Mindset Membangun Aset

Saya akan menuliskan ulang kisah yang disajikan oleh Roger Hamilton dalam bukunya Wink and Grow Rich. Ini adalah sebuah ilustrasi yang bagus sekali untuk memberikan suntikan inspirasi kepada mindset kita agar mulai berpikir besar; mulai berpikir membangun aset; mulai berpikir menyiapkan ‘wadah’, daripada mengejar hasil cepat yang melelahkan.

Begini kisahnya.


Ada dua orang teman, yang satu adalah tukang kebun dan yang satu berprofesi sebagai penjaring kupu-kupu.

Penjaring kupu-kupu berangkat setiap hari ke hutan dengan jaringnya untuk menangkap kupu-kupu. Ia mengejar ke sana ke mari untuk mendapatkan kupu-kupu.

Di akhir hari ia duduk beristirahat dan menghitung kupu-kupu hasil tangkapannya untuk dijual kepada kolektor.

Meskipun melelahkan, ia cukup senang dengan hasilnya itu yang bisa digunakan untuk menyambung hidup sehari-hari.

Sekali-sekali ia mampir ke kebun temannya si tukang kebun. Ia prihatin dengan kehidupan temannya itu. Tak seekor pun kupu-kupu ia peroleh dari pekerjaannya itu.

Tukang kebun ini begitu rajin dan telaten merawat kebunnya. Ia tanami dan rawat setiap jengkal tanah dengan yang penuh dengan aneka tanaman dan bunga.

Ia belum mendapat apa-apa dari hasil usahanya itu. Berbeda dengan temannya penjaring kupu-kupu itu. Ia seorang yang sabar. Ia tetap melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kebunnya telah berubah menjadi taman bunga yang indah sekali. Satu per satu kupu-kupu hinggap di tanamannya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!
  • 2
    Shares