Hak dan Kewajiban antara Penulis dan Penerbit

Hak dan kewajiban penulis dan penerbit

Penulis dan penerbit adalah partner yang harusnya bisa bersinergi dalam industri perbukuan, karena antara penulis dan penerbit memang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya.

Apalah arti penulis tanpa penerbit, dan apalah pula arti penerbit tanpa adanya penulis. Makanya, hak dan kewajiban masing-masing memang harus saling dipahami dengan baik.

 

Hak Penerbit

1 – Mendapatkan naskah sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang disepakati.

2 – Menerima naskah sesuai dengan deadline yang ditetapkan.

3 – Mendapatkan hak eksploitasi eksklusif atas naskah.

4 – Mendapat jaminan legalitas atas naskah.

Naskah dikelola sebaiknya setelah ada akad atau perjanjian penerbitan yang disepakati bersama.

Penulis atau pengarang diberi keleluasaan untuk memilih sistem kerja sama yang ditawarkan: outright (flat free), semiroyalti, atau royalti.

Bahan-bahan naskah yang dilindungi hak cipta harus mendapatkan izin dari pemegang hak cipta apabila memenuhi unsur untuk wajib mendapatkan izin, seperti pencantuman foto, pengutipan yang besar secara kualitatif.

5 – Menetapkan judul, perwajahan kover dan isi, serta spesifikasi produksi buku.

 

Hak Penulis

1 – Mendapatkan imbalan atas penulisan dan eksploitasi naskah sesuai dengan yang disepakati.

2 – Tetap memiliki hak cipta atas terbitan.

3 – Menyetujui batas waktu atau batas oplag eksploitasi naskah.

4 – Mengajukan perlunya revisi atau penambahan naskah dan mendapatkan imbalan tambahan.

5 – Mendapatkan contoh terbitan secara cuma-cuma sesuai dengan jumlah yang disepakati.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Strategi Editor Akuisisi Berburu Naskah

Tanpa adanya naskah, penerbit tidak akan memiliki bahan utama untuk diproduksi, karena tugas utama penerbitan memanglah mengelola gagasan menjadi sebuah produk. Oleh karena itu, di beberapa penerbit, diadakan bagian Acquisition Editor atau Editor Akuisisi, yang tugasnya adalah memburu naskah dan menyiapkan stok naskah agar penerbit tidak gelagapan dalam mengembangkan bisnisnya.

Ranah pernaskahan adalah ranah yang menjadi tanggung jawab penuh oleh editor. Untuk mendapatkan stok naskah yang selalu berkelanjutan, Editor Akuisisi memang harus kreatif dalam merencanakan dan memburu naskah.

Dalam pengalaman saya sebagai seorang Editor Akuisisi, ada beberapa strategi yang saya gunakan untuk berburu naskah, demi menjaga stok naskah penerbitan agar tidak cepat kosong.

Pertama, memantau sosok yang sedang naik daun untuk segera mengemas gagasannya. Hal inilah yang sering saya lakukan. Misalkan, saya melihat CTO dari Tiket.com, Natali Ardianto, sering mendapatkan penghargaan dalam bidang startup dan sering mengisi workshop ataupun seminar tentang bisnis, terutama bisnis berbasis digital atau yang biasa kita sebut dengan startup.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mengamati gerak-geriknya, memantau informasi tentangnya, dan kemudian membuat konsep naskah untuknya. Setelah saya sampaikan kepada tim pemasaran di kantor dan mereka menyetujuinya, saya kemudian menghubungi Natali Ardianto dan memintanya untuk mengemas gagasan-gagasannya dalam bentuk buku. Maka kemudian, lahirlah sebuah buku berjudul In the Mind of Natali Ardianto, yang masuk kategori buku laris.

Kedua, menghubungi penulis yang memang sudah sering berkarya. Sebagai seorang Editor Akuisisi, kita harus memiliki networking yang luas dengan para penulis. Mintalah stok naskah darinya, karena seorang penulis biasanya memang memiliki beberapa stok naskah, entah itu yang masih dalam proses pengerjaan, ataupun yang tertolak di penerbit lain. Atau, dengan cara menemuinya lagi untuk melakukan brainstorming kira-kira naskah apa yang bisa kemudian bisa digagas bersama untuk menjadi sebuah buku.

Ketiga, kita bisa melihat lagi buku-buku lama yang potensinya masih bisa dikembangkan dengan keadaan sekarang, untuk kemudian diterbitkan lagi. Tentu saja, dengan sedikit revisi di sana dan di sini. Tetapi, selama masih relevan dengan keadaan sekarang dan kita melihat masih ada potensi pasar yang bisa dimasuki, tak ada salahnya melakukan strategi ketiga ini.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!