Teknik Menulis Naskah Iklan

Masalah menarik perhatian atau tidak dari sebuah iklan, tidak terletak pada kelengkapan unsur iklan, melainkan pada isi pesan itu sendiri. Oleh karena itu, cara menulis pesan sehingga menghasilkan pesan yang menarik menjadi penting untuk dipelajari. Sebab melalui teknik penulisan ini, naskah disusun dengan lebih baik.

 

Teknik Penulisan Ad Headline

Karena berfungsi untuk menarik perhatian, maka judul sebuah iklan harus dipilih dan dirancang dari kata atau kalimat yang benar-benar mampu menarik perhatian. Menarik perhatian siapa? Tentu saja menarik perhatian audiens, bukan si pembuat iklan. Bila iklannya berupa iklan cetak baik above the line maupun below the line, maka headline tersebut harus mampu menarik perhatian pembaca. Bila iklan radio harus mampu menarik perhatian pendengarnya. Bila iklan televisi, maka menarik perhatian pemirsa. Bila iklan di internet, tentu juga harus bisa menarik perhatian user.

70%–80% keberhasilan iklan ditentukan judul. Mengingat besarnya fungsi judul, tak mengherankan seorang penulis naskah iklan akan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan judul. Berikut ini beberapa pedoman dasar untuk membuat judul:

1. Judul Harus Menarik

Daya tarik sebuah judul harus didasarkan pada perspektif audiens. Artinya, judul harus didasarkan pada sesuatu yang benar-benar menarik audiens. Apa yang dirasa menarik oleh komunikator belum tentu akan dianggap menarik oleh komunikan. Oleh karena itu, jangan pernah merasa terlalu percaya diri menulis sesuatu hal yang menarik perhatian menurut kita sendiri, sebelum tahu bahwa apa yang kita tuliskan tersebut benar-benar membuat audiens tertarik. Setiap kelompok komunikan memliki referensi tersendiri tentang apa yang dianggapnya menarik. Untuk itu, pembuat iklan perlu melakukan pemetaan banyak hal tentang audiens. Dalam bahasa komunikasi pemasaran, pemetaan ini sering disebut dengan segmentasi konsumen.

Philip Kotler (1999) membuat sebuah pengkategorian audiens yang cukup baik di mana khalayak dibagi berdasar variabel geografis, demografis, psikografis, dan perilaku. Variabel geografis meliputi di mana audiens tinggal. Antara lain apakah di kota atau di desa, di daerah yang beriklim panas, dan lain sebagainya. Wilayah demografis berhubungan dengan aspek kependudukan, antara lain umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama dan kebangsaan. Variabel psikologis meliputi aspek kepribadian, status sosial dan gaya hidup. Sementara aspek perilaku meliputi tingkat pemakaian produk, status kesetiaan terhadap produk, dan sebagainya.

Dengan demikian, aspek menarik dari sebuah judul iklan bagi audiens perlu didasari pada kelompok mana yang dibidik dari iklan tersebut.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!