Menjadi Muslim yang Dirindukan Surga

rindu surga

Mengherankan adalah, jika ada orang yang di dunia mendapatkan kekayaan meningkat kita iri, tetapi ada hamba yang amalannya luar biasa kita tidak iri.

Karunia Allah itu lebih luas dari apa yang kita bayangkan dan rahmat-Nya mencakup segala sesuatu. Dalam setiap surga terdapat berbagai tingkatan dan tempat tinggal. Di antara bukti luasnya surga adalah bahwasanya Allah akan menciptakan makhluk baru dan menempatkan mereka di sisi surga.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, “Neraka jahannam akan terus diisi, seraya berkata, ‘Masih adakah tambahan?’ Hingga Rabull Izzah meletakkan kaki-Nya hingga berkumpul satu sama lain, sedangkan mereka berkata, ‘Cukup, cukup, demi kemuliaan dan kedermawanan-Mu’ dan di dalam surga akan senantiasa ada kelebihan, hingga Allah menciptakan (ciptaan baru), kemudian menempatkan mereka di tempat yang kosong di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ke surga, kita merindu dan melangkahkan niat. Kita semua memang merindukan surga. Tapi, apakah surga juga merindukan kehadiran kita?

Yah, paling tidak, taman-taman itu merindukan kehadiran kita. Juga para pelayan dan bidadari yang hurrun ‘in itu tak tahan dengan semerbak wangi akhlak kita.

Surga adalah sebuah simbol kebahagiaan. Saat perjuangan dengan berbagai macam perniknya terbayarkan. Seperti Imam Ahmad, yang akan beristirahat saat, “Langkah kaki ini telah menapaki pintu surga.”

Maka, indahnya adalah tentang bagaimana kita memulai. Melingkupi aktivitas dengan kelelahan surgawi. Kemudian berbuah pijatan dan senyuman sang bidadari. Begitu pula dengan segala kelelahan panjang yang menjadikan rindu semakin menggelegak. Dan bukan atas kepuasan amal yang dimiliki sekarang. Karena tak ada istilah sedikit dalam dosa. Apalagi berbangga dan merasa cukup dengan amal yang telah dilakukan.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Gratis Ebook! Personal Branding for Creative People

“We are CEOs of our own companies: Me Inc,” kata Tom Peters, “to be in business today, our most important job is to be head marketer for the brand called: YOU.”

Kuatnya personal branding berarti menjadi sangat mencolok di antara riuhnya jagad human capital. Semakin kuat brand-mu, akan semakin kuat kemencolokan itu.

Dalam kenyataan dunia sekarang, personal branding lebih kuat dan berarti daripada apapun bentuk dari sebuah talenta yang dipunyai oleh orang lain.

Kenapa?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

5 Bloger yang Penghasilannya Miliaran Bahkan Triliunan dan Apa yang Bisa Kamu Pelajari dari Mereka

Siapa menyangka, bahwa dari aktivitas ngeblog, bisa menghasilkan miliaran, bahkan triliunan. Helo, itu uang yang banyak. Banyak banget, malah!

Dulunya, waktu internet belum semasif sekarang, aktivitas ngeblog masih sebatas curhat di blog, atau sharing catatan pribadi yang ‘cenderung’ nggak penting. Tetapi, nyatanya kedelapan bloger kaya raya ini mampu membuktikan bahwa bila ngeblog dilakukan dengan seharusnya, bisa menghasilkan duit yang banyak.

Bayangkan, ngeblog bisa dilakukan di mana saja, selama ada koneksi internet. Bila dulu hanya bisa dilakukan lewat laptop, sekarang bahkan bisa dilakukan lewat ponsel. Dengan digabung dengan kemampuan menulis yang mumpuni, hujan duit bisa datang.

Baiklah, inilah lima bloger berpenghasilan miliaran bahkan triliunan dan apa yang bisa kita pelajari dari mereka.

1 – Pete Cashmore

Menurut Sunday TImes, Pete Cashmore memiliki kekayaan sebanyak 230 juta dolar AS, atau bila dirupiahkan senilai 3,12 triliun!

Hanya berawal dari sebuah kamar kecil nan berantakan di Skotlandia, Pete Cashmore mulai ngeblog saat ia baru berumur 19 tahun. Tapi, walau umurnya baru segitu, bukan berarti dia ngeblog tentang curhatan pribadi yang galau dan tak bermutu. Pete Cashmore ngeblog dengan tema bisnis, teknologi, gaya hidup, dan dunia hiburan. Nama blognya adalah Mashable. Yap, sekarang, blog tersebut berubah menjadi media rujukan banyak orang, karena memang secara cepat menghadirkan informasi yang dibutuhkan dalam dunia teknologi, gaya hidup, dan juga bisnis serta hiburan.

Dan kerennya, sekarang sebagai pendiri dan CEO dari Mashable, Pete Cashmore juga rutin menulis kolom teknologi dan media sosial di CNN.

