Tentang Satria Foundation dan Sebuah Project Lain yang Mungkin Kamu Tertarik untuk Bergabung

Yah, saya tahu. Itu adalah judul terpanjang yang pernah saya buat. Kepanjangannya mungkin akan sebanding dengan panjangnya note yang semoga saja kamu bersedia untuk membacanya. Hehehe.

Baiklah, kita mulai saja, ya.

Ketika membuat creative social movement sederhana bernama Satria20Ribu, tiga tahun lalu, saya sadar bahwa lewat dunia digital, kita bisa mengubah kehidupan banyak orang.

Saat ini, Satria20Ribu yang mulai April atau Mei nanti berubah menjadi yayasan sosial berbadan hukum dan alamat websitenya pun menjadi SatriaFoundation.com, sejauh ini telah mendapatkan masukan donasi Rp130 juta lebih dan akan terus bertambah.

Hebatnya, telah membantu 32 anak dalam kondisi kekurangan, namun memiliki semangat belajar, untuk bisa menempuh pendidikannya dengan nyaman dan tenang.

Sebuah perubahan yang luar biasa, padahal saya dan teman-teman ketika mendirikannya hanya mengandalkan teman-teman dunia maya saja untuk mendapatkan donasi. Bahkan, manajemen gerakannya pun ala kadarnya.

Tetapi, secara rutin dan konsisten, kami menyalurkan donasi dengan amanah, dan langsung kepada yang membutuhkan.Sehingga, perubahan nyata terjadi. Sebuah langkah sederhana yang impaknya luar biasa.

Sekarang, 32 anak asuh tersebut tersebar dari mulai TK hingga jenjang universitas. Sesuatu yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Saya ingat kalimat dari Adnan Mahmud, pendiri jolkona.org, “In 100 years, we will not be known for our technological advances; rather we will be known for how we used technology to tackle some of humanity’s biggest challenges.”

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Face Your Weakness

Jangan pernah takut dengan kelemahanmu. Kita justru hidup pada era di mana hal-hal memalukan dan menggelikan dirayakan. Tengok saja di YouTube. Bloopers menjadi tontonan menyenangkan.

Asal kita jeli mengubah kesalahan dan kekurangan menjadi lebih classy dan justru kelihatan keren, orang-orang justru akan memaklumi dan menganggap kekurangan kita sebagai sesuatu yang unik dan khas.

Saat kita berani untuk menerima kekurangan diri, ketaksempurnaan—karena tak ada satu pun manusia di bumi ini yang sempurna—maka kita akan mampu untuk memotivasi diri sendiri untuk membuat perubahan dan perkembangan menakjubkan.

Bersembunyi dari kelemahan akan membuat kita terus menjadi lemah. Menghadapinya akan membuat kita lebih percaya diri.

Do your best and apologize when you fail.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Hari Ini adalah Hari Terbaik

Tak ada yang lebih menyenangkan daripada hari ini. Membuka jendela, melihat sinar matahari memasuki kamar. Hangatnya lembut, embusan anginnya ringan. Udaranya segar.

Tak ada yang lebih menenangkan daripada hari ini. Melihat tubuh baik-baik saja. Batuk kecil tak masalah. Banyak obat flu dengan harga murah yang bisa menyembuhkan.

Tak ada yang lebih menggembirakan daripada hari ini. Senyuman ibu. Rangkulan ayah. Candaan adik. Celotehan ponakan. Ramainya ibu-ibu menawar harga sayur, dengan abang tukang sayur yang kerepotan meladeni. Kerepotan yang membuatnya bahagia, karena artinya rezeki mengalir ke kantongnya.

Tak ada yang lebih ‘hidup’ daripada hari ini. Bisa menikmati buah, nasi, air putih, juga mandi dengan segar. Membalas celotehan kawan-kawan di sosial media, juga surel klien.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Work Hard!

Setiap perusahaan, baik skala besar maupun kecil, selalu memiliki sisi perbedaan dalam usahanya. Entah perbedaan tersebut besar, maupun kecil. Tetapi, tidak ada yang berbeda dalam hal bagaimana perjalanan untuk membuat perusahaan tersebut membesar atau tetap bertahan. Semuanya membutuhkan kerja keras.

JOBS, film apik berkisah tentang tentang Steve Jobs dalam membangun Apple, perusahaan paling keren sejagad, menegaskan hal ini. Lihat saja bagaimana perjalanan Steve Jobs dalam membuat produk pertamanya, menemukan pelanggan pertamanya, menemukan investor, membangun kultur perusahaannya, bahkan hingga memutuskan siapa yang berhak untuk tetap bertahan di Apple dan tidak.

Kita mungkin memang bukan Steve Jobs, tapi dari perjalanan hidupnya membangun perusahaan sekeren Apple, adalah perjalanan zero to hero yang mengajarkan bahwa: membangun bisnis apapun, bahan bakar perjalanannya memang kerja keras.

If you dedicate today to being better than you were on yesterday, then you will wake up tomorrow with more than you could have ever dreamed of.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Rahmat-Nya adalah Idaman Kita

Jika kita berdekat-dekat dengan-Nya, kasih-Nya melimpah, sayang-Nya meruah. Hidup terbaik adalah, kala kita berlimpah ruah keduanya. Karena jika keduanya sudah memenuhi tiap-tiap sendi hidup, hidayah yang telah melekat kuat itu, takkan tergoyahkan dan tergeserkan. Jika keduanya telah mewarnai di tiap-tiap episode hidup, karunia-Nya akan memenuhi setiap langkah.

Seperti kata Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Qur’an-nya, “Rahmat Allah lah yang menyertai Ibrahim tatkala ia dibakar oleh api yang dinyalakan oleh Namrud. Kasih sayang Allah lah yang menyertai Nabiyullah Yusuf saat ia ditelan dan berada dalam perut ikan. Kasih sayang Allah lah yang mengiringi Nabiyullah Musa saat ia masih bayi dan diletakkan di sungai sehingga ia lolos dari kekejaman Firaun. Kasih sayang Allah lah yang mengiringi para pemuda Al-Kahfi yang berlindung dalam gua sehingga terselamatkan dari kekejaman raja.

“Maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Rabbmu akan melimpahkan sebagian kasih sayang-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.” (Al-Kahfi [18]: 16)

Kasih sayang Allah jugalah yang menyertai Rasulullah saat ia berada di dalam gua Tsur untuk berlindung dari kejaran orang-orang kafir. Kasih sayang Allah lah yang mengiringi semua orang yang mau berlindung kepada-Nya saja, dengan sangat yakin, dan mengusir semua praduga yang menjauhkan dari kasih sayang Allah.”

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!