Panduan Menulis Biografi

Cara Menulis Biografi

Panduan menulis biografi ini saya tuliskan dengan sederhana, karena memang saya rancang untuk pemula. Semoga ini bisa menjadi fondasi untuk kamu yang ingin memasuki area sebagai penulis biografi atau penulis kisah hidup.

Selamat membaca panduan menulis biografi ini dengan seksama.

 

APA ITU MENULIS BIOGRAFI

Dalam panduan menulis biografi ini, saya tidak akan menjabarkannya panjang lebar yang malah berpotensi membuatmu mumet. Saya akan mencoba menyederhanakan segala pengetahuan dan pengalaman saya dalam penulisan biografi dan menghadirkan panduan menulis biografi yang enak dan renyah, bahkan bisa dinikmai oleh pemula sekalipun.

Begini.

Menulis biografi adalah menulis kisah hidup. Menulis biografi adalah menulis berdasarkan kisah nyata. Dalam perkembangannya memang kita dapati ada istilah autobiografi, memoar, novel biografi, dan lain sebagainya. Tak apa. Tak usah bingung. Itu hanya pengembangan saja.

Intinya yang ingin saya sampaikan dalam panduan menulis biografi ini mah, menulis biografi adalah menulis kisah hidup berdasarkan kisah nyata. Itu saja sudah cukup sebagai pegangan. Karena kalau tidak nyata, berarti fiksi. Dan itu berarti masuknya ke novel.

Lalu, bagaimana dengan novel biografi?

Iya, saya tahu. Ada beberapa penulis yang menerapkan metode ini, seperti trilogi novel biografinya Dahlan Iskan.

Nah, novel biografi adalah adalah kisah nyata yang dinovelisasi. Dibikin versi novelnya.

Gitu doang? Iya, gitu doang. Jadi, tak usah bingung lagi, ya. Insya Allah saya rancang artikel panduan menulis biografi ini menjadi pegangan yang bisa menjadi rujukan kamu dalam berkarya nantinya.

Nah, menulis biografi sebenarnya tak harus selalu runtut, dari mulai masa kecil hingga akhir dari kehidupan sekarang. Itu akan jadi sangat tebal, membuat orang malas membaca, dan yah, tentu saja terasa membosankan.

Padahal, tujuan utama dari menulis biografi adalah menyampaikan pesan-pesan kehidupan seseorang kepada khalayak.

Dan pesan-pesan kehidupan itu tidak akan sampai dan bisa diterima dengan baik oleh pembaca, kalau kita menyampaikannya dengan cara yang membosankan sekaligus njlimet.

Itu hal penting yang harus saya sampaikan dalam panduan menulis biografi ini.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

45 Kata Baku yang Sering Ternista

Menguasai kata baku memang tidak mudah. Berkali-kali harus mengecek ke KBBI pun rasanya membosankan dan memakan waktu. Jangankan kamu yang jarang nulis dan tidak berada dalam industri penerbitan, saya saja sering belepotan, kok. Tak usah risau, menjadi penulis profesional memang membutuhkan latihan terus-menerus dan pemahaman materi dasar yang mumpuni.

Khusus untuk kamu, saya sarikan ke-45 kata tidak baku yang sering digunakan dan sering saya temukan dalam naskah-naskah yang ditulis oleh para pemula dalam dunia penulisan yang sering mampir ke meja editorial saya.

Tak perlu dihapal, cukup dibiasakan saja ketika menulis, agar menggunakan kata baku berikut ini.

1 – Afdol seharusnya Afdal

2 – Aktifitas seharusnya Aktivitas

3 – Ambulan seharusnya Ambulans

4 – Analisa seharusnya Analisis

5 – Handal seharusnya Andal

6 – Antri seharusnya Antre

7 – Apotik seharusnya Apotek

8 – Azas seharusnya Asas

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!