Kekayaan dan Kebermanfaatan

Bagi yang belum pernah merasai hidup berlebih dengan banyaknya harta, ia kan mengejar kekayaan dengan habis-habisan tanpa ampun-ampunan. Namun, bagi yang telah merasai berada di kondisi memiliki kelebihan kekayaan, ia kemudian akan menyadari, bahwa pada akhirnya, hanya menebar kemanfaatanlah yang membuat diri bisa hidup penuh keberlimpahan.

Kekayaan harus kita jaga, namun kebermanfaatan akan terus menjagai kita.

Kekayaan harus terus kita amankan dari para pencuri, namun kebermanfaatan akan terus menjagai kita hingga ke surga, karena ia mengantar pahala yang tiada terputus.

Kekayaan harus terus kita upayakan kehalalannya, namun kebermanfaatan jelas-jelas halal dan membawa keberkahan.

Kebahagiaan dunia akan selalu bersifat relatif. Setiap orang memiliki kadar kebutuhannya masing-masing. Setiap orang memiliki kadar keinginannya masing-masing.

Dengan begitu, kebahagiaan dunia selalu begitu sifatnya: tergantung dari siapa pangejar keinginan dunia itu. Besar-kecil, banyak-sedikit, tergantung dari siapa pelakunya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Bukti Cinta Pada Sang Nabi

Bila mencintai adalah hak Rasulullah dari umatnya, maka mengikuti sunnah Rasulullah adalah sebagai bukti cintanya. Sebagaimana jika sesorang mencintai sesuatu membutuhkan bukti, cinta kita kepada Rasulullah pun membutuhkan bukti yang jelas.

Oleh karena itu, Allah akan menerima cinta hamba-Nya ketika cinta tersebut telah dibuktikan dengan jelas dalam bentuk ittiba’ kepada Rasulullah.

Bukti cinta kepada Rasulullah adalah dengan bening diri ini mengikuti segala sunnahnya. Dengan tunduk diri ini terhadap segala larangan dan perintahnya. Dengan jernih tidak mencampur-adukkan antara yang haq dan bathil. Serta dengan riang mengikuti perkataan, perbuatan, dan ketetapan-ketetapan beliau. Karena segala yang telah dicontohkannya adalah perintah Allah yang berarti wajib bagi kita untuk jua melakukannya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Sabar dan Syukur adalah Kunci dalam Hidup

sabar syukur kunci hidup

Terciptanya kita di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Tentu saja dengan benar sesuai dengan petunjuk-Nya, dan yang telah dicontohkan oleh Rasul-Nya.

Bila kita mengenal Rasulullah sebenar-benar, tak kan ada tata cara peribadahan yang menyimpang dan membuat-Nya murka. Tak akan ada ceritanya penyembahan yang berbentuk kesyirikan. Ataupun beragam bentuk peribadatan lain yang menyesatkan dari jalan ibadah yang telah digariskan oleh-Nya.

Dengan begitu, kecukupan untuk senantiasa hanya bertaat-taat kepada-Nya, dan bukan selain-Nya, akan senantiasa dilazimi diri.

“Sesiapa berbuat baik di siang hari, dia kan dicukupi pada waktu malamnya. Sesiapa berbuat baik pada malam hari, ia kan dicukupi pada waktu siangnya. Sesiapa jujur nan tulus meninggalkan syahwat, Allah kan menghilangkan syahwat tersebut dari hatinya. Allah terlalu mulia bila menyiksa hati yang ditinggalkan oleh syahwatnya,” kata Abu Sulaiman Ad-Darani.

Hadirnya Rasulullah Muhammad sebagai hamba yang mulia di tengah umat manusia merupakan karunia Allah yang amat besar bagi kaum muslimin. Beliau adalah Nabi sekaligus Rasul yang terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia di dunia. Risalah yang dibawa beliau tidak hanya diperuntukkan kepada wilayah, ras, suku atau bangsa tertentu saja. Akan tetapi, untuk seluruh manusia di bumi tanpa tersekat oleh wilayah, bangsa atau warna.

Dengan hadirnya Rasulullah di tengah-tengah kita, beserta Al-Qur’an dan tata cara hidup yang telah dipraktikkannya, membuat kita mampu membedakan antara yang hak dan bathil, serta jalan menuju Allah menjadi sangat jelas dan terang.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!