Define Your Self Brand, Imagine Your Awesome Future

“We are CEOs of our own companies: Me Inc,” kata Tom Peters, “to be in business today, our most important job is to be head marketer for the brand called: YOU.”

Kuatnya personal branding berarti menjadi sangat mencolok di antara riuhnya jagad human capital. Semakin kuat brand-mu, akan semakin kuat kemencolokan itu.

Dalam kenyataan dunia sekarang, personal branding lebih kuat dan berarti daripada apapun bentuk dari sebuah talenta yang dipunyai oleh orang lain.

Kenapa?

Karena mass market tak lagi bisa membedakan antara branding dan talent. Saat diri kita menjadi sebuah brand, berarti kita sedang menunjukkan sisi paling spesial kita kepada mass market. Artinya, kita harus memiliki hal-hal istimewa yang bisa ditawarkan, konsisten, dan juga meaningful di saat bersamaan.

Segera temukan apa yang istimewa dari diri kita. Kembangkan sebaik mungkin. Entah itu bermusik, berolahraga, menulis, grafis. Ambil salah satu, kembangkan hingga maksimal. Setelah tahu kekuatan diri, tawarkan.

Jangan hanya diam dan menunggu keberuntungan. Tawarkan kepada publik bahwa kita memiliki kemampuan istimewa. Tawarkan dengan cara yang unik, dan juga secara terus menerus.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Mengapa Kita Harus Rajin Belajar Ilmu Syar’i?

Ilmu akan memutik, berkembang, kemudian tumbuh memohon tinggi nan rindang serta berakar kuat, manakala diusung oleh mereka yang memiliki kemauan dan semangat dada yang membara-bara, serta berbasuhkan kesabaran dalam merengkuhinya.

Lebih utama lagi, manakala kekuatan tubuh sedang dalam masa-masa emasnya. Dan kesemua syarat itu, terwujudi dalam satu tubuh: pemuda. Di sanalah berkumpulnya kekuatan jasmani, lancarnya konsentrasi dan daya pikir, sedikitnya kesibukan hingga bebas untuk melanglangbuana, serta tak adanya tanggung jawab hidup dan kepemimpinan kekeluargaan.

Seseorang hanya akan mampu mengoptimalkan segenap yang ada pada dirinya ketika masih muda saja. Sederhananya begini. Bisa saja, seseorang belajar pada masa tuanya. Namun, pada beberapa momen tertentu, ia pasti akan tersandung dalam kesulitan-kesulitan yang kita yakin bahwa pada masa mudanya, ia pasti bisa melakukannya lebih baik dan maksimal.

Contohnya dalam menghafal Al-Qur’an. Seseorang yang usianya sudah lanjut, bisa saja ia menghafal satu halaman per harinya. Namun, dapat kita pastikan ia juga akan lupa dalam waktu yang cepat pula.

Atau, tentang seseorang yang sudah lanjut usia, dan ingin sekali belajar membaca Al-Qur’an secara benar. Makhrajnya pas, tajwidnya sesuai, dan alunan suaranya merindukan. Akan tetapi, ia akan kesulitan memperbaikinya, karena lisan yang sudah tak berfungsi normal lagi. Nah, tentu masa-masa optimal telah terlewatkan bukan.

Sebelum terlambat, mari memaksimalkan.

Sungguh anugerah yang perlu disyukuri. Zaman ini, telah memudahi langkah kita untuk mereguki ilmu dari berbagai sarana. Akan tetapi, perlu diingat. Karena itu berarti kita tak lagi menemui alasan untuk tak meregukinya.

“Mencari ilmu adalah kewajiban,” kata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, “ia merupakan penawar bagi hati yang sakit. Terpenting lagi, bagi setiap hamba adalah harus mengenal agamanya. Sebab mengenal agama dan mengamalkannya adalah penyebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sebaliknya, kebodohan mengenai agama dan menyia-nyiakannya menjadi penyebab masuknya seseorang ke dalam neraka,” pungkasnya mewanti-wanti kita.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Menunggu adalah Menjemput

Perempuan itu berhenti di depan bangku taman. Dibersihkannya sebentar dengan tangan yang mengusap-usap sekenanya. Seluruh dunia juga tahu, pengusapan macam itu tidak akan mampu membersihkan maksimal debu yang meniduri bangku itu.

Ia tersenyum sebentar, duduk, lalu meletakkan goodie bag oranye yang tak seberapa besar, dengan desain minimalis, di sampingnya.

Sudah lima hari ini aku melihatnya duduk di bangku itu, dan sudah empat hari ini ia melakukan itu.

