Kesuksesan Tidak Diraih dengan Instan

Meraih sesuatu yang baik tidak pernah mudah dan cepat. Sebuah studi menyatakan bahwa butuh waktu 10 tahun untuk mengembangkan diri menjadi seorang dengan keahlian tertentu.

“Salah satu hal terpenting,” kata John Warnock, “dalam hidup adalah untuk memerhatikan kaki Anda, dan mengambil langkah-langkah berikutnya. Jangan memfokuskan pada hal-hal yang terlalu jauh, namun pastikan arah Anda benar dan segera berjalan selangkah demi selangkah.”

Jangan menyerah. Bukan berarti orang-orang sukses tidak berpikir untuk menyerah. Tapi mereka menolak untuk menyerah. Mereka terus maju. Bila usia membuat badan berkerut-kerut, menyerah membuat jiwa berkerut-kerut. Jadilah keras kepala. Jangan melihat ke belakang. “Dalam kegagalan maupun kesulitan,” kata Adrian Anantawan, pemain biola internasional, “aku tidak pernah melihat ke belakang, aku melihat ke belakang hanya pada hal-hal yang telah kupelajari, bukan pada kegagalan-kegagalan itu sendiri. Aku merencanakan apa yang kulanjutnya selanjutnya.”

Penting memang memfokuskan diri pada kekuatan dan melupakan kelemahan. Tetapi, ada suatu saat di mana kita tidak bisa melupakan kelemahan, yaitu ketika kelemahan tersebut dapat menjadi penghalang kesuksesan dalam bidang tertentu.

Tidak peduli bidang apa yang kita geluti, biasanya akan ada standar-standar minimum yang tetap harus dipenuhi. Maksudnya, jika kita harus berjuang keras untuk menjadi dokter bedah, akan tetapi tidak tahan melihat darah, pasien kitalah yang akan meninggal. Lalu, bagaimana kita mengelola kelemahan yang menghambat kesuksesan ini? Ada dua strategi untuk mengalihdayakan kelemahan. Pertama, berkonsentrasi pada kelemahan dan memperbaikinya. Jean Monty mengatakan, “Dulu aku benci berdiri dan bicara di depan orang-orang, tetapi jika Anda hendak menjadi pemimpin suatu perusahaan, Anda harus mampu berbicara di depan umum. Jadi, aku tidak punya pilihan. Itu sungguh sebuah kelemahan dan aku harus mengatasinya.” Kedua, berbagi tugas. Paul Rowan misalnya, ia orang yang memiliki kekuatan dalam area-area kreatif, tetapi ia memiliki kelemahan di dalam bisnis, sehingga ia mengalihdayakannya. “Aku orang yang artistik, dan aku menyadari dengan segera bahwa aku membutuhkan partner-partner yang mampu mengorganisasi dengan baik dan lebih business-minded.” Jadi, carilah seseorang yang bagus dalam bidang yang tidak kita kuasai, dan sebaliknya. Kemudian, fokus secara mati-matian di bidangmu.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Perlukah Bakat dan Kerja Keras?

Jangan terlalu memuja bakat, hingga terlalu memandang rendah kerja keras. Kita tidak melihat segala usaha di balik suatu kesuksesan. Yang kita lihat adalah kelihaian seorang penari balet selama 15 menit ketika pentas, bukan latihannya bertahun-tahun. Kita hanya melihat 200 lembarnya, bukan 20.000 jam yang digunakan oleh seorang penulis untuk menyusunnya dengan simbahan rasa dan hati untuk memberikan yang terbaik. Pada dasarnya, setiap orang memiliki bakat. Tetapi, kerja keraslah senjata sesungguhnya dalam hidup ini.

Kadangkala, ketika kita mencurahkan segala usaha dan waktu untuk mencapai sesuatu, pasti terbersit dalam pikiran bahwa: Apakah semua usaha ini akan terbayar? Apakah semua usaha ini akan berhasil? Apakah ada gunanya? Jika tidak berguna, mengapa harus bersusah-payah seperti ini? Singkirkanlah keraguan tersebut. Teruslah melangkah. Setiap sungguh-sungguh pasti terbayarkan. Takkan pernah ada yang tenggelam dalam keringat. Hasil itu mungkin tidak nampak sekarang atau dalam waktu dekat. Tapi, ia akan selalu mendatangi kita, sebanding dengan sejauh mana dan sekeras apa kita dalam berusaha.

