Bagaimana Cara Membuat Konten yang Berpotensi Viral?

Saya selalu bertanya-tanya, mengapa sebuah konten bisa begitu banyak yang nge-share, dan mengapa ada konten yang jarang di-share. Atau, bagaimana bisa sebuah konten begitu banyak views-nya, dan kenapa ada konten yang bahkan hampir tidak mendapatkan pembacanya.

Akhirnya, saya melakukan riset, dan dari semua penelusuran serta blusukan digital itu berujung satu hal: tidak ada rumus pasti untuk membuat sebuah konten menjadi viral.

Akan tetapi, sebagaimana ketika penerbit membuat buku, tak ada jaminan pula bahwa bukunya akan selalu best seller. Bila bisa seperti itu, tentu sudah sangat banyak penerbit yang senang dan gembira ria. Nyatanya, semua penerbit juga pusing mikirin gimana biar bukunya best-seller.

Yah, sebuah buku memang tidak bisa dibuat menjadi best-seller, akan tetapi bisa diupayakan menjadi best-seller. Sama seperti dengan konten digital. Tidak ada formula pasti bagaimana, akan tetapi bisa diupayakan dan direncanakan untuk menjadi viral.

Nah, bagaimana perencanaan sebuah konten menjadi viral?

1 – Kejutkan dengan sebuah fakta, dukung dengan gambar atau video yang menguatkan.

Fakta selalu menarik siapa saja, apalagi bila fakta tersebut membuat mereka hingga terbengong-bengong, “Oh, ternyata begitu, ya!”

Jangan lupa, dukung dengan gambar atau video terkait. Pasti mereka nggak akan tahan untuk nggak nge-share. Bayangkan bila sebuah judul provokatif untuk sebuah fakta dicampur dengan gambar atau video yang memudahkan pembaca untuk memahami konten. Pasti akan dinikmati oleh pembaca.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Ada Apa Dengan Cinta 2 dan Segala Kebaperan Generasi 90-an

Ada Cinta, Ada Rangga. Setelah 14 tahun, masih adakah Cinta? Masih ada sih, hanya saja sebesar apa, kita sama-sama belum bisa menerkanya.

Ada Apa dengan Cinta yang dirilis pada tahun 2002 disebut-sebut sebagai penanda bangkitnya perfilman Indonesia. Racikan ciamik sutradara kece Rudi Soedjarwo berpadu dengan akting brilian dari Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra dan masih ditambah lagi dengan balutan soundtrack dari Melly Goeslaw dan Anto Hoed, membuat film ini memang top dan tak ada duanya. Bagusnya kebangetan!

Saya ingat banget, dulu sampai terjadi antrian panjang untuk nonton film fenomenal ini. Koran-koran nasional sampai terheran-heran dan menjadikan ini sebagai fenomena. Saya waktu itu, nggak bisa nonton di bioskop. Selain karena nggak punya duit, juga karena nggak pernah ke bioskop. Lalu, di mana saya nonton? Di rumah teman, pakai VCD player, dengan—ehm, tentu saja—memutar VCD bajakan. Dan saya sama teman-teman kemudian sepakat bahwa Cinta memang cantik. Hmm, seharusnya konklusi seusai menonton film ini bukan itu kan, ya? Oke, saya dan teman-teman kemudian sepakat bahwa Rangga ganteng.

1 – Akan Terjadi Baper Berjamaah di Bioskop

Mereka yang dulu menontonnya bersama teman atau pasangan akan keingat lagi. Kenangan itu akan hadir lagi. Kita semua tahu kan, masa-masa SMA adalah fase terindah dalam hidup. Bayangkan seluruh bioskop mewek, dengan tisu berserakan di mana-mana. Bapernya karena keinget masa lalu pas nontonnya masih di VCD bajakan, dan baper karena akhirnya melihat Cinta and the gang serta Rangga dalam satu screen lagi. Ini momen bakalan bikin banyak penonton kemecer, gemes, dan nggak mau balik dari bioskop.

