100 Rumus Sukses

Jadilah pribadi yang baik, terbuka, kreatif, jujur, bergairah, dan selalu berupaya meraih sukses dengan penuh optimistis setiap harinya. Panggung kecemerlangan kan menunggumu. If you wake up dreading Mondays, find yourself frustrated with your weeks, and discover you’re feeling sluggish and unmotivated both in the workplace and outside of it, it is time to make a change.

100 hal sederhana ini bisa membuat kesuksesan makin mendekat, berdasar pada karya David Niven berjudul The Simple Secrets of Successful People: What Scientists Have Learned and How to Use It, terbitan Harper Collins Publishing, yang saya tambahi dan sesuaikan dengan kondisi zaman sekarang. Selamat menyimak, ya!

1. Competence starts with feeling competent. Seperti dalam film Kungfu Panda, untuk berhasil menjadi jagoan memang tak ada resep khusus, yang ada hanyalah keyakinan khusus.

2. It’s not how hard you try. Ini semua tentang seberapa yakin kamu tentang visi dan tujuanmu.

3. Creativity comes from within. Genuine interest is the key to solve problem successfully. Orisinalitas dan keyakinan atas potensi diri, akan menghadirkan ‘kemampuan menyelesaikan masalah’ yang tidak dimiliki oleh orang lain. Di situlah rahasia untuk ‘berbeda dari orang kebanyakan’. Temukan orisinalitas dirimu.

4. Take small victories. A lot small victories is more satisfaction than one big victory, said research.

5. You can’t force yourself to like broccoli. Memaksakan diri makan brokoli kalau tidak suka, tentu saja bisa muntah.

6. Resist the urge to be average. Sangat gampang menjadi seperti orang kebanyakan. Tetapi, itu juga yang membuatmu tidak ke mana-mana. Tidak meraih prestasi apa-apa. Jadi, bila ada yang mengajakmu menjadi orang rata-rata, bertahanlah, atau kalau perlu, lawanlah!

7. There is plenty of time. Don’t worry with your age. At 80 years old, your success is still open. Masih ingat bagaimana Sanders memulai bisnis KFC-nya pada umur 65 tahun, bukan?

8. It’s never just one thing. Sukses berasal dari campuran usaha, keyakinan, pengalaman, doa, visi, kebersamaan, tekad, persistensi, wawasan, dan lain lain sebagainya. Makin banyak hal yang kamu ketahui, makin banyak yang akan kamu dapatkan.

9. Don’t keep fighting your first battle.

10. Change is possible, not easy. Memang tidak mudah untuk berubah, tetapi bukan berarti tidak mungkin, kan?

11. Seek input from your opposites. Lebih baik berkolaborasi dan mengakui kekurangan diri, daripada sok ahli, namun sebenarnya membutuhkan bantuan potensi lain untuk mengeksekusi.

12. Write down the directions. Progres terlihat bila dituliskan. Buatlah blog. Bahkan, itu juga bisa menjadi senjatamu untuk personal branding dalam ranah dunia maya juga, kan?

13. Anticipate irrationality. Tidak setiap saat orang rasional, antisipasilah irasionalitas.

14. The best defense is to listen. Dua telinga tercipta agar kita bisa lebih banyak mendengar daripada bercuap-cuap. Kritik tak selalu buruk, bisa jadi itu kritik konstruktif, yang tentu membuat diri kita menjadi lebih baik. Belajar mendengar lebih banyak adalah sebuah langkah bijak dan mendatangkan kesempatan lebih banyak untuk belajar.

15. Winners are made, not born. Yang rajin belajar tentu akan berbeda dengan yang tak rajin. Yang rajin berusaha tentu akan berbeda dengan yang tak rajin. Yang lebih banyak mencoba tentu akan lebih dekat dengan keberhasilan daripada yang ongkang-ongkang kaki saja. Kesuksesan tidak datang begitu saja, dia diusahakan.

16. Do things in order. Seperti membuat pizza, mulailah dari masak roti, bukan dari menabur topping.

17. Get experience anyway you can. Pengalaman membuat Anda lebih percaya diri. Biasakan untuk membeli pengalaman, bukan barang. Apalagi barang yang tidak dibutuhkan. Membeli pengalaman misalnya membeli tiket untuk backpacker-an, atau seminar keren.

18. Self-motivation works once. Trik-trik motivasi hanya berguna sebentar, progres lebih penting. Seminar motivasi tidak akan berarti apa-apa kecuali kamu membuat progres nyata, walau sekecil apa.

