah ditolak oleh penerbit sebanyak tujuh kali. Yah, tujuh kali. Kamu nggak salah baca. Pada awal-awal dulu, saya sampai  gemes dan penasaran, kok bisa-bisanya naskah saya ditolak hingga sebanyak itu?

Namun, dari pengalaman ditolak itulah, saya makin ngebet untuk bisa berhasil. Akan saya buktikan bahwa saya bisa menembus penerbitan.

Dan benar saja, saya menulis memang menjadi passion kita, maka apa pun aral akan kita tembus dengan mudahnya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!