Month: July 2015

Mengapa Anda Harus Menulis Memoar

Kali ini, kita akan membahas secara sederhana tentang mengapa Anda harus menulis memoar. Sebagaimana sudah saya terangkan dalam penjelasan di sini, bahwa memoar ditulis dengan maksud untuk menghadirkan cerita tentang tokoh kala berada pada jabatan tertentu atau posisi penting tertentu sehingga layak untuk dikisah-hidupkan dalam bentuk buku. Kiprahnya yang hanya dalam beberapa tahun tersebut disajikan …

Mengapa Anda Harus Menulis MemoarRead More »

Kisah Ali

Mata Rantai Keteladanan

Kapankah pengajakan kebaikan tak lagi memerlukan kekata untuk dihadirkan? Jawabnya, saat akhlak seindah pelangi terhadirkan dalam kehidupan. Di sanalah, keteladanan menjadi inspirasi dari orang-orang yang mengenal kita. Uniknya, saat kita peduli dan berbuat baik kepada siapa saja, saat kita tak lagi hadir di tengah-tengah mereka, kita masih diperbincangkan dan menjadi teladan. Yang terkaget-kaget biasanya adalah …

Mata Rantai KeteladananRead More »

Mengukuh Langkah Merawat Visi

Takkan lah pernah didapatkah hasil yang berbeda, manakala kita masih menggunakan cara yang sama untuk meraihnya. Kebebasan waktu dan pengendalian penuh atas garis hidupku, menjadi pemicu utama agar aku mengubah strategi alur hidupku yang nyaman, tersergap kerutinan, dan biasa saja. Menjadi air yang mengalir tak pernah menjadi model hidupku. Aku lebih suka meloncat. Lebih suka …

Mengukuh Langkah Merawat VisiRead More »

dahlan iskan kerja nyata

Biografi Dahlan Iskan (2): Terobosan Sang Raja Media

Sebelas tahun berlalu. Sejak akuisisi tahun 1971, Eric Samola kini berkunjung lagi ke kantor Dahlan di Surabaya, tahun 1982. Seperti biasa, Dahlan masih menjadi supir langganannya untuk mengantar ke mana pun Eric Samola mau. Kali ini, tujuannya ke Kembang Jepun. Ke sebuah gedung kuno peninggalan Belanda tahun 1980. Di gedung inilah markas Jawa Pos berdiri, …

Biografi Dahlan Iskan (2): Terobosan Sang Raja MediaRead More »

dahlan iskan kerja nyata

Biografi Dahlan Iskan (1): Kerja Nyata adalah Nyawanya

Tangan kiri Khalisnah sedari tadi memegang perutnya sendiri. Tangan kanannya meremas ujung dipan. Dari lisannya menyeruak erangan berpadu takbir dan tasbih yang hampir tanpa jeda. Khosiatun dan Shofwati, dua anak perempuannya bergantian tak tentu ritme, mencoba membantu ibu tercintanya itu menenangkan diri. Keringat dingin mengalir lancar dari kening Iskan, sang suami. Kepanikan memang sedang menerjangnya, …

Biografi Dahlan Iskan (1): Kerja Nyata adalah NyawanyaRead More »

Pin It on Pinterest