Apa yang kita bisa pelajari dari Pete Cashmore? Menyajikan tema yang jelas, dan konten yang konsisten dalam blog. Membuat blog yang bermutu dengan trafik dan komunitas yang baik butuh waktu. Tidak asal jadi dalam hitungan hari. Bisa berbulan bahkan bertahun. Konsistensi diperlukan di sini. Tetapi, selama menulis dan berada dalam dunia media adalah passion-mu, saya kira kamu tak perlu mengkhawatirkannya. People with passion can change the world, bukan?

2 – TImothy Sykes

Penghasilannya per bulan bisa sebesar US$180 ribu, dan itu didapat hanya dengan mengelola blognya TimothySykes.com. Walaun UI dan UX dari blognya biasa saja menurutku, tetapi dengan memiliki penghasilan sebesar itu, tentu saja sangat menggiurkan dan kita perlu tahu, apa yang dilakukannya dengan blog tersebut.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

6 Cara Membangun Kebiasaan Kreatif dan Inovatif

Menjadi pribadi yang kreatif tentu saja bukan bakat, ia adalah kebiasaan. Sebagaimana kebiasaan lainnya, ia bisa dilatih. Ia bisa dibiasakan, agar terbiasa. Terbiasa apa? Tentu saja terbiasa kreatif. Saat kreativitas dibiasakan, ia akan berkembang. Dan saat ia berkembang, kita akan terus menghasilkan inovasi.

Jadi, alurnya memang membiasakan diri untuk kreatif terlebih dahulu, baru akan tercipta hal-hal inovatif. Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan agar terbiasa dengan kreativitas dan melahirkan inovasi.

1 – Membiasakan Otak dan Tindakan

Masalah utama mengapa kita kita sulit banget berpikir kreatif adalah faktor kebiasaan berpikir dan juga bertindak. Kreatif itu hasil dari pola pikir yang berbeda dari apa yang kita lakukan sehari-hari. Artinya, perbedaan mendasar dari orang kreatif dan nonkreatif hanya satu: orang yang kreatif sering melatih otakanya; sering membiasakan otaknya untuk berpikir kreatif; agar bisa mendapatkan jawaban yang berbeda dengan jawaban yang sudah ada, sedangkan nonkreatif tidak melakukannya.

2 – Melawan Kultur

Di sebuah perusahaan besar, sering kali kreativitas tidak bekerja dengan baik, karena kultur sistematis yang ada. Kultur sistematis ini memang menghambat kreativitas. Bahkan, para petinggi perusahaan pun tahu hal itu. Oleh itulah, mengapa perusahaan sering kali mengadakan acara outing atau outbound, atau hal-hal lainnya yang dianggap bisa menghadirkan kreativitas bagi karyawannya. Tetapi, setelah acara itu selesai, nyatanya keadaan juga tidak berubah.

Mengapa?

Karena memang kultur sistematis itu. Cara kerja, alur kerja, suasana, dan segala hal yang ada memang tidak ramah dengan kreativitas. Bila jasa atau produk yang ditawarkan dari perusahaan tersebut menuntut daya kreativitas yang tinggi, tentu saja kultur perusahaan harus diubah agar ramah dengan kreativitas.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Memanfaatkan Snapchat untuk Bisnis, Bagaimana Caranya?

Sukses menjadi salah satu media sosial yang digemari, Snapchat mencatatkan bahwa paling tidak, 10 miliar kali per hari videonya ditonton. Maka tak heran, bila makin banyak pebisnis atau creativepreneur yang memanfaatkannya sebagai saluran berpromosi, baik hard selling maupun soft selling.

Lalu, bagaimana cara membuat kampanye yang kreatif di media sosial Snapchat?

1 – Yang pasti, tentukan dulu, siapa target market-mu. Yang pasti juga, akan sangat berbeda untuk membuat konten bagi generasi Z dan generasi immigrant digital. Hal ini penting, agar sejak awal konten yang akan dibuat memiliki kekhasan dan tujuan yang jelas. Dan yang pasti, dari tujuan yang jelas, akan lebih mudah diterima oleh target market-mu.

2 – Setelah membuat konten yang dirasa tepat untuk terget market, pastikan untuk mempostingnya di jam-jam tertentu, agar lebih banyak audiens yang terjangkau. Konten baik tapi tidak di-deliver-kan ke audiens, tentu sangat disayangkan, bukan? Publikasi ini juga sebaiknya dilakukan terutama di momen-momen penting seperti live event atau peluncuran produk teranyar.

3 – Jangan lupa untuk memantau performa akun Snapchat-mu, antara lain unique view, berapa banyak yang sudah melihat story sampai selesai, berapa banyak yang melakukan screenshot, dan tentu saja paling penting adalah pertumbuhan follower. Olah data tersebut sesuai kebutuhan, kemudian jadikan pegangan untuk melakukan kampanye-kampnye kreatif selanjutnya.

Itulah tiga strategi bagi kamu yang ingin memanfaatkan Snapchat sebagai media untuk bisnis.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!