2 – Cowok-Cowok Keriting akan Sok Cool Lagi dan Sok Puitis

Karena efek Nicholas Saputra berperan Rangga di film AADC pertama, cowok-cowok berambut keriting, keriwil, dan ngombak berlebihan yang ada di sekolahan tiba-tiba berlagak sok cool dan sok puitis. Ketemu cewek-cewek yang agak seger dikit di sekolah, langsung berhenti dan tiba-tiba berpuisi sekenanya. Biasanya sih langsung ngejeplak, “Aku adalah binatang jalang …” dengan dagu sedikit di angkat dan dua tangan terlentang agak ke atas.

Ya ya ya, walau kita semua tahu refleks dari cewek-cewek itu sama, “Najis, lu!”

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Jangan Menyerah, Kerja Kerasmu Sekarang Akan Terbayarkan!

Kita tidak melihat segala usaha di balik suatu kesuksesan. Yang kita lihat adalah kelihaian seorang penari balet selama 15 menit ketika pentas, bukan latihannya bertahun-tahun. Kita hanya melihat 200 lembarnya, bukan 20.000 jam yang digunakan oleh seorang penulis untuk menyusunnya dengan simbahan rasa dan hati untuk memberikan yang terbaik.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki bakat. Tetapi, kerja keraslah senjata sesungguhnya dalam hidup ini.

Kadangkala, ketika kita mencurahkan segala usaha dan waktu untuk mencapai sesuatu, pasti terbersit dalam pikiran bahwa:

Apakah semua usaha ini akan terbayar?

Apakah semua usaha ini akan berhasil?

Apakah ada gunanya?

Jika tidak berguna, mengapa harus bersusah-payah seperti ini?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

5 Alasan Mengapa Tak Usah Menanyakan Kapan Nikah kepada Kawanmu

Kapan nikah adalah trending topic sepanjang masa dalam sejarah kehidupan manusia di Indonesia. Bahkan, sesensasional apa pun Syahrini mengeluarkan statement, kagak bakalan bisa ngalahin tren pertanyaan ‘kapan nikah’. Padahal, semua orang juga tahu, bahwa urusan jodoh adalah ranah ilahiyah, namun masih saja banyak yang merecokinya dengan alasan yang tidak lumrah.

Tetapi, Virala berbaik hati, untuk mengingatkan lagi, dan inilah 5 alasan mengapa seharusnya kamu nggak usah nanyain ‘kapan nikah’ kepada kawan kamu.

1 – Karena kamu nggak pernah tahu apa beban hidup kawanmu

Setiap orang, memiliki fase cobaan berat dalam hidupnya. Bila nggak terjadi ketika kecil, pasti pas dewasa, atau ketika pas sudah tua. Semua pasti merasakan yang namanya ‘dark age’ dalam hidupnya. Nggak ada ceritanya hidup seseorang bakalan lurus-lurus saja. Pasti ada tahun-tahun penuh duka, hari-hari penuh nestapa.

Katakanlah si A. Kamu melihatnya sebagai pebisnis online sukses. Omzetnya jutaan per minggunya. Dia sangat giat bekerja, pagi, siang, sore, malam, seolah tanpa henti. “Hei, sudah mapan begitu, kenapa nggak nikah-nikah juga, ingat umur tahu!” Itu yang kamu lihat. Yang kamu tidak tahu, ibunya sedang sakit keras, ayahnya sudah meninggal, adiknya butuh biaya kuliah, dan hutang keluarga yang harus segera dilunasi.

Katakanlah si B. Kamu melihatnya sebagai sosok cantik, barkarier cemerlang, dan usia sudah hampir kepala 3, sebentar lagi. Yang kamu tidak tahu, dia sudah berkali-kali disakiti dan dikhianati. Yang kamu sangat tidak tahu, dia butuh waktu untuk mengobati hati yang sudah remuk dan butuh pemulihan.

Apa yang kamu tahu, selalu tak sesuai dengan apa yang orang lain rasa dan alami. Apa yang kamu lihat, selalu tak sesuai dengan apa yang orang lain sedang perjuangkan. Jadi, nggak usah berperan seolah jagoan yang bisa mengatur kehidupan seseorang.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!