Bekerja besarlah. Bekerja hebatlah. Dan jangan lupa, berjiwa besarlah. “Raja yang akan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar,” kata Meng Tze, “pasti tak punya menteri yang sedia tiap saat dipanggil menghadap. Justru dia yang akan mengunjungi mereka untuk meminta nasihat. Sebab tugas besar hanya bisa dituntas oleh mereka yang berjiwa besar.”

Kita menghadapi dunia yang sangat kompetitif. Apapun bidang yang kita geluti, bekerjalah lebih keras dari orang lain. Itu akan memberikan hasil yang berbeda. Selalulah ingin menjadi yang pertama. Kerja keras akan memberikan perbedaan dan menampakkan keunggulan. Namun, perlu juga diingat bekerja keraslah pada bidang yang engkau sukai.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Menguatkan Fondasi Diri

Syukur ialah meruahkan pujian kepada-Nya. Karena segala anugerah, tentu datang dari-Nya. Syukur terejawantah tak hanya dalam kata, namun jua sikap dan lelaku keseharian.

Syukur bukanlah berpuas diri, tetapi mendayaguna segala anugerah-Nya untuk meloncat prestasi hingga lebih tinggi lagi.

Karena sesuai janji-Nya, dengan bersyukur, Dia kan mempermudah jalan bagi kita meraih keberlimpahan, dengan nikmat yang bertambah-tambah dan juga berkah.

“Benih-benih kejahatan sedang berkembang secara pesat, tetapi bibit-bibit kebaikan pun mulai berbuah lebat,” kata Sayyid Quthb dalam Afrahur Ruh-nya, “Walaupun batang pohon kejahatan itu sangat cepat pertumbuhan dan perkembangannya, namun akarnya tidak kuat tertancap ke dalam tanah. Sementara pertumbuhan dan perkembangan pohon kebaikan sangat lamban dan perlahan-lahan. Tetapi, akarnya menunjang masuk ke bumi. Daun-daunnya rindang, batangnya menjulang tinggi ke angkasa, melindungi manusia dari panas dan hujan. Kalau yang pertama akan cepat tumbangnya, maka yang kedua akan kekal bertahan.”

Nikmatilah proses.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Asus Zenfone 2 ZE551ML

Smartphone Asus Zenfone

Mungkin akan banyak yang bertanya, mengapa seri Zenfone teranyar justru ternamai dengan Asus Zenfone 2, sedangkan sebelumnya dengan penamaan angka yang lebih tinggi, yakni Zenfone 4, Zenfone 5 dan juga Zenfone 6. Ketiga seri terakhir adalah generasi pertama dan merujuk kepada lebar layarnya. Sedangkan Zenfone 2, merujuk kepada generasi kedua dari smartphone ini. Nah, sekarang tak usah bingung lagi, yak.

Boleh dibilang, kehadiran Zenfone generasi kedua ini memang gila-gilaan. Beberapa teman saya malah bilang, “Ini hape gokil, harganya cuman segini, tapi kualitasnya level asgard!”

Asgard adalah kampungnya Thor dan Odin. Iya, Thor yang di Avenger itu.

Kehadiran Zenfone 2 yang mengusung RAM segede 4GB, akan memanjakan siapapun yang menginginkan kelancaran menggunakan smartphone-nya, sedangkan kerjaannya membutuhkan multitasking yang juga level Asgard. Setahu saya, Zenfone 2 ini adalah smartphone pertama yang mengusung RAM segede itu. Apalagi, dengan dukungan memori internal sebesar 32GB, tentu aka makin memanjakan insan muda aktif yang membutuhkan dukungan smartphone yang bisa diajakin kompromi dalam hal data dan anti macet saat harus pindah aplikasi. Jelas banged, lihat saja dukungan chip Intel Atom Z3580 yang merupakan salah satu produk chip terbaru Intel yang berplatform Moorefield. Kualitasnya tak perlu diragukan. Chip ini mensupport kinerja komputasi 64-bit, dengan kualitas kerja lebih cepat dan efisien. Dengan basis Android 5.0 Lollipop dan interface Asus ZenUI dan kapasitas baterai 3.000 mAh, membuat smartphone ini makin menggemaskan untuk dimiliki sebagai bukti kekinian.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Aplikasi Ilmu Desain Grafis dalam Kerja Nyata di Industri Kreatif

