16 Pesan Penting Mengembangkan Startup dalam Buku It’s My Startup Karya Lahandi Baskoro

Aslinya, buku ini berisi 50 tips memasuki, memulai, dan mengembangkan bisnis startup. Buku yang saya konsep dan editori sendiri ini, sejauh ini masih saya anggap sebagai buku lokal yang membahas tentang startup, dengan konten terbaik yang pernah ada di pasaran hingga sekarang. Bukan karena saya sebagai man behind the gun sekaligus kepiawaian Mas Lahandi dalam menyajikan konten bermutu, tetapi memang kelangkaan karya lokal yang menyajikan tentang buku seperti ini.

Tahun ini, saya sedang fokus membuat beberapa startup. Saya membaca lagi tentang buku ini. Dan saya mendapati 16 insight keren yang menjadi favorit saya, dan saya bagikan di sini, siapa tahu kamu juga akan menemukan energi yang sama.

1. “Keputusan membangun Tumblr muncul karena David Karp capek menunggu layanan microblogging yang ia idam-idamkan.”

2. “Jangan sampai kita bersusah payah mengembangkan sebuah layanan, menghabiskan tenaga dan uang, namun ternyata ujung-ujungnya tidak ada orang yang mau menggunakan layanan tersebut.”

3. “Terpenting, bikin dulu produk atau sesuatu yang bisa membuktikan asumsi kita, tanpa perlu menguras banyak sumber daya. Istilahnya Minimum Viable Product (MVP), yaitu produk yang dbuat dengan usaha seminimal mungkin dengan tujuan membuktikan suatu asumsi.”

4. “Kalau merasa mentok, rencanakan pivot. Pakai pengalaman yang sudah pernah didapat selama ini untuk jadi acuan di produk yang baru nanti.”

5. “Gagal membuat perencanaan sama saja merencanakan kegagalan. Tentukan kapan produk akan dirilis, kapan mencapai sekian ribu user, kapan mulai mendapatkan pemasukan, kapan mulai pitch ke investor, dan sebagainya.”

6. “Kebanyakan startup yang sukses berdiri dengan lebih dari satu founder. Ketiadaan co-founder kadang bisa diartikan sebagai tidak adanya partner yang bisa kita ajak untuk memercayai mimpi kita. Jika kita desainer, jangan cari partner yang desainer juga. Cari misalnya app developer.”

7. “Membangun kerja sama yang tepat mampu meningkatkan value dari suatu startup. Pihak yang akan diajak kerja sama harus memiliki keunggulan yang dibutuhkan oleh startup kita. Ada kerja sama untuk distribusi, user adoption, content provider, publishing, dan hal-hal lain.”

8. “Optimalkan early adopters.”

9. “Founder startup itu harus 100% percaya bahwa produknya bisa membawa manfaat bagi penggunanya. Dia harus jadi die hard fans layanan yang ia ciptakan. Founder seperti itu otomatis akan jadi evangelist bagi produknya sendiri.”

10. “Sebelum startup kita dilirik oleh investor, kita harus membiayai segala kebutuhan pengembangannya dengan kocek sendiri. Kondisi ini dinamakan bootstrap.”

11. “Keadaan akan memaksa founder untuk bisa menjadi programmer, marketing, finance, customer support, dan business development sekaligus. Istilahnya ‘founder will wear many hats’.”

12. “Fokuslah pada fitur unggulan.”

13. “Penyempurnaan bisa dilakukan sambil jalan. Pengguna akan memberi tahu mana yang oke, dan mana yang tidak.”

14. “Bentuk monetizing bisa bermacam-macam, kita harus mencari tahu model apa yang paling optimal untuk mendatangkan uang.”

15. “Boleh jadi sebuah startup melakukan deal-deal yang menguntungkan dengan brand, namun perhatikan juga kapan mereka melakukan pembayaran.”

16. “Good content is good business.”

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Desain Grafis dan Dunia Kreativitas Tanpa Batas

“Orang kreatif pasti pintar. Orang pintar belum tentu kreatif.”

—Wahyu Aditya, owner Hellomotion Academy

 

Halo insan kreatif!

Era yang tengah kita hadapi sekarang adalah era di mana kreativitas menjadi tulang punggung kemajuan sebuah peradaban. Desain grafis dan kreativitas adalah dua hal tak terpisahkan. Tentu, sebelum kita melangkah jauh menapaki dua kata tersebut, baiknya kita telaah dahulu makna keduanya.

“Kreatif berarti kemampuan atau kondisi untuk menciptakan sesuatu yang baru, dari yang ada dan apa yang tidak ada juga,” kata Goenawan Mohammad.

Seseorang baru disebut kreatif, sebagaimana telaah dari Mel Rhodes dalam An Analysis of Creativity, saat telah melalui rangkaian 4P.

Apa sajakah?

1 | Person

Karakteristik orangnya sangat berpengaruh. Menjadi kreatif berarti memulai sedini mungkin untuk membiasakan diri kreatif. Sebagai orang kreatif, kita harus berbeda dengan orang lain. Tetapi, perbedaan tersebut harus disertai alasan yang tepat. “Jangan hanya berbeda, tapi berbedalah dengan alasan tertentu,” kata Yoris Sebastian. Bagaimana dengan rutinitas, apakah ia menghambat kreativitas?

Tidak juga.

