Meninggilah Ilmu, Merendahlah Hati

Ketinggian ilmu dan kerendahan hati memanglah harus selalu beriringan. Yang pertama meninggikan derajat kita di hadapan-Nya, yang kedua membumikan ketinggian derajat kita itu untuk kemashlahatan semesta; ia pun berbuah pahala pula.

Indah nian dua kombinasi ini. Celakanya, bila timpang salah satu, hanya akan menjadi pencelaka, tak hanya diri, juga orang-orang yang tak mengerti ilmu dan tak tahu bagaimana berendah hati.

Adalah kekhilafan kan selalu mengintai diri para pengilmu. Maka, kerendahan hati akan menyelamatkan diri dari kemusykilan dekapan kebenaran.

Abdullah ibn Wahab, Abdurrahman ibnul Qasim, dan Asyhab ibn Abdil Aziz Al-Qaisi adalah tiga alim nan faqih di Mesir. Suatu waktu, Asyhab dan Ibnul Qasim bersidebat hebat tentang satu persoalan pelik fiqih.

”Aku mendengar Imam Malik berkata begini,” kata Asyhab.

”Tidak, justru aku mendengar Imam Malik berkata begini, bukannya begitu,” bantah Ibnul Qasim.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!