11 Strategi Menjadi Founder Startup

Menjadi founder startup bukanlah perkara mudah, namun juga bukan perkara sangat sulit. Berikut ini 11 strategi menjadi founder startup yang keren dan memiliki kualitas founder startup internasional.

1 – Menemukan Co-Founder

Ketika memulai sebuah startup, kamu harus terlebih dahulu memahami apa tujuan yang ingin kamu capai nantinya. Memahami hal itu terlebih dahulu adalah lebih penting daripada memahami kekuatan dan kelemahan apa yang kamu punyai—di mana kamu biasa melakukan analisis SWOT. Mengapa? Karena ketika tujuan itu sudah kamu pegang erat, kelemahan bisa kamu taklukkan, dan kelebihan makin bisa kamu lesatkan.

Nah, baru ketika kamu tidak memiliki pengetahuan teknis, kamu cari seseorang yang tahu tentang hal tersebut. Pastikan mencari co-founder yang bisa mengisi kekosongan dari kekuranganmu.

Ada tiga cara untuk menemukan seorang co-founder.

Pertama, menemukan orang yang memiliki visi yang menyatu dengan visimu. Jadi, segala suka dan duka dalam membangun bisnis akan dilalui bersama.

Kedua, kamu menyewa seseorang—tentu saja kalau kamu banyak duit.

Saya cenderung menggunakan cara pertama.

2 – Tetap Terkoneksi dengan High-Profile People

Orang-orang besar nan terkenal itu manusia juga. Artinya, mereka bukanlah sosok yang akan sangat susah didekati. Yang perlu kita lakukan hanya bertindak seperti manusia juga.

Beberapa cara yang saya gunakan untuk bisa terus terkoneksi dengan orang-orang besar adalah berikut ini.

1 – Aktif mengikuti dan menghadiri seminar atau pelatihan.

2 – Berani bertanya.

3 – Bersikap proaktif untuk mengenalkan dirimu kepada orang yang ingin kamu ajak untuk menjalin koneksi.

4 – Kelolalah pertemanan atau berkomunikasilah lewat media sosial.

Beberapa cara tersebut memang kelihatannya sederhana, namun selalu berhasil.

3 – Chief Everything Officer

Menjadi CEO itu keren. Sangat keren. Tentu saja, bila itu maknanya adalah Chief Executive Officer sebagaimana seharusnya, bukannya Chief Everything Officer. Jadi, ketika kamu menjalankan perusahaanmu sendiri, jangan bangga dulu dengan posisimu sebagai CEO, karena itu hanyalah sebutan.

Dan sebagai entrepreneur, sebutan itu tidaklah menjadi penting.

Apa yang lebih penting?

Fokuslah bekerja untuk perusahaanmu. Fokuslah untuk semaksimal mungkin melayani pelanggan. Sejatinya, pada masa-masa rintisan dari perusahaanmu, kamulah yang harus menjadi garda terdepan dalam pelayanan, baik untuk karyawanmu maupun pelangganmu.

Dan melayani mereka dengan pelayanan terbaik adalah hal paling penting yang harus kamu lakukan. Hal itu jauh lebih penting daripada sesumbar dengan gelarmu sebagai CEO. Apalah guna gelar itu, tanpa cash flow perusahaan yang bagus.

Terry Semel, menduduki tampuk CEO Yahoo Inc sejak 2001 hingga 2007. Pada masa-masa kepemimpinannya, Terry Semel dianggap melakukan beberapa kesalahan krusial.

Gagal mengakuisisi Google pada tahun 2002 dan sekarang Google justru bernilai $600 miliar.

Gagal membeli Facebook pada 2006 dan dan sekarang Facebook sudah bernilai $400 miliar.

Gagal membeli DoubleClick pada tahun 2007 dan sekarang Google membuat miliaran dolar hasil dari platform tersebut.

Yahoo! adalah raksasa yang memang memiliki serentetan kegagalan, bahkan pernah ditawar Microsoft sebesar $40 miliar dan sekarang malah dijual ke Verizon hanya seharga $4.8 miliar.

Being a CEO is hard and it’s not for everyone.

4 – Business Plan

Ada empat hal penting sebelum kamu membuat business plan.

Pertama, apa yang ingin kamu lakukan dengan bisnis ini?

Kedua, apa yang ingin kamu berikan dari bisnis ini bagi orang-orang banyak?

Ketiga, jenis permasalahan apa yang ingin kamu berikan solusinya lewat bisnis ini?

Keempat, mengapa orang-orang harus membeli produk atau layananmu?

Setelah bisa mendefinisikan keempat hal itu, rancanglah perencanaan yang lebih terorganisir lewat Business Generation Canvas yang bisa kamu unduh gratis di internet. Hal ini bisa menjadi permulaan yang bagus bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis dan ingin merencanakan pengembangannya ke cara-cara yang lebih detail.