19. Speak slowly. Ingin dipandang lebih berpengetahuan? Bicaralah dengan tidak terburu-buru. Perhatikan intonasi, pungtuasi, juga tingkat kepahaman lawan bicara.

20. Where you stand depend on where you look.

21. Use your own self-interest. Abaikan perkataan orang lain yang tak sesuai dengan karaktermu. Pilih intuisimu, lanjutkan hidupmu, mekarkan prestasimu.

22. Remember who you are and where you are. Don’t sacrifice your belief and background.

23. Negotiate with confidence, or don’t. Say confidently, be forceful in unaggresive ways.

24. Volunteer to feel better. Menjadi sukarelawan membuka apresiasi lebih besar atas hidup Anda. Atau, bikin social movement-mu sendiri, tentu kamu akan memiliki pengalaman berbeda.

25. Remember the task, forget the rankings. Substansi lebih penting daripada kemenangan.

26. Avoid the second-guess paralysis. Terlalu banyak berpikir “what-if” menyebabkan kelumpuhan bertindak.

27. Seek a tall plateau, not the peak. Ultimate moment will quickly come and go. Look for sustainability.

28. Play the odds. Stay open for unexpected opportunities. The more try, the greater opportunity to come. Beberapa motivator justru menganjurkan agar kita menghabiskan jatah gagal sejak dini. Yah, setiap orang memiliki jatah gagalnya sendiri dalam hidupnya. Semakin dini kita menghabiskan jatah gagal, semakin cepat pula kegemilangan menghampiri diri.

29. The past is not the future. Berdamailah dengan diri sendiri. Masa lalu telah berlalu, hadapi saat ini dengan menikmatinya dan membuat langkah-langkah nyata untuk meraih masa depan yang lebih baik.

30. Get a good night’s sleep. Tidur yang kurang menurunkan kemampuan berpikir inovatif hingga 60%. Jangan lupa, berinvestasilah dengan membeli kasur yang nyaman. Itu adalah salah satu syarat mendapatkan hari-hari yang penuh kreativitas, kata Yoris Sebastian.

31. It starts and ends with you. Selesaikan apa yang telah kamu mulai, dan bertanggung jawablah dengan semua itu.

32. Notice patterns. Pay attention to any kind of patterns. Great thinkers notice patterns.

33. Efficiency in everything. Semakin kita pandai memangkas hal-hal yang tak perlu, semakin dekat kita dengan ‘kesempurnaan’.

34. Tomorrow will be a better day (but how exactly?). Construct your goals in concrete term. Keberhasilan menyusun rencana adalah setengah perjalanan menuju keberhasilan impian. Sebaik-baik rencana memang yang dijalankan, tetapi sebaik-baik impian tanpa adanya rencana yang tersusun baik, tentu tidak akan berjalan baik, bukan?

35. Lessons can’t threaten. Try to make a new thing clear for the outset that the destination is place to go.

36. Success is formula, not fantasy. Approach thing with order, common sense, consistency & persistence.

37. You need to know more than just how talented you are. You need confidence and respect to succeed. Ingat, kerja keras akan mengalahkan orang-orang yang bertalenta baik. Makanya, bila kamu sadar bahwa kamu cukup bertalenta, iringilah dengan kerja keras.

38. Role models are not one-size-fits-all. Choose your role model someone who fits to you. Memilih idola yang benar dan sesuai bidang kamu itu perlu. Jadikan dia mentor kalau bisa.

39. Learn from losses. The setbacks you experience are wonderful opportunity to learn. Kita tidak punya cukup banyak waktu di dunia ini. Jangan menghabiskan semua kesalahan sendiri. Belajarlah dari orang lain, dari kesalahan-kesalahan mereka. Mereka punya pengalaman yang cukup banyak dan cukup untuk kita belajar darinya.

40. Embrace work, it may have to last forever. Most retirees base their identity on their career.

41. Exercise and eat right. Kurangi merokok, berhentilah selagi sempat, sebelum rokok itu menghentikan hidupmu. Makan makanan yang halal dan baik. Jauhi narkoba, sayangi orang tua, dan tetaplah jadi anak yang shalih, ya!

42. Boredom is the enemy. Carilah variasi atau kebosanan akan menghabiskan persistensi kamu.

43. Be clear about your role in the outcome. You need to be clear about your own role in the outcome, whatever it is.

44. Make change count. Regularly see possibilities and opportunities to pursue change.

45. Listening is more than not talking. Investing ourselves in what others are saying. Belajarlah mendengar pengalaman dan ocehan orang lain lebih banyak. Kita akan mendapatkan banyak pelajaran. Salah satu contohnya, tentu dengan lebih banyak memerhatikan postingan orang-orang di blog atau sosial media. Kita bisa banyak belajar dari itu, bukan?