Cara paling kreatif untuk membuat rutinitas menjadi lebih kreatif adalah dengan mengubah cara menjalankan rutinitas tersebut. Sehingga, kita terbiasa untuk melakukan hal-hal yang tidak biasa. Otak dan tubuh yang dijejali dengan hal-hal yang rutin setiap hari tidak akan bisa berkembang. Tetapi, saat otak dan tubuh dimasuki hal-hal baru yang memerlukan daya imajinasi dan kreativitas, maka saraf otak akan terasah dengan optimal dan tubuh akan bereflek cepat.

2 | Process

Teknik apa atau serangkaian proses apa yang telah dilaluinya untuk melakukan kreativitas tersebut. Apakah ia benar-benar menciptakan sesuatu yang baru, memperbaiki yang lama, ataukah justru menjiplak tapi mengaku-aku kalau itu adalah hasil karyanya.

Wah, kalau sampai menjiplak, jangan sampai, deh. Terinspirasi boleh, tetapi meniru sama persis, itu sangat tidak kreatif.

3 | Product

Tidak hanya berkoar-koar memiliki ide keren nan mentereng, tetapi, juga harus membuktikan ide itu dalam suatu bentuk nyata. Orang-orang kreatif adalah mereka yang dapat memberikan solusi, bukan sebaliknya. Nah, produk yang dihasilkan tersebut haruslah juga tidak hanya bagus dalam desain, namun juga fungsional dan memberikan solusi bagi penggunananya: apakah ia dapat membuat penggunanya lebih mudah dalam melakukan sesuatu ataukah justru mempersulit.

4 | Press

Sejauhmana tekanan yang diperoleh saat melakukan serangkaian ketiga proses kreatif tersebut. Bila waktunya sangat sedikit tapi dapat menghasilkan kreasi yang sangat superkeren, maka tingkat kreativitas orang tersebut sangat layak diacungi jempol.

Jadi, kreativitas berarti melalui serangkaian proses hingga layak disebut kreatif. Apalagi, bila kemudian kreativitas yang dipadukan dengan entrepreneurship (kemudian disebut dengan creativepreneurship). Maka, ia harus berpadu lagi dengan prinsip-prinsip berbisnis: distribusi, marketing, branding, promosi, dan lain sebagainya.

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi secara visual yang menggunakan media gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan dengan seefektif mungkin.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Bukti Cinta pada Sang Nabi

Bila mencintai adalah hak Rasulullah dari umatnya, maka mengikuti sunnah Rasulullah adalah sebagai bukti cintanya. Sebagaimana jika sesorang mencintai sesuatu membutuhkan bukti, cinta kita kepada Rasulullah pun membutuhkan bukti yang jelas. Oleh karena itu, Allah akan menerima cinta hamba-Nya ketika cinta tersebut telah dibuktikan dengan jelas dalam bentuk ittiba’ kepada Rasulullah. Bukti cinta kepada Rasulullah … Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Menentukan Personal Branding (7): Top of Mind

Menjadi yang teratas dalam pikiran orang-orang (top of mind), berarti brand kita menjadi pemimpin pasar. Orang akan membuat asumsi yang selalu baik tentang kita. Mengapa menjadi begitu penting berada di jalur top of mind? Karena orang-orang selalu mengasumsikan bahwa hal-hal yang terkenal lebih baik daripada hal yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Contohnya adalah lukisan … Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Menentukan Personal Branding (6): Your Network is Your Net Worth

“Everyone should build their personal brand. Your goal doesn’t need to be to be famous, just figure out how to be known for being awesome at one single thing. Everyone has a brand, whether you intended to have one or not—good or bad, the people who know you have an image of you in their head. Your goal should be to be in control of this. Think to yourself—what can I be best in the world at and develop that skill, and be known for that.”

Matt Willson

Seberapa luas networking kita? Bukan. Bukan seberapa banyak mengenal orang. Tapi, seberapa banyak mereka mengenal kita dan sudah bisa memetakan dengan jelas apa keahlian kita.

Sepuluh singa lebih baik daripada seribu domba. Network yang sedikit, tapi pengelolaannya baik, tentu akan lebih baik. Karena toh, pada dasarnya kita tidak bisa meng­-handle semua networking itu. Tentu saja ada yang harus kita lepaskan dan ada yang harus dijaga. Sehingga, yang sedikit itu bisa menjadi network yang ikatannya emosional, bukan transaksional. Bukan yang satu selesai, sudah. Tapi bisa repeat, hingga berkali-kali. Karena memang ada value yang diusung bersama-sama.

Mengambil hal yang bukan keahlian kita itu berbahaya. Kredibilitas dibangun bukan dengan sok tahu, tapi dengan, “Memang benar-benar tahu akan hal itu.” Kredibilitas tidak membuat mata terkesima, tapi membuat hati terngiang-ngiang, “Wah, orang ini memang jagonya.” Oleh karena itulah, tidak ada ceritanya kredibilitas dibangun dalam satu-dua hari.

Berjejaring, memerlukan kredibilitas. Cara membangunnya tentu dengan sincerity yang dijaga baik-baik. Berikanlah peluang kepada orang yang memang seharusnya menerima peluang itu. Bukan semuanya kita ambil, padahal itu bukan wilayah keahlian kita. Hasilnya? Selain kredibilitas akan tergerus, kita tak memiliki mental keberlimpahan. Percayalah. Saat dengan tulus kita memberikan sebuah peluang kepada orang lain yang memang seharusnya menerimanya, di lain hari kita akan menerima perlakuan serupa. Bahkan, seringnya lebih besar. Itulah rumus sederhana menggandakan rezeki.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!