Menentukan Personal Branding (5): Public Speaking Skill

Bagaimana cara kita mengatakan sesuatu, sama pentingnya dengan apa yang kita katakan.

Pelajarilah bagaimana menjadi seorang pembicara yang baik. Karena seseorang yang telah mencapai kemasyhuran dan kebesaran, akan selalu mendapat banyak undangan untuk berbicara di depan publik. Jadi, persiapkan diri sejak dini.

Presentasi bak sebuah pertunjukan: naik ke panggung untuk berbicara, berjalan dengan penuh percaya diri, penampilan yang menarik dan cerdas. Kemudian, tepuk tangan yang antusias dari audiens. Pembicara yang baik harusnya mampu mengunci hati dan pikiran audiens.

Pastikan kita tahu pesan apa yang hendak disampaikan sehingga kita dapat berbicara dari dalam hati. Tidak ada audiens yang ingin menjadi bosan. Oleh karena itu, jangan membeberkan fakta yang memusingkan kepala tanpa kaitan emosi atau kejutan-kejutan penyampaian yang membuat audiens merasa terhibur sekaligus teredukasi.

Mengapa ada orang yang mampu menginspirasi orang lain agar bisa meningkatkan kinerja, sementara yang lain tidak? Ternyata jawabannya terletak kepada kata-kata yang dipakai untuk menyampaikan pesan. Kemampuan memakai kata-kata adalah keandalan berkomunikasi. Komunikasi yang efektif adalah manakala gagasan-gagasan kita dengan sukses melekat di benak orang lain. Caranya?

Sederhana. Seperti peribahasa atau kata-kata bijak. Selalu sedikit, tapi memberikan arti mendalam. Itulah sederhana.

Tak terduga. Kita harus melawan perkiraan orang lain. Kita harus bergerak ke arah yang berlawanan dari intuisi orang lain. Menghadirkan sesuatu yang tak pernah mereka sangka-sangka, tentu akan mereka ingat selamanya.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

4 Pertanyaan Penting Mengelola Sosial Media untuk Startup

Blog tak lagi menjadi raja media dalam ranah digital sekarang ini. Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, menjadi channel wajib yang harus mendapatkan perhatian yang super banyak juga. Lalu. bagaimanakah mengelola sosial media untuk startup yang baru saja mengepakkan saya bisnisnya agar bisa terbang jauh mengangkasa mendulang profitnya?

Berikut ini beberapa kiat pentingnya.

1. Tentukan tujuan bersosial media bagi startupmu.

2. Siapa saja target conversation-mu? Berapa saja umurnya?

3. Daerah mana saja yang paling relevan dengan target market startupmu?

4. Apakah media sosial berfungsi sebagai customer service atau untuk membentuk komunitas online?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Menentukan Personal Branding (4): Create Your Good Name

Nama yang bagus adalah aset berharga. Nama merupakan sebuah label yang mengidentifikasi dan mendefinisikan sesuatu. Nama yang bagus bisa menciptakan brand. Dalam beberapa kasus, tidak banyak perbedaan antara dua produk, kecuali nama mereka. Jadi, koreksilah lagi nama yang kita punya.

Apakah ia sudah bagus, terlalu generik, ataukah justru terlalu aneh sehingga sangat sulit untuk diucapkan?

Pakar ilmu sosial menyebut ini sebagai expectancy theory atau pygmallion effect. Jika kita memiliki nama yang dianggap kurang menarik, orang tidak akan mengharapkan kita sebagai orang yang menarik, tak peduli apa yang mereka lihat. Nama asli kurang terlalu menjual?

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Tips Traveling Hemat di Singapura Selama Dua Hari Biaya 2 Juta Saja

Saya, Risa, Mas Paulus, dan Adah, berangkat lewat Jogja. Risa dan Adah dengan sangat baik hati menjemputku untuk kemudian barengan menuju stasiun Balapan, yang menjadi kondang se-Nusantara berkat campur sarinya Didi Kempot itu. Mas Paulus sudah dengan gagahnya berada di sana terlebih dahulu, dengan ransel segede gaban. Aku? hanya menggendeong satu tas lucu. Sangat minimalis.

Berangkatlah kami berempat ke Jogja dengan antusiasme setinggi Semeru. Karena setelah sampai Jogja, kami akan terbang dengan Tiger Air menuju Changi, Singapore. Bagi Mas Paulus yang keluar negeri sudah kayak makan kacang goreng, bagi gue, Risa dan Adah kala itu, adalah pengalaman pertama yang tentu bikin tingkat kepanikan lumayan bertambah. Misalkan saya nih, banyak bagaimana bila-bagaimana bila yang berkelebatan di benak. Misalkan, bagaimana bila di Singapore ternyata nggak ada mendoan goreng? Atau, bagaimana bila fans-fansku di Indonesia pada nangis dan nggak berhenti-berhenti karena saya tinggal selama empat hari di negeri orang? Atau, bagaimana bila ternyata saya jatuh cinta dengan Merlion dan nggak balik-balik lagi ke Indonesia? Dan bagaimana bila-bagaimana bila yang lain.