46. Take off your blinder. Buktinya, orang yang menggunakan stereotip dalam menilai orang lain 39% cenderung percaya bahwa hanya ada peluang yang terbatas untuk diri mereka.

47. You’ll get what you’re afraid of. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Kemarin sudah berlalu, besok belum terjadi, dan kita hanya punya hari ini. Kekhawatiran selalu menghadirkan ketidakproduktifan. Maka, berhentilah untuk khawatir, apalagi was-was berlebihan.

48. Think about who you ought to be. People who focused on the life they ‘ought’ to lead are more caring about other people than focused on the ‘ideal’ life they could.

49. Leadership is contagious. If you seek to lead, your ability will ultimately be measured in the successes of those around you. Pada dasarnya kita semua adalah pemimpian. Pemimpin untuk diri sendiri, pemmpin untuk keluarga, organisasi, dan lain sebagainya. Selalu ada ruang di mana kita akan dituntut untuk menjadi pemimpin yang memberikan teladan baik, selalu manfaatkan itu untuk memberdayakan orang-orang di sekitarmu dengan lebih baik.

50. Want support? Deserve it. You have to let them see how capable and dedicated you are.

51. You will give up faster if you are not in control. Hidup adalah kapalmu sendiri. Pastikan kamu adalah nahkodanya, bukan orang lain. Bukan pacarmu, bosmu, apalagi orang-orang yang membencimu. Milikilah kontrol atas hidupmu sendiri. Kamu akan berlayar lebih jauh!

52. Life is not a zero-sum game. Kualitas waktu, bukannya kuantitas yang memengaruhi kepuasan.

53. You don’t have to get straight. Seringkali memaksakan diri untuk memberi kesan atau membuat orang lain senang, malah seringkali membuat kamu jatuh dalam lubang kekecewaan.

54. What your appetite for success. Tiap orang memiliki selera sukses yang berbeda-beda. Pilihlah satu!

55. Remember the difference between you and everybody else. Menjadi berbeda itu gampang. Menjadi berbeda dan unik, itu baru tantangan. Hadirkan sesuatu yang tak dimiliki oleh orang lain. Tawarkan itu secara rutin, maka kamu akan menemui perubahan menakjukan dalam hidupmu!

56. Your work and home lives must fit together. Jangan sampai salah satunya rusak atau limbung.

57. Nobody wins without a loser. Kemenangan akan selalu menghadirkan haters. Bersiaplah dengan itu.

58. Tell clean jokes. Bercanda itu boleh. Yang tidak boleh adalah bercanda yang membuat orang lain tersakiti. Pastikan humormu positif dan hanya berfungsi sebagai pemecah suasana beku.

59. Don’t want everything. Banyak riset yang membuktikan bawah level kepuasan meningkat bila kita justru tidak menginginkan banyak hal.

60. Look for value. Kualitas selalu memenangkan persaingan.

61. Get your motivation where you can find it. Level motivasi terbukti sebagai komponen yang lebih signifikan dalam memprediksi sukses karier, bila dibandingkan inteligensi dan kemampuan.

62. Be an expert. Lebih baik tajam di satu sisi, daripada tumpul di banyak sisi. Memiliki kepakaran dalam satu hal sudah cukup untuk membuatmu terbang di belantara pekerjaan profesional.

63. Failure is not trying. Kebanyakan kegagalan terjadi karena orang terlalu memfokuskan diri dengan hal-hal yang tidak dilakukan, dibanding hal-hal yang telah dilakukan.

64. You are not in this alone. Ada banyak talenta lain yang juga selapar dirimu, seberingas dirimu, seambisius dirimu.

65. Your goals are a living thing.

66. Avoid roller-coaster emotions. Tetaplah stabil, kalem, dan sembunyikan emosi burukmu.

67. Care. Yah, tentu saja!

68. You can’t be persistent without perspective. Perspektif membuat Anda tidak mudah menyerah dengan keadaan.

69. Changing jobs doesn’t change you. Mungkin masalahnya bukan pada pekerjaanmu, tetapi pada kamunya. Coba dicek lagi, ya.

70. It might get worse before it gets better. Butuh pengorbanan sebelum meraih sesuatu.

71. If you don’t believe, no one else will. Kuncinya ada di kamu, kalau kamu tidak percaya pada dirimu sendiri, mengapa orang lain harus percaya, bukan?