Satu hal yang pasti dalam membuat perencanaan bisnis: if you don’t have a burning desire and a dedication to achieve your goal or you don’t have crazy faith in your vision, DON’T START A STARTUP!

5 – Membentuk Mental Bisnis

Ada 5 mental utama di mana kita sebagai founder harus miliki.

Pertama, fokus pada cash flow. Dalam berbisnis, tanpa adanya cash flow, bisnis memang bisa gulung tikar. Dan hal paling utama dalam bisnis, adalah bagaimana kita mengatur agar cash flow berjalan dengan baik. Atur cash flow-mu menjadi tiga bagian: daily income, monthly income, dan project based income.

Kedua, temukan mentor yang pas. Ada empat kategori mentor. (1) Orang tuamu, karena mereka mengenalmu dengan baik, tetapi mereka sama sekali nggak ngerti tentang betapa potensialnya bisnismu. (2) Teman-temanmu, karena lumayan mengerti bisnismu, tetapi mereka lebih mengerti tentang dirimu. (3) Coach bisnismu, karena mereka tahu tentang bisnismu lebih dari kamu. Dan nomor (4) kompetitormu, karena mereka benar-benar tahu tentang jenis bisnis macam apa yang tengah kamu jalankan.

Ketiga, bentuk tim yang tepat nan solid. Membentuk tim yang solid memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Ada beberapa caranya.

  • Pastikan berdasarkan passion yang sama. Passion adalah bahan bakar yang akan membuat laju perusahaan berjalan searah. Sekumpulan orang-orang yang memiliki gairah yang sama dan hasrat berkembang yang bagus akan menghasilkan inovasi dan kesolidan.
  • Setiap orang harus efektif dan mau memberikan kemampuan seratus persennya dalam bidang yang menjadi bagiannya.
  • Kemampuannya bekerja sebagai tim. Ini sangat penting, karena apa guna gairah dan skill, kalau tak bisa bergerak bersamaan. Tujuan terbentuknya tim adalah agar kita bisa bergerak lebih jauh, kan?
  • Pinggirkan ego. Utamakan kemajuan bersama, bukan keuntungan pribadi. Setiap orang bebas berpendapat, namun juga harus siap menerima pendapat yang disepakati.
  • Bersiaplah dengan kegagalan yang akan datang. Tak ada satu pun di muka bumi ini bisnis yang berjalan mulus. Kegagalan adalah kesepakatan abadi antara bisnis dan kuseksesan. Makanya, bila ada anggota tim yang kemudian merasa ingin berhenti, adalah tugasmu untuk memberinya motivasi dan meyakinkannya.
  • Komitmen jangka panjang. Bila ingin membangun sebuah tim yang solid dan tim itu bisa bertahan dalam jangka yang panjang, maka buatkan tim inti yang memang memiliki komitmen jangka panjang. Saat merekrut calon anggota tim, pastikan dia tidak memiliki track record sering pindah-pindah kerja. Itu bisa sangat berbahaya.

Pada akhirnya, kita harus memiliki tim yang mampu untuk saling melengkapi satu sama lain. Semua orang tak bisa menjadi pembuat keputusan, akan tetapi semuanya harus memiliki hak yang sama untuk menyuarakan opininya.

Keempat, menemukan pelanggan.

Menemukan pelanggan adalah seni paling susah dipahami dalam dunia bisnis, karena membutuhkan banyak uji coba dan usaha yang terus-menerus.

  • Mulai dengan membuat target. Apa yang ingin kamu capai? Dengan begitu, segala aktivitas pemasaran untuk menemukan pelangganmu akan mejadi efektif dan terstruktur.
  • Petakan demografinya. Lakukan riset untuk menentukan mana pasar sebenarnya yang kita tuju, sehingga aktivitas pemasaran kita akan lebih menyasar dengan pas.
  • Dengarkan dan bantulah apa permasalahan pelanggan kita. Tawarkan juga nasihat, atau terimalah dengan baik apa masukan positif dari mereka.

Lima, mendapatkan investor.

Banyak cara untuk mendapatkan investor. Ada dua jenis, yakni investor amatir dan investor profesional.

Investor amatir adalah orang-orang terdekat kita. Orang-orang yang kita kenal, misalkan orang tua, teman, saudara, dan sebagainya. Karakter investor ini adalah mereka siap untung tetapi tidak siap rugi, karena biasanya dana mereka terbatas dan ingin segera mendapatkan hasil. Bisa dikatakan investor tipe ini baru coba-coba berinvestasi, serta tidak bisa dipungkiri mereka juga sangat tidak rela jika harus mengalami kerugian, karena biasanya uang yang digunakan untuk investasi adalah uang yang berputar (masih diharapkan untuk keperluan lain).

Sedangkan investor profesional adalah memang orang-orang yang fokus bidang pekerjaannya melakukan investasi. Alhasil, mereka ini adalah jenis orang-orang yang memang sudah sangat mengetahui seluk beluk proses wirausaha, mereka sudah lebih siap dengan semua risikonya. Pada dasarnya, seorang investor profesional juga merupakan seorang entrepreneur juga. Seorang investor profesional biasanya sudah memikirkan rencana cadangan sebelum berinvestasi, apabila dana yang akan diinvestasikannya tidak menghasilkan profit. Sudah tentu seorang investor profesional biasanya menginvestasikan uangnya yang benar-benar pasif (dana yang mengendap), yang tujuannya untuk membuka peluang baru dalam karier wirausahanya.

Menariknya, investor profesional tidak bisa dicari, biasanya dia yang akan mencari kita. Caranya adalah membangun prestasi. Tidak hanya personal branding dari founder saja yang dibangun, tapi juga fondasi dan sistem yang kuat dalam usaha agar prestasi penjualan dan branding mengakar di masyarakat. Dengan kata lain, cara membangun prestasi usaha yaitu dengan fokus terhadap usaha agar menjadi expert dalam bidang usaha tersebut.

Untuk menarik minat hati investor, beberapa hal berikut ini yang harus kita paparkan.

  • Gambarkan risiko usaha. Semua hal pasti ada risikonya. Nah, hal ini penting diketahui oleh investor. Agar mereka tahu apa konsekuensi ketika menanamkan dana di perusahaanmu. Tidak harus takut jika investor tersebut batal berinvestasi karena mendengar risiko usaha yang dipaparkan, hal ini akan jauh lebih baik ketimbang investor tersebut berinvestasi, namun tidak siap menerima risiko karena belum dipaparkan.
  • Berikan gambaran seberapa besar permintaan pasar. Paparkan semua peluang permintaan dan potensi permintaan pasar yang ada dan belum bisa Anda penuhi. Jika perlu, gambarkan di seluruh Indonesia. Dengan pemaparan ini diharapkan investor jadi lebih yakin untuk menginvestasikan uangnya.
  • Jelaskan seperti kondisi tim. Ini adalah bagian yang penting juga, karena investor akan lebih suka menginvestasikan uangnya kepada perusahaan yang memiliki tim yang baik dibanding perorangan. Terutama investor profesional, karena yang dilihat bukanlah sosok owner-nya saja, tetapi keseluruhan usaha dan potensi tumbuhnya perusahaan dengan tim yang ada, karena seorang investor profesional tidak ingin menginvestasikan dananya kepada “pemain baru”.
  • Jelaskan apa rencana kamu untuk menumbuhkan perusahaan. Apa saja yang akan kamu lakukan untuk menumbuh-kembangkan usahamu agar membesar.
  • Berikan penjelasan mengenai skenario terburuk jika terjadi kerugian, dan bagaimana upaya Anda untuk keluar dari kondisi rugi tersebut. Begitu juga sebaliknya, kita juga harus memaparkan tentang target dan goals dalam usaha dengan lengkap setelah mendapatkan suntikan dana, serta menggambarkan apa reward untuk investor tersebut.

Setelah kita gambarkan semuanya, biasanya akan ada beberapa pertanyaan yang akan dilontarkan oleh investor, bersiaplah untuk menjawab dengan tepat. Semoga informasi ini bermanfaat untuk mengenali dengan baik bagaimana Anda berinteraksi dengan investor nantinya.

6 – Help People

Menolong orang lain adalah persoalan perspektif. Kita merawat sudut pandang, bahwa saat kita banyak melakukan hal-hal baik terhadap orang lain, banyak pula hal-hal baik yang akan datang kepada kita, berkali-kali lipat.

Sebagai seorang entrepreneur, kita menciptakan produk atau sebuah layanan, berfungsi untuk memecahkan masalah dari pelanggan. Mereka memiliki masalah, dan kita menawarkan solusi.  Intinya, kita menolong orang.

7 – Make Friends

Sejatinya, hubungan pertemanan tidak memiliki label harga, karena memang kita tak bisa menukar sesuatu yang sangat berharga seperti itu dengan sebuah harga.

Menjalin pertemanan dengan siapa pun akan membuat kita mudah untuk menemukan kesempatan-kesempatan baru. Karena pada dasarnya, saat kita kehilangan pekerjaan kita, yang kita butuhkan adalah teman yang baik, bukan sebuah sumbangan.

Teman yang baik akan memberikan saran, mencarikan solusi. Bukan memberikan sumbangan. Teman yang baik memberikan alat pancing, bukannya ikan.

Jadi, apa yang diperlukan untuk menumbuhkan pertemanan yang kekal?

Pertama, selalu hadir untuk memberikan pertolongan.

Kedua, senantiasa memberi lebih daripada meminta atau mengambil.

Ketiga, terbuka dan membiarkan teman-temanmu mengetahui seperti apa dirimu sejatinya. Dengan menjadi diri sendiri, maka pertemanan seperti itu akan kekal dan langgeng.

Selain itu, jadilah seorang teman yang senantiasa ringan tangan untuk membantu. Tunjukkan antusiasme untuk terus saling memberikan kebermanfaatan.

Truly, that’s the best way to start and keep a great friendship.

8 – Eliminate Distraction

Menjaga hal-hal dalam perspektif yang benar, memungkinkan kita untuk menghapus segala sesuatu yang tidak penting dari kehidupan kita. Hal ini memungkinkan kita untuk hidup sederhana dan terfokus, tidak terganggu dengan banyak hal yang tak perlu.

9 – Get Focused

Kita hidup di era yang penuh distraksi dalam sejarah kemanusiaan. Internet adalah sebuah pedang dengan mata pedang yang tajam di kedua sisinya.

Namun sayangnya, kebanyakan dari kita sama sekali tidak cukup bertanggung jawab atas internet. Kita menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari menatap dengan malas di layar.

Dalam bukunya, Deep Work: Rules for Focused Success in a Distracted World, Cal Newport membedakan “pekerjaan mendalam (deep work)” dari “pekerjaan dangkal (shallow work).

Pekerjaan yang mendalam menuntut kerja keras kita untuk menggunakan keahlian dalam menciptakan sesuatu yang bernilai. Dibutuhkan pemikiran, energi, waktu dan konsentrasi. Sedangkan pekerjaan dangkal adalah semua hal administrasif dan logistik yang kecil: email, rapat, panggilan, laporan pengeluaran, dll. Kebanyakan orang tidak bergerak menuju tujuan mereka karena mereka memprioritaskan pekerjaan dangkal.

Dalam hal inilah kita harus fokus. Fokus untuk bekerja dalam pekerjaan yang dalam.

“The ability to perform deep work is becoming increasingly rare at exactly the same time it is becoming increasingly valuable in our economy. As a consequence, the few who cultivate this skill, and then make it the core of their working life, will thrive.”—Cal Newport

10 – Improve Daily

Sangat mudah mendapat pujian saat Anda meminta keluarga dan teman yang akan memberi tahu Anda dengan tepat apa yang ingin Anda dengar. Alih-alih mencari pujian, pekerjaan Anda akan membaik jika Anda mencari kritik.

Anda akan tahu bahwa pekerjaan Anda pantas dilakukan bila seseorang cukup peduli untuk memberikan kritik yang tidak diminta. Jika ada sesuatu yang patut dicatat, akan ada pembenci.

Saat Anda benar-benar mulai muncul, para pembenci akan diintimidasi oleh Anda. Alih-alih menjadi cerminan dari apa yang bisa mereka lakukan, Anda menjadi cerminan dari apa yang tidak mereka lakukan.

As Jim Rohn said, “Don’t wish it was easier, wish you were better. Don’t wish for less problems, wish for more skills. Don’t wish for less challenge, wish for more wisdom.”

Berkembanglah setiap hari. Dengan berlatih. “Practice does not make perfect. Only perfect practice makes perfect.”—Vince Lombardi

11 – Think Big

Hidup sangat pendek, oleh karena itulah kita harus berpikiran panjang. Tak usah menunggu esok hari untuk melakukan apa yang dapat kita selesaikan hari ini. Masa depanmu akan berterima kasih atau akan mengutuk kita, tergantung atas apa yang kita lakukan hari ini.[]

Fachmy Casofa
Bergabunglah bersama 5.357 pembelajar lainnya.
Karena berkolaborasi akan lebih baik, apalagi kolaborasi yang bermanfaat. Bergabunglah bersama pembelajar lainnya. Sekarang.
Jangan khawatir, saya juga benci dengan spamming. Kita belajar bersama untuk hidup yang lebih baik.
Jangan Lupa Share, Ya!

4 thoughts on “11 Strategi Menjadi Founder Startup”

  1. Rosyid Juragan Bebek Ungkep Malang

    wah nice posting mas,
    kapan kapan diulas dong success story startup yang ad di indonesia.. biar bisa diambil pelajarannya…

  2. The Willy Mulyawan

    Artikel yang sangat bermanfaat pak Fachmy, terutama bagi yang memulai mendirikan start up. Btw, mencari co-founder yang mempunyai visi yang sama harus sabar untuk mendapatkannya 🙂 .

Leave a Reply to Fachmy Casofa Cancel reply