Untuk yang pertama, tentu saya harus berterima kasih kepada Mas Paulus karena sudah mau meng-guide hingga ke sana, dan tentu saja, sudah menggratisi saya tiket pulang-perginya. Duh, ini bener-bener kejutan dan bikin saya menjadi merasa berhutang budi seumur hidup. Semoga nanti bisa gantian nraktir jalan-jalan. Misalkan ke Mojolaban atau Mojosongo lah. Atau ke Kalitan. Di sana pemandangannya indah. Banyak tembok-tembok yang basah ketika hujan sedang turun.

singapore2

Sepanjang perjalanan ke Changi, di dalam pesawat, Adah langsung ngeluarin kamera fish-eye. Kata dia, itu baru beli. Khusus dibeli untuk ke perjalanan ke Singapura kali ini. Duh, terharu. Sebegitu rempongnya ya dia melayani kebutuhan narsisku. Makasih Adah, kamu memang baik banged. Pertama mencoba fish-eye, ternyata hasilnya bagus. Kedua, masih bagus. Dan akhirnya, karena selalu hasilnya bagus, foto-foto terus. Agak memalukan, karena seperti anak SD yang baru naik komedi putar pas pasar malam. Hebohnya minta ampun. Bedanya, ini bersetting pesawat. Nah, karena dudukku pas di samping sayap. Momen itu juga kuabadikan. Biar bisa pamer di instagram kayak orang-orang yang biasa motret sayap pesawat. Yah, paling tidak akun instagram saya pernah ada gambar sayap pesawatnya lah. Heuheuheuheu.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Menentukan Personal Branding (3): Build Your Strategy

Ketika kita mengamati orang-orang besar, perhatikanlah bahwa bisa jadi mereka bukan orang yang terpintar atau yang paling berbakat. Akan tetapi, mereka punya suatu strategi untuk mengembangkan personal branding-nya.

Be the first! Menjadi yang pertama selalu menguntungkan. Paling pertama selalu dianggap sebagai yang terbaik. Tetaplah mencari celah di mana selalu terdapat kemungkinan kita bisa menjadi yang pertama dan pemimpin di celah tersebut. Jangan pernah menjadi follower. Karena kita takkan menjadi siapa pun.

Explain who you are. Agar strategi personal branding berjalan baik, kita harus memiliki atribut yang kredibel untuk memberikan kemampuan maksimum kepada brand. Sematkan atribut di belakang nama. Keduanya akan saling menguatkan dan membuat lekatan ingatan yang kuat di benak orang-orang.

Expert. Menjadi pakar dalam semua bidang bukanlah strategi yang cerdas. Menjadi pakar dalam satu area adalah cara yang cerdas. Fokus itu luar biasa. Semakin sempit fokus, semakin kuat pula suatu brand. The nicher, the richer. Kita berada pada era di mana para spesialis berkembang dan para generalis tidak. Satu pisau yang tajam lebih baik daripada seribu pisau yang tumpul, bukan?

Good track records. Tempat kampus berasal, kursus yang diambil, atau pun pernah bekerja di perusahaan besar mana, akan menjadi positive track record. Jangan pernah malu untuk mencantumkannya. Karena itu adalah penguat identitas. Intinya, kembangkan terus strategi yang dapat membuat orang mempunyai alasan untuk memilih kita. Kredibilitas kampus tempat kita belajar bisa mendongkrak identitas diri. Apalagi, jika latar belakang tersebut berkaitan dengan aktivitas profesional yang kita geluti sekarang.

Visual identity. Identitas visual akan menghubungkan apa yang terlihat dari luar dengan apa yang ada di dalam. Walaupun kita sering berkilah dengan, “Don’t judge a book by its cover,” akan tetapi penampilan menimbulkan kesan mendalam bagi penilaian atas suatu brand tersebut. Faktanya, penampilan yang menarik akan menampilkan banyak atribut positif yang bahkan sama sekali tidak ada hubungannya dengan penampilan.

Segala sesuatu berkomunikasi secara visual. Mulai dari sepatu hingga jam tangan yang kita kenakan, tatanan rambut hingga cara kita tersenyum. Semuanya mengatakan tentang diri kita dan memberikan sumbangan pada persepsi orang lain tentang kita. Identitas visual memberitahukan kepada kita apakah suatu brand tersebut kelihatan murah ataukah mahal, menyenangkan ataukah serius.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!