Empat puluh lima menit berlalu. Selama waktu ini, beberapa kali ia mengangkat sedada tangan kirinya. Menatap arloji. Melihat waktu. Beberapa kali pula, ia menengok isi goodie bag itu. Sebentar tersenyum. Lalu matanya mengitari pemandangan sekitar. Hari pertama aku melihatnya di sini, ia bengong-bengong saja. Namun, hari-hari selanjutnya, ia melakukan ritual yang sama. Persis. Seperti hari ini.

Kakinya menjejak-jejak dalam ritme yang kecil. Mulutnya bernyanyi-nyanyi kecil. Matanya berbinar. Walau telah agak lama menunggu, ia sepertinya masih menaruh harapan besar, bahwa seseorang yang dinantinya akan datang. Biasanya, hingga tiga jam-an ia menunggu. Bila yang tak ditunggu itu datang, ia pergi lagi.

Kenapa ia tidak menelepon atau memberi pesan singkat kepada yang ditunggu, batinku.

Sudah lima hari. Aku penasaran. Sebenarnya, siapa yang ditunggunya?

Kuayunkan keberanian menujunya. Kubetulkan sedikit letak selempangan Canon 30D. Sedari tadi, aku yang bersender pada pohon dan hanya memperhatikannya, penasaran juga. Ia tengah menunggu siapa.

“Tak ada,” katanya ringan, setelah ia mengizinkanku duduk di sampingnya dan kutanya ia menunggu siapa. Dan ia tersenyum. Matanya masih berbinar. Dan harus kuakui, ia cantik dari dekat. Cantik yang natural. Tak banyak sentuhan make up yang tebal nan menyebalkan.

“Aku memperhatikanmu sedari tadi. Serius engkau tak menunggu siapa pun?” Aku yang justru keheranan.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Best Link to Find Free Beautiful HD Images for Your Web and Design Project

Tidak mudah menemukan gambar bagus yang beresolusi tinggi dan gratis. Yaiyalah. Postingan ini saya buat, karena banyak teman-teman yang bertanya kepada saya, dari mana saya bisa menemukan background image yang bagus yang biasa saya gunakan dalam pembuatan artwork.

Rujukan pertama saya biasanya ke unsplash.com. Tetapi, ada banyak tempat lain yang juga bisa menjadi tempat mendapatkan gambar bagus yang gratis dan bebas digunakan untuk project apapun.

LITTLE VISUALS CO

ISO REPUBLIC

FOODIES FOOD

GRATISOGRAPHY

DEATH TO THE STOCK PHOTO

PICJUMBO

RESPLASHED

NEW OLD STOCK

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!

Aulia “Ollie” Halimatussadiah: My Life Story is My Legacy

Seperti apa sih perjalanan hidup Mbak Ollie hingga bisa menjadi seperti sekarang?

Saya datang dari keluarga middle class. Kaya banget enggak, miskin banget juga enggak. Bagusnya, orang tuaku selalu mengusahakan budget untuk pendidikan dan buku.

Selalu ada uang untuk dua hal itu. Dan menurutku, dua hal tersebut adalah akses terbaik dalam hidupku.

Dalam pendidikan, orang tuaku sangat terbuka, bahkan sangat suportif dengan setiap keputusanku. Tak pernah sekali pun mereka menekan harus ranking berapa.

Karena ayah kerjanya sering pindah, aksesku ke banyak kota pun makin terbuka, mulai dari Makasar, Kupang hingga Bengkulu. Dari situ pula, aku belajar berteman dengan culture yang tentu saja berbeda. Bahkan, waktu di Kupang pernah menjadi minoritas, dan itu sangat membangun karakterku juga.

Orang tuaku adalah sosok pengharga waktu jempolan. Kedisiplinan pun akhirnya benar-benar ngena di aku karena aku berada di lingkungan keluarga yang menghargai waktu. Selain itu, mereka juga agak sedikit khawatiran. Tapi itu bagus. Asal aku bisa memberikan alasan yang masuk akal di benak orang tuaku, akhirnya mereka tak khawatir lagi.

Namun, dengan sifat khawatiran itu, aku juga menjadi pribadi yang rebel, tapi rebel with purpose. Misalkan, orang tuaku sangat khawatir waktu aku resign dari kerjaan dan mendirikan kutukutubuku.com. Tapi, pelan-pelan aku menjelaskan bahwa this is my passion.

Akhirnya, mereka mengerti dan mendukung. Tapi, ada saat juga di mana aku benar-benar patuh pada orang tuaku. Misalkan, saat masa kuliah, aku ngotot pengen masuk sastra Inggris. Namun, orang tuaku memintaku masuk ke jurusan IT. Ya sudah, aku akhirnya manut saja. Dan siapa sangka, dunia teknologi menjadi jalan hidupku hingga sekarang.

Read more

Jangan Lupa Share, Ya!