Seharian Memungut Kenangan di Kota Kretek, Kudus

Saya menghabiskan enam tahun tinggal di kota kecil namun menyenangkan ini. Kudus. Enam tahun itu adalah masa di mana saya menghabiskan umur SMP-SMA di pesantren. Ya. Ini adalah kota santri. Banyak sekali pesantren berdiri di kota ini. Paling menyenangkan, tentu dengan banyaknya santri yang bisa kita jumpai di sepanjang jalan. Memakai sarung, peci, dan Al-Qur’an kecil di saku. Sepeda pun masih menjadi moda transportasi yang masih bisa sering dijumpai di sini. Sebuah paduan yang indah. Kederhanaan dan keriuhan santriwan-santriwati dalam kota kecil yang ramah.

Kudus adalah kota kecil yang penuh kenangan. Maka, bila beberapa waktu lalu saya menghabiskan seharian di kota ini, memang dalam rangka memungut lagi kenangan-kenangan. Saya tidak sempat mampir ke pesantren dulu saya belajar, karena memang tidak saya agendakan ke situ. Namun hanya berjalan-jalan di pusat kotanya saja.

kudus1

Agenda pertama adalah sarapan sekaligus makan siang di Mall Kudus, karena sampai sana sudah hampir jum’atan. Mall yang terletak di alun-alun dan dekat dengan Masjid Agung ini, tentu adalah pilihan yang paling efisien untuk memberikan energi tubuh karena sejak pagi sudah lapar mendera. Sembari makan, saya menunggu hingga waktu jum’atan tiba, kemudian meluncur ke masjid Agung.

kudus12

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Sabar dan Syukur adalah Kunci Kehidupan

Terciptanya kita di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Tentu saja dengan benar sesuai dengan petunjuk-Nya, dan yang telah dicontohkan oleh Rasul-Nya.

Bila kita mengenal Rasulullah sebenar-benar, tak kan ada tata cara peribadahan yang menyimpang dan membuat-Nya murka. Tak akan ada ceritanya penyembahan yang berbentuk kesyirikan. Ataupun beragam bentuk peribadatan lain yang menyesatkan dari jalan ibadah yang telah digariskan oleh-Nya.

Dengan begitu, kecukupan untuk senantiasa hanya bertaat-taat kepada-Nya, dan bukan selain-Nya, akan senantiasa dilazimi diri.

“Sesiapa berbuat baik di siang hari, dia kan dicukupi pada waktu malamnya. Sesiapa berbuat baik pada malam hari, ia kan dicukupi pada waktu siangnya. Sesiapa jujur nan tulus meninggalkan syahwat, Allah kan menghilangkan syahwat tersebut dari hatinya. Allah terlalu mulia bila menyiksa hati yang ditinggalkan oleh syahwatnya,” kata Abu Sulaiman Ad-Darani.

Hadirnya Rasulullah Muhammad sebagai hamba yang mulia di tengah umat manusia merupakan karunia Allah yang amat besar bagi kaum muslimin. Beliau adalah Nabi sekaligus Rasul yang terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia di dunia. Risalah yang dibawa beliau tidak hanya diperuntukkan kepada wilayah, ras, suku atau bangsa tertentu saja. Akan tetapi, untuk seluruh manusia di bumi tanpa tersekat oleh wilayah, bangsa atau warna.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Menentukan Personal Branding (1): Define Who You Are

Aturan pertama dalam personal branding adalah kita harus mampu mendefinisikan diri sendiri sehingga mampu memetakan bahwa kita memiliki keunikan dan perbedaan dari orang lain.

Temukan dengan segera apa yang menjadikan diri kita berbeda dan unik dari orang lain. Lalu, jadikan itu modal.

Menemukan keunikan dalam diri berarti menerima diri apa adanya. Dan saat kita menerima diri apa adanya, orang lain pun akan menerima kita.

Ketika kita tidak membedakan diri dengan orang lain maka orang tak akan punya alasan untuk memilih kita.

What is your skills?

Petakanlah dirimu atas kemampuan-kemampuan apa yang kamu miliki sekarang dan ingin kamu kembangkan ke depannya. Latar belakang pendidikan dan pengalaman-pengalamanmu dalam bidang itu bisa makin memperkuat posisi tawarmu bahwa kamu memang memiliki skill tersebut.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!