Sebuah Catatan untuk Entrepreneur Gathering #2 di Solo

Yap, Sabtu kemarin, saya  mengikuti acara paling ‘keren’ tentang dunia digital entrepreneurship yang digelar di Solo dengan tajuk Entrepreneur  Gathering #2.

Hebatnya, ini adalah kedua kalinya acara ini digelar. Sebuah inisiasi kreatif dari Ratakan.com dan LapakJasa.com yang tentu saja memiliki visi mulia dan sumringah: memajukan ekosistem digital entrepreneurship di Solo dan sekitarnya, dan juga melahirkan banyak wirausahawan baru di ranah tersebut. Wah, I love it!

Secara pribadi, saya sangat gembira dengan adanya acara ini. Bahkan sangat berharap, acara serupa seperti ini betebaran di Solo. Sebuah harapan, yang senada dengan salah satu postingan saya dengan harapan adanya Solo Tech Co.

Akan tetapi, ada beberapa catatan yang mungkin bisa menjadi bahan evaluasi dan akan membuat acara gathering #3 yang mungkin diadakan tahun depan akan lebih baik dan aura ‘kreatif’-nya lebih keluar.

Ketika membuat TOR untuk pembicara, pastikan bahwa pembicara akan menyampaikan materi yang ‘daging’, dan kalau perlu, teknik bagaimana mereka me-monetizing usahanya. Teman duduk di samping saya (saya sudah lupa namanya, kalau tidak salah asal Wonogiri), dengan muka super ruwet, dia pamit kepada saya untuk pulang terlebih dahulu, padahal masih sore. Belum begitu sore malahan. Katanya, acara ini tidak sesuai dengan bayangannya. Dia jauh-jauh dari Wonogiri, membawa laptop, berharap dapat materi ‘daging’, yang bisa ia catat, atau teknik-teknik rahasia dari pelaku bisnis kreatif ranah digital. Sebuah harapan yang saya harapkan juga. Masalahnya, kebanyakan pemateri malah menyampaikan story of life mereka. Seperti kata Shembah di awal-awal acara, materi ke depan akan berisi duit, duit, dan duit. Tapi saya belum mendapatkan tentang materi itu, setelah beliau turun panggung. Mungkin kekecewaan itu juga yang membuat teman duduk di samping saya memutuskan pulang duluan, padahal dia bayar full.

Misalkan, founder dari Ratakan.com. Ketika melihatnya di poster acara, saya berharap masnya akan sharing tentang bagaimana dia me-monetizing, atau sharing materi ‘daging’ tentang startup-nya. Nope. Saya tidak mendapatkannya. Teman duduk di samping saya malah menggerutu, “Ini apaan sih?” Saya nyengir, sekaligus bingung. Sebagai seseorang yang rajin membaca StartUpBisnis, TechCrunch, Mashable, Inc, SWA, Mix Marketing, dan sebagainya, saya hampir tertidur dengan materi masnya malahan. Saya tidak mendapatkan sesuatu yang baru. Kenapa? Karena masnya lebih terkesan promosi tentang startup-nya, bukan tentang bagaimana monetizing-nya, trik menjalankan startup ala dia, atau apalah yang lebih bersifat materi ‘daging’. Materi dari PriaMalas pun serupa. Motivatif. Tidak teknis. Padahal, kan saya juga pengen bisa beli Porsche kayak Mas Charlie, kan yak. Cuman, gimana caranya kalau materinya motivatif. Memangnya kita-kita kurang termotivasi apa coba untuk datang ke acara ini? Heuheuheu.

Satu-satunya materi yang membuat saya terbelalak adalah dari Rhein Mahatma. Edan. Materinya bikin saya hampir tak bernapas. Setiap slide-nya berisi materi keren. Setiap ucapannya hampir membuat saya lupa, bahwa saya belum menghembuskan napas sejak tadi. Saya sangat serius mendengarkan. Standing applause!

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!