Memahami Copywriting dan Perannya dalam Dunia Periklanan

Sekarang ini, iklan telah mampu mengimpresi konsumen sedemikian rupa sehingga terbentuk citra produk yang sangat baik. Iklan mampu mendongkrak citra (image) yang baik, indah, dan berkualitas, sekalipun aslinya produknya justru jauh dari itu semua.

Bagaimana bisa seperti itu?

Semua itu berkat pengolahan iklan yang pas. Yaitu melalui penulisan naskah iklan yang baik, teknik penyampaian pesan yang sesuai, pemilihan tema kampanye yang menarik, teknik visualisasi yang pas, teknik pemilihan model, pemilihan warna, huruf dan ilustrasi, teknik pengambilan gambar, dan lain sebagainya yang kemudian bisa menghasilkan karya iklan yang luar biasa dan mampu menarik perhatian khalayak dan bisa mempengaruhi dalam waktu yang cepat.

[bctt tweet=”Kesuksesan sebuah iklan tidak datang dengan sendirinya.”]

Ia dapat diusahakan dengan serangkaian teknik dan trik. Pembuatan iklan yang menarik tentu harus bisa menangkap minat konsumen. Salah satu elemen terpentingnya adalah dengan menguasai teknik copywriting yang baik, yaitu teknik menulis iklan agar dapat lebih menarik perhatian dan minat publik, sehingga membentuk top of mind, yang kemudian diikuti dengan perilaku yang diiinginkan sesuai dengan pemberi iklan tersebut.

 

Terbentuknya Top of Mind

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa kesuksesan sebuah iklan adalah dengan menjadinya produk tersebut dalam top of mind konsumen. Mengapa? Karena dengan masuknya sebuah iklan dalam top of mind konsumen, hal itu akan menjadi modal yang kuat untuk mempermudah kerja dalam meningkatkan penjualan.

Ada beberapa sebab dari terbentuknya top of mind.

Pertama, konsumen memperoleh kepuasan atas produk tersebut. Bila puas, konsumen akan terkesan. Bila sudah terkesan, tentu ia akan terngiang-ngiang akan produk tersebut.

Kedua, citra produk dianggap baik oleh konsumen sehingga konsumen pun menaruh kesan yang baik pada produk tersebut. Memberikan citra yang baik pada konsumen dapat direkayasa dengan penciptaan iklan yang baik.

Ketiga, produk tersebut sangat populer. Bombardir iklan tentu akan lebih memudahkan konsumen mengingat suatu produk.

Keempat, produk tersebut muncul pertama kali, sehingga diingat sebagai merek yang bisa menggeneralisasi produk serupa. Contohnya adalah air mineral dalam kemasan yang sudah biasa kita sebut dengan Aqua.

Akan tetapi, suatu produk akan mudah sekali hengkang dari top of mind, bila tidak ditindaklanjuti secara bersinambungan dengan berbagai upaya untuk menempatkan produk tersebut dalam top of mind konsumen.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!