Setelah postingan yang lalu kita membahas tentang dunia desain grafis secara umum, sekarang kita akan membahas tentang aplikasi teknis tentang ilmu desain grafis dan bagaimana aplikasinya dalam lingkup kerja nyata dalam industri kreatif. Semoga beberapa paparan berikut, bisa menambah wawasan dan juga mempertebal minatmu untuk masuk dalam industri kreatif sebagai desainer grafis.

 

Unsur-Unsur Desain Grafis

Ibarat memasak menu yang spesial, ada komposisi bahan-bahan, serta cara meramu yang khusus dalam menghasilkan hidangan yang lezat. Demikian juga dengan desain grafis. Ada unsur-unsur yang harus dipahami oleh desainer grafis agar dapat menghasilkan komposisi desain yang estetik, harmonis, komunikatif dan menyenangkan untuk dinikmati audiens.

Unsur-unsur tersebut di antaranya, garis (line), bidang (shape), warna (color), gelap terang (value), tekstur (texture) dan format (format).

#1: GARIS (LINE)

Garis dapat dimaknai sebagai jejak sesuatu. Goresan pensil, pena atau mouse di komputer dan lain sebagainya. Garis tidak memiliki kedalaman (depth), hanya memiliki ketebalan dan panjang. Oleh karena itu, garis adalah elemen satu dimensi.

Wujud garis dangat bervariasi. Garis lurus mengesankan kaku dan formal, garis lengkung memberikan kesan lembut dan luwes, garis zig-zag berarti keras dan dinamis, garis tidak beraturan berarti fleksibel dan tidak formal. Kemudian, garis horizontal mengesankan pasif, tenang dan damai. Garis vertikal memiliki kesan stabil, gagah dan elegan. Garis diagonal dapat diartikan sebagai makna aktif, dinamis dan menarik perhatian. Masih banyak variasi lainnya yang biasa digunakan, seperti garis putus-putus, gradasi, tebal tipis, dan sebagainya.

Penggunaan garis dalam desain komunikasi visual tidak terikat pada aturan dan ketentuan, karena pada dasarnya garis adalah elemen visual yang dapat dipakai di mana saja, asalkan bertujuan memperjelas dan mempermudah audiens, atau sekadar pemanis yang bisa disusun sedemikian rupa.

Garis dalam pemahaman semiotika, memiliki arti yang lebih luas lagi, yaitu elemen yang tidak selalu tergores di atas kertas. Deretan tiang lampu, repetisi pepohonan di jalan, kemudian kolom-kolom arsitektur juga dapat dimaknai sebagai garis.

Penggunaan garis perlu diperhitungkan secara cermat, sehingga tidak terkesan asal-asalan dan dipaksakan. Tujuan dari desain komunikasi visual adalah untuk menyajikan informasi baik verbal maupun visual, agar dapat ditangkap dengan mudah, menarik dan menyenangkan sekaligus mengesankan. Selain itu, desainer grafis dapat menggunakan garis sebagai ilustrasi.

#2: BIDANG (SHAPE)

Shape atau bidang adalah segala bentuk apapun yang memiliki dimensi tinggi dan lebar. Bidang dapat berupa bentuk-bentuk geometris (lingkaran, segitiga, segiempat, elips, setengah lingkaran dan sebagainya) dan bentuk-bentuk yang tidak beraturan.

Bidang geometris memiliki kesan formal, sebaliknya, bidang non geometris memiliki kesan tidak formal dan dinamis.

Dalam dunia desain grafis, pengertian bidang tidak terbatas hanya itu saja. Area kosong yang berada di antara elemen-elemen visual dan space yang mengelilingi gambar/foto, bisa juga disebut sebagai bidang. Blank space (bidang kosong) bahkan bisa dianggap sebagai elemen desain. Bidang kosong dimaksudkan untuk menambah kenyamanan baca (legibility) dan menimbulkan gairah membaca juga memberikan kesan nyaman dan “bernafas” dan memberikan tekanan kepada obyek visual yang ada dalam sebuah desain.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!