72. You’ll work harder if you feel wanted.

73. Don’t talk to yourself. Mendengarkan masukan dari orang lain itu perlu.

74. Seek coherence and congruence.

75. Of your doubt, you’re out. Semakin kamu ragu dengan diri sendiri, semakin kamu percaya bahwa kamu tidak mampu berprestasi. Mengerikan, bukan?

76. Always think about what’s next. Jangan terlalu lama memikirkan hal-hal yang telah memberimu kesakitan yang mendalam. Fokuslah pada apa yang seharusnya kamu kerjakan selanjutnya.

77. Value practical knowledge. Orang-orang yang puas dengan kariernya mau menerima resiko dari pekerjaan.

78. See the risk in doing nothing. Lakukan sesuatu, karena tidak melakukan sesuatu pun juga ada risikonya, kan?

79. Face conflict head-on. Hadapi dan atasi. Mengatasi konflik berarti kamu berada di atasnya, bukan di bawahnya. Artinya, kamu menguasainya, bukai dikuasai.

80. Money isn’t everything. Keluarga, teman, hobi, komunitas, dan lain sebagainya. Saat kamu punya banyak uang tapi tak punya semua itu, kamu akan sadar, uang bukan segalanya. Memang bukan segalanya.

81. Be realistic about yourself. Kamu punya kelemahan, namun juga kekuatan; kelebihan. Realitislah, mana yang perlu kamu dorong lebih kuat dan tidak.

82. Find your own path. Kalau memungkinkan, ambil jalurmu sendiri. Orang-orang yang mengikuti standar dan jalur orang lain, lebih banyak merasakan kegagalan dalam mencapai suksesnya sendiri.

83. Own what you do. Bertanggungjawablah dengan semua yang kamu miliki dan kerjakan.

84. Be honest for your future. Faktanya, orang-orang yang tak membesar-besarkan rencana kariernya saat muda, lebih menunjukkan kesuksesan dibandingkan yang melakukan hal tersebut. Iya, kan?

85. You need to know what you are looking for.

86. Don’t forget packaging. Penampilan memang bukan yang utama, tapi dia yang pertama.

87. Learn to lead yourself. Dedikasi itu penting, karena dedikasi yang tinggi pada kariermu, akan meningkatkan produktivitasmu.

88. A victory at all costs is not a victory. Kemauan untuk sukses mengambil dua bentuk yang berbeda. (1) Hypercompetitive people: fokus pada kemenangan all the time, tanpa mempertimbangkan hal-hal penting lainnya. (2) Self-oriented competitive people: tetap fokus melakukan yang terbaik, tetapi dengan penekanan pada peningkatan diri sehingga dapat melakukan lebih baik di masa depan.

89. People who have it right work harder to make it better. Investasikan 20% waktu untuk meningkatkan kemampuan diri, bekerja keraslah untuk sesuatu yang lebih baik.

90. Don’t run in the wrong direction just because you’re near the finish line.

91. Hope springs internal. Kalau kamu cukup percaya bahwa kamu akan mencapai impianmu. maka kamu akan mencapainya. Sesimpel itu!

92. Think as if others can read your mind. Pelanggan 70% lebih mau melanjutkan bisnis jika melihat Anda puas dengan pekerjaan Anda.

93. You’ll get knocked down and then get back up. Akan selalu ada yang berusaha untuk menjatuhkanmu. Tapi, selama kamu selalu bisa bangkit, dunia akan baik-baik saja.

94. Keep your goals where you can see them. Manfaatkan 15 menit sehari berpikir tentang apa yang seharusnya kamu lakukan untuk meningkatkan kualitas hidupmu.

95. Don’t settle. Raih kesempatan-kesempatan baru yang seru.

96. What is the point? Kalau kamu tidak yakin pada apa yang akan kamu lakukan, mengapa terus kamu lakukan?

97. Win your own respect first. Kalau kamu optimis, kamu tidak hanya melihat sisi terang dari sesuatu, namun juga percaya pada diri sendiri. Hal ini dapat meningkatkan kesehatan, motivasi, dan juga pencapaian.

98. Your goals must engage all of you.

99. Take action! Tak usah banyak bacot, banyaklah berkarya.

100. Only you can say if this is a world you can succeed in.

Fachmy Casofa
3 EBOOK GRATIS!
Dapatkan 3 e-book gratis spesial dari saya, khusus untuk kamu yang siap dan mau saja. Daftar lewat form ini. Penawaran terbatas!
Jangan Lupa Share, Ya!

